Iklan
My Journal

Membangun Ekosistem Game Dengan Gerakan Akar Rumput

Seperti yang pernah saya tulis di artikel sebelumnya, komunitas game developer bandung mulai mengadakan meetup rutin mingguan. Meetup spesial yang bernama GDB Ngariung ini sekarang sudah mau masuk ke meetup ke-3 nya. Memang masih sangat baru dan masih kesulitan menjaga dinamikanya mengingat kesibukan dari para anggota komunitas yang sangat tinggi. Tapi untungnya sih sampai hari ini terlihat efek yang sangat positif. Yang senior bisa berbagi ke yang junior, yang dapet kesempatan ikut sebuah event bisa berbagi ke yang tidak bisa ikut, dan yang baru dapat ilmu bisa membaginya kepada yang mau belajar. Niatnya sesimpel itu.

Awalnya gerakan ngariung ini kami mengopi bengkel gamelan yang ada di Jogja. Saya tahu di Bali juga ada meetup mingguan namanya Sangkep Bali, sharing akhir pekan bareng gamedev Bali. Tapi yang baru saya tahu, ternyata di Malang dan Surabaya juga aktif. Ini merupakan sebuah pergerakan komunitas yang sangat positif sekali karena dengan berkomunitas, industri game di daerah tersebut juga akan terus berkembang. Minggu ini saja, ada Game Dev Bandung Ngariung #3, Gamedev Malang Workshop, Sangkep GDE Bali, dan Bengkel Gamelan Jogja.

baca juga : Memulai Acara Komunitas Game Developer Bandung Ngariung

Yang berikutnya perlu dilakukan adalah koordinasi dan silaturahmi skala nasional. Antar komunitas kalau bisa saling kenal. Malah kalau perlu bisa saling bertukar ilmu. Kalau bisa membuat sebuah pegerakan atau acara atau kolaborasi dalam skala nasional, tentu lebih hebat lagi. Yang penting sih sekarang kita coba saja untuk menghubungkan benang-benang merah di tiap daerah. Inovasi memang lahirnya bottom up. Gerakan di daerah-daerah ini yang harus disupport dan didukung agar muncul inovasi baru yang bisa mempercepat ketertinggalan industri game di Indonesia dengan industri game di luar negeri.

Semoga motor-motor di tiap daerah bisa terus konsisten untuk menghidupkan komunitasnya. Menggerakan komunitas merupakan aktivitas yang tidak dibayar. Waktu yang harus diluangkan disela-sela kesibukannya mengurus studio masing-masing. Tapi mereka yang bergerak di komunitas inilah yang hatinya terpanggil untuk membangun daerahnya, membangun Indonesia. Kalau bisa muncul komunitas2 baru di tiap daerah dan terdapat jalur silaturahmi antar daerah yang baik, saya yakin kita akan mampu “ngebut” mengejar ketertinggalan kita dengan negara lain. Saya juga ingin share speech saya di GDB ngariung tentang empowring community. Bagaimana komunitas itu menjadi sangat penting untuk kemajuan game dev di Indonesia.

baca juga : Berbagi Dengan Game Developer di Bali

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Melihat Ekosistem Game Malaysia Yang Lebih Matang – Ardisaz
  2. Bekraf Game Prime 2016, Milestone Penting Industri Game Indonesia – Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: