My Journal

Cek Arah Industri Game Indonesia Di Game Prime Surabaya

Halo rekan-rekan pembaca setia Ardisaz. Saya mulai menggeluti industri game di Indonesia semenjak 2010 akhir. Namun industri ini sebenernya sudah mulai menggeliat di Indonesia dari tahun 2005an. Umur industri game yang masih satu dekade di Indonesia ini memang terbilang cukup jauh tertinggal dibandingkan dengan negara-negara maju. Tapi ternyata secara perlahan, semakin muncul kepermukaan pemain-pemain lokal yang mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri, bahkan mulai merambah internasional.

Salah satu alat ukur untuk melihat kapasitas industri game kita adalah melalui acara Game Prime Asia (dulu namanya Game Dev Gathering). Di event ini, para pelaku di industri game lokal menunjukan dirinya ke permukaan dan berbagi ilmu dengan sesama. Pergerakan berbasis komunitas yang sudah berjalan dengan sangat apik beberapa tahun ke belakang menjadi motor akselerasi kita untuk membalap negara maju. Banyak kabar bahagia kita dengar di tahun 2016 ini mulai dari Cute Munchies yang mendapat editorial choice dari Google Play, Tahu Bulat yang mengalahkan Clash of Clan di top free Google Play, Number Rumble yang mendapat global spotlight dari Apple App Store, dan banyak lainnya. Jadi, melalui acara satu hari ini, kita akan melihat apakah industri game di Indonesia saat ini sudah di jalan yang benar?

Kebetulan saya diminta hadir di Game Prime Asia sub Surabaya untuk sharing di dua topik. Yang pertama adalah tentang pergerakan komunitas game dev lokal dan tentang game sebagai medium untuk edukasi. Saya akan coba share sedikit resume dari materi tersebut di blog ini, mungkin bisa bermanfaat 🙂

Gerakan Akar Rumput Memajukan Ekosistem Game

img_3184

Rasanya saya sudah berulang kali membahas tentang pentingnya komunitas di blog ini :p Jadi hal itu lah yang saya share di acara tersebut. Bahwa kalau kita mau maju dan bersaing dengan negara maju, kita harus maju bareng-bareng. Dan komunitas ini adalah media yang paling ideal sebagai perwujudan “maju bareng-bareng.”

baca juga : Membangun Ekosistem Game Dengan Gerakan Akar Rumput

Di komunitas ini lah kita yang baru bisa bertemu dengan mereka yang pro. Mereka yang sudah pernah gagal dan mendapatkan “lesson learned” bisa membeberkan hal itu ke kita semua agar tidak terjatuh di lubang yang sama. Kita bisa saling sharing teknologi, strategi, hingga tak jarang kita berbagi rahasia dapur. Gerakan-gerakan seperti ini yang sempat dikomentari oleh pelaku industri di luar sana sebagai motor utama Indonesia yang dapat membuat industri game di Indonesia bertumbuh dengan cepat.

Dalam sesi ini, ada perwakilan dari Surabaya, Malang, Jogja, Semarang, dan Bandung. Masing-masing bercerita tentang kegiatan rutinnya, suka dukanya, dan yang pasti mengajak semua audience untuk maju bersama-sama di dalam komunitas.

Game Sebagai Media Edukasi

img_3210

Topik berikutnya adalah mengenai game sebagai media edukasi. Kalau tadi saya bicara mewakili komunitas game dev bandung, sekarang saya bicara mewakili Arsanesia dan Arsa Kids. Arsa Kids sendiri bisa dibilang baru yah, umur kita saat ini baru satu tahun. Kalau dibandingkan dengan teman saya dari Eduka Studio, saat ini edugame Arsa Kids baru ada 6, mereka sudah hampir 300 :p Bahkan harusnya saya berbagi panggung dengan Andi Taru (CEO Eduka Studio) tapi karena satu dan lain hal jadi saya harus menyampaikan materinya sendiri.

baca juga : Tentang Arsa Kids, Pendidikan dan Teknologi

Saya pun juga sudah pernah bahas mengenai game sebagai media edukasi di blog ini :p hahaha Tapi intinya sih saya coba berbagi fakta, berbagi data, dan mengajak rekan-rekan semua untuk turut serta memajukan pendidikan di Indonesia melalui game edukasi. Penetrasi smartphone di Indonesia sudah 100jt unit, setengah dari penduduk Indonesia sudah terjangkau Internet, namun pendidikan di Indonesia masih belum merata. Artinya, ini adalah potensi masalah yang bisa kita pecahkan dengan teknologi.

Market edugame di Indonesia mungkin terbilang kecil dibandingkan jumlah penduduk di Indonesia. Ada 24% pelajar (dari tk sampai sma) yang terdata di kementrian pendidikan dan kebudayaan (yang tidak terdata tentu banyak juga). Namun yang saya yakini, market yang 24% ini, 100% menentukan masa depan Indonesia. Jadi kita harus bergerak bersama-sama menyiapkan generasi penerus bangsa.

Bertukar Ilmu dan Pengalaman

Yang saya senangi dari event Game Prime ini adalah selain kita bisa berbagi pengalaman dengan para peserta yang hadir, saya pribadi pun belajar banyak di sini. Malam sebelum kegiatan, kami para game developer di Indonesia kumpul untuk makan malam bersama. Di sini kami bisa bertemu, bertukar cerita, mendapatkan tips dan trick, dan banyak sekali “ilmu rahasia” yang akan sangat membantu perjalanan kami.

baca juga : Menyambung Benang Merah Komunitas Game Developer di Indonesia

Momen in yang menurut saya berharga dan dapat melecut perkembangan industri game di Indonesia. Kita tahu ada game-game lokal yang sukses dengan jutaan download dan milyaran rupiah revenue. Di malam itu, kita pun jadi tahu gimana caranya bisa dapat jutaan download dan revenue milyaran rupiah. Memang tidak mudah, tapi sudah ada yang membukakan jalannya untuk kita dan mau berbagi cara menuju ke sana.

Untuk itu, saya sangat excited untuk bisa hadir di acara Game Prime Asia bagian Jakarta yang diadakan 29-30 November nanti di balai kartini. Selain diberi kepercayaan untuk menjadi pembicara dan berbagi di sana, saya juga sangat menantikan momen untuk bertemu lagi dengan rekan-rekan gamedev lainnya untuk belajar dan bersama-sama memajukan ekosistem game di Indonesia.


Setelah mengikuti acara satu hari penuh, tersadar sudah bahwa kita sudah di arah yang benar. Teman-teman yang main di dunia mobile sudah mulai bisa bersaing di market interasional. Mereka yang bermain di Steam juga sudah menunjukan taringnya. Masih banyak judul-judul yang akan rilis 2016-2017 ini yang memiliki kualitas tingkat tinggi. Saya sangat excited dengan project Legrand Legacy nya Tinker dan proyek misteriusnya Chocoarts yang memiliki tingkat kesulitan game yang cukup tinggi untuk dikembangkan. Arah kita sudah benar, tinggal perlu percepatan aja. Dan event kayak Game Prime serta pergerakan komunitas akan sangat mampu mendorong industri game di Indonesia.

Terakhir, bagi yang penasaran kayak gimana sih serunya Game Prime Asia di Surabaya, bisa cek vlog saya di bawah ini ya 🙂 Jangan lupa subscribe dan like 😀

About Adam Ardisasmita (1199 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Melihat Ekosistem Game Malaysia Yang Lebih Matang – Ardisaz
  2. Bekraf Game Prime 2016, Milestone Penting Industri Game Indonesia – Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: