Iklan
My Journal

Business Trip Startup Asia Singapore part 1

Adam Lumia 920_20130403_015

Sebelumnya saya ingin cerita sedikit tentang bagaimana terkadang kesempatan datang secara tak terduga selama kita terus berusaha. Jauh sebelum hari ini, mungkin sekitar 2 bulan yang lalu, saya sudah melihat ada event Startup Asia Singapore yang diadakan oleh techinasia. Saya sebenernya sudah tertarik untuk ikut, syukur-syukur kalau punya rejeki untuk ikut buka stand di sana. Lumayan dong kalau ada stand perusahaan Indonesia di ajang yang besar tersebut bisa meningkatkan nama baik Indonesia serta bisa membesarkan Arsanesia juga 🙂 Lalu pas saya liat pricenya, untuk membuat stand biayanya 800 dolar, belum sama tiket pesawat dan akomodasi selama di Singapore, wah kok diitung-itung mahal yah, perusahaan belum mampu untuk ngecover biaya marketing sebesar itu. Akhirnya saya pun ikhlaskan saja, tapi sambil ngeluh di twitter tentang keinginan untuk datang ke startup asia dan benturan harganya.

Setelah saya ngetweet, salah satu sahabat saya, Pak Firstman yang bekerja di Intel mereply saya dengan pertanyaan “emang lu mau berangkat ke Singapore?” Lalu ketika saya ada kesempatan bertemu Pak Firstman, konon katanya Intel ada tiket masuk gratis yang bisa saya pakai. Wah, oke juga. Tapi rasanya klo diitung-itung biaya akomodasi dan transportasinya juga lumayan kalau untuk main doang ke sana. Saya pun berusaha mencari cara untuk bisa dapet stand di Singapore. Saya juga sempat nyolek rekan saya yang mengurus Teknojurnal, Firman, menanyakan tentang stand startup Asia. Ternyata Teknojurnal sebagai partner dari acara tersebut dapet diskon stand 25%. Wah lumayan tuh. Akhirnya saya dikenalkan oleh tim techinasia dan menanyakan intensi saya untuk datang ke acara tersebut. Saya juga iseng menanyakan apakah ada stand gratis :p Eh, tak disangka-sangka, ada promo stand gratis untuk startup games. So lucky 🙂 Terang aja langsung saya ambil. Kalau untuk akomodasi dan transportasi ke Singapore, kantor masih bisa nanggung. Lumayan hemat 800 dolar gara-gara promo tersebut 😀

Saya sampai Singapore tanggal 3 jam 17-an sore. Kebetulan saya satu pesawat dengan awak Teknojurnal, Firman dan Adit. Sampai Singapore kami langsung menuju hostel kami (yang juga mengingap di tempat yang sama) untuk menjemput Nia dari Nightspade (dia juga ngebolang sendirian di Singapore). Setelah itu, kami berempat menuju area Merlion Park karena rasanya agak kurang sreg dateng ke Singapore tapi gak menyapa si Singa Muntah itu :p Kami pun foto-foto di area Merlion Park dan makan di hawkers dekat situ. Taun lalu saya ke sana, ada nasi lemak enak, murah, dan banyak di sana. Akan tetapi ketika kami datang ke sana kemaren, saya cari-cari kok gak ada -_- Ya sudah lah. Waktu sudah menunjukan pukul 21:30, kami pun langsung pulang menuju ke hostel kembali.

penampakan hostel

penampakan hostel

Betewe, hostel Pillowtalk ini konsepnya bunker isi 24-an kasur kalau gak salah yang terdiri dari 3 bagian kamar yang disekat hanya oleh tirai gitu. Satu bagian khusus cewe dan sisanya campuran. Ini adalah pertama kalinya Saya menginap di dorm yang campuran, beberapa kali saya ke Singapore kalau tidak menginap di hotel, di dorm pun saya cari kamar yang ekslusif hanya untuk rombongan kami. Ternyata menarik kalau ke tempat yang isinya campuran gitu dan rata-rata backpackers. Selain karena sesama backpackers ramah satu sama lain, kita juga jadi bisa kenalan dengan banyak orang dari berbagai negara yang tujuan datang ke Singapore beda-beda. Misalnya saya kenalan dengan bapak-bapak yang tukang reparasi mobil yang berkeliling dari negara-negara di Malaysia, Singapore, dan Indonesia. Terus ada juga Ibu dan Anaknya yang masih kecil yang tidak bisa bahasa Inggris. Lalu masih banyak pengunjung lainnya yang saya belum sempat kenalan. Lalu karena beda negara, culture-nya pun beda-beda. Jadi di Kamar ada yang tidur hanya menggunakan pakaian dalam saja, ada yang bolak-balik ke kamar mandi (kamar mandi cuma ada tiga di sini) hanya pakai handuk (entah cewe atau cowo), dan masih banyak hal-hal aneh lainnya :p Tapi ya mungkin itulah sensasinya kalau tidur di penginapan yang seperti barak gini. Hihi.

Pamerannya sendiri baru mulai tanggal 4-5 April dan saya akan kembali ke Indonesia tanggal 6-nya. Nanti kalau ada cerita yang menarik lagi akan saya share 🙂

Iklan
About Adam Ardisasmita (1117 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

1 Comment on Business Trip Startup Asia Singapore part 1

  1. Adam, jangan lupa oleh-oleh ya!! Hehehe…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: