Iklan
My Journal

Pandangan Triawan Munaf, Kepala Bekraf, Tentang Internet Economy di Indonesia

Kalau kemarin saya cerita tentang Pak RA, sekarang giliran Pak Triawan. Bekraf merupakan badan khusus yang dibentuk oleh pemerintahan Jokowi untuk mendorong tumbuhnya industri kreatif di Indonesia. Saya sebagai salah satu orang yang berada dalam area tersebut, merasa kehadiran badan ini sangat bagus. Beberapa tahun lalu, saya sering menghadiri acara dari kementerian berbeda dengan materi yang sama tentang startup dan industri kreatif. Bayangkan kalau program-program keren tersebut dijadikan satu program terintegrasi antar kementerian, pasti impactnya lebih besar.

Sebenernya terpilihnya Pak Triawan agak membuat saya bingung. Waktu badan ini didirikan dan belum ada calonnya, para pelaku industri kreatif sempat mendengar nama-nama kompeten yang diharapkan mengisi pos tersebut. Dan Pak Triawan termasuk yang tidak terduga untuk menjabat posisi ini. Jadi dari event Grow Local, Go Global yang diadakan Baidu dan mengundang Pak Triawan serta Pak RA, saya berkesempatan untuk mendengar lansung passion dia terhadap industri kreatif (terutama industri game).

IMG_20150923_092547

Di awal speech beliau, Pak Triawan langsung menyebutkan ada tiga industri kreatif yang saat ini memberikan kontribusi paling besar di Indonesia. Satu kuliner (sekitar 30%), dua fashion (sekitar 20%, dan tiga kerajinan tangan (sekitar 10%). Industri apps dan games itu kecil banget, cuma 1,6%. Lebih kecil lagi film dan musik, cuma nol koma persen.

baca juga: Pemerintah Mencoba Membangun Industri Game di Indonesia Dengan IGRS

Lalu dari situ Pak Triawan melihat bahwa ini tiga industri kreatif yang sudah besar ini gak usah diapa-apakan juga jalan sendiri. Sekarang gimana caranya industri aplikasi, games, film, musik, dan lain-lain bisa turut berkembang juga. Nampaknya masalah yang dihadapi di industri kreatif Indonesia sangatlah kompleks sehingga biro yang baru berdiri ini mungkin untuk saat ini belum akan bisa bergerak banyak. Saat ini mereka akan fokus di indentifikasi masalah, mencoba mencarikan solusi, dan mendukung dengan kekuatan yang mereka miliki saat ini.

Lalu dari cara Pak Triawan membawakan pidato dan visinya tentang industri digital, saya tidak merasakan passion yang besar. Berbeda dengan bagaimana Pak Rudiantara memandang industri digital di Indonesia. Padahal bagi para pengembang aplikasi dan games, Bekraf harusnya adalah motor yang diharapkan dapat menjadi pemicu tumbuhnya ekosistem digital di Indonesia. Tapi mungkin bisa saja hari itu Pak Triawan sedang banyak pikiran atau lagi capek sehingga terlihat kurang bergairah dan di akhir pidato yang harusnya jadi klimaks malah justru buka teks dan membaca naskah 🙂

baca juga: Sekilas Tentang Ekosistem Game di Indonesia

Cuma yang bisa saya tarik dari keynote beliau, saat ini Bekraf yang merupakan organisasi yang benar-benar baru masih harus banyak melakukan proyek inisiasi. Belum lagi penguatan di internalnya. Mendapatkan orang terbaik di berbagai industri kreatif untuk bergabung dengan Bekraf bukanlah hal yang mudah. Yang penting kita harus tetap mengawal dan mendukung program-program mereka yang positif. Kalau ada yang kelihatan tidak tepat sasaran, harus langsung ditegur dan diingatkan.

Sedikit catatan dari saya sebagai pelaku di industri game, rasanya adalah sebuah hal yang perlu disayangkan ketika sub-sektor game dihilangkan dan digabungkan ke dalam sub-sektor aplikasi. Game dan aplikasi adalah dua ekosistem industri yang berbeda dengan pola pengembangan yang berbeda. Sedihnya lagi, hal ini dilakukan tanpa komunikasi antara Bekraf dengan Asosiasi Game Indonesia (AGI) maupun komunitas GameDevID. AGI di era kemenparekraf sempat membuat blueprint game ekosistem yang sudah siap dieksekusi. Sayangnya parekraf dihilangkan dan perannya dipegang bekraf. Entah tidak ada komunikasi atau bagaimana, blueprint yang digodok lama oleh pelaku industri game bersama pemerintah ini seolah tidak ada tindak lanjutnya dan game tidak mendapat perhatian khusus lagi oleh Bekraf. Hal ini cukup membuat saya agak khawatir sih dengan peran Bekraf untuk industri game.

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

2 Comments on Pandangan Triawan Munaf, Kepala Bekraf, Tentang Internet Economy di Indonesia

  1. Industri kreatif di internet itu luas dan prospeknya bagus menurut saya. Setuju banget kalau antar lembaga bekerja sama mengembangkan. Satu hal yang agak kurang menurut saya di pemerintahan siapapun itu. Kesan masing2 bekerja sendiri2 tanpa koordinasi.

    Suka

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Belajar Dari Empat Top Game Developer di Indonesia – Ardisaz
  2. Menteri Ekonomi Digital Indonesia – Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: