My Journal

Belajar Pakai Game : Overcooked 2, Melatih Kerja Sama dan Koordinasi

Balik lagi di segment #BelajarPakaiGame dimana kita akan membahas sisi positif yang bisa dijadikan bahan pelajaran ketika bermain game. Dan tentu, tiap game memiliki rekomendasi usia yang harus disesuaikan yah dengan umur pemainnya. Kali ini, saya mau ngebahas sebuah game yang ini bener-bener cocok buat dimainin sekeluarga di ruang tamu. Game ini berjudul Overcooked 2. Kenapa yang seri kedua? Karena aku kenal game ini baru di sequelnya hehehe sebenernya yang seri pertamanya juga sama aja sih.

Dimulai dari rating gamenya dulu yah. Untuk umur berapa sih game ini? Ini adalah game yang aman untuk semua umur πŸ™‚ Jadi aku mainin game ini di rumah bisa sama istri dan anak ku yang masih umur 4 tahun waktu itu. Game nya bertema tentang memasak, jadi gak ada unsur violance atau hal-hal yang gak boleh dikonsumsi sama anak. Cuma emang ini merupakan game yang high tempo dan butuh koordinasi tangan yang cukup cekatan, jadi klo buat anak-anak tentu akan susah untuk memenangkan game ini yah. Game ini tersedia untuk platform PC, Playstation, Nintendo Switch, dan Xbox. Di HP gak ada yah.

Cara mainnya gimana? Kita bisa bermain sendiri maupun berempat secara bersamaan dalam satu permainan. Nanti di tiap level, kita diminta untuk running sebuah restoran. Mirip-mirip klo nonton film Hells kitchen lah yah. Jadi alurnya nanti ada order dateng, kita diminta menyiapkan bahan-bahannya, lalu kita masak, dan kita sajikan. Jika kita menyajikan makanannya tepat waktu, kita akan dapat poin. Nanti kalau waktu memasaknya habis, poin kita akan diconvert jadi bintang. Kalau kita sering gagal mengirimkan orderan, kita gak dapet bintang dan harus ngulang lagi di level itu. Tapi kalau kita mainnya cepet banget, kompak, dan selalu tepat waktu menyajikan masakannya, kita bisa dapet tiga bintang. Sebenernya ktia cuma butuh satu bintang aja untuk maju ke level berikutnya. Tapi buat orang-orang yang ambisius, harus tiga bintang dong hehehe

Cara masaknya gimana? Nah ini tergantung resepnya yah. Yang paling simpel, kalau kita mau bikin salad, kita cukup ambil bahan baku berupa tomat. Lalu kita bawa tomat itu ke meja untuk motong-motong tomatnya. Abis itu tomat yang udah kita potong kita bawa ke piring. Dari piring baru kita sajikan. Jadi deh. Simpel kan? Iya, ini level satu soalnya hahaha Semakin tinggi levelnya, kompleksitas gamenya makin seru.

Dari sisi resep dulu, nanti kedatangan order resep itu bisa sangat cepat sehingga kita harus bisa manajemen waktu dengan teman bermain kita siapa yang nyiapin masakan apa. Lalu ketika resep untuk membuat makanannya semakin kompleks juga, nah ini bener-bener harus jaga stasion yang berbeda. Misal kalau resep makanannya sushi, berarti ada orang yang masak beras, ada orang yang motong2 salmon, ada yang menggabungkan nasi dan salmo di piring, lalu mengantarkan ke meja order. Nah nanti resepnya bakal makin kompleks lagi. Ada makanan yang harus masukin tepung ke mixer, terus kita potong-potong udang, lalu udangnya kita gabungin ke mixer, begitu mixernya selesai, kita kukus, begitu matang baru kita taro di piring untuk disajikan. Belum lagi nanti kalau levelnya makin susah, piring setelah disajikan, harus kita cuci dulu untuk bisa dipakai menyajikan makanan lagi. Jadi perlu ada orang juga yang jaga di statsion cuci piring. Oh ya, ketika kita masak, itu kalau udah mateng, kalau gak segera kita angkat, bakal bikin kebakaran dan gosong hahaha jadi emang tantangannya adalah untuk bisa dengan cepat bagi-bagi tugas itu semua dengan tim kita.

Selain dari sisi resep, tantangan lain dari game ini adalah dari sisi desain level. Awalnya sih desain restorannya simpel banget. Ada tempat ambil bahan, ada tempat motong-motong bahan, ada tempat masak, dan ada tempat menyajikan makanan. Terus nanti naik ke level berikutnya, dari tempat motong-motong ke tempat masak musti nyebrang jalan raya. Terus nanti ada yang tempat ambil bahannya di kapal A, tempat motong-motongnya di kapal B, tempat masaknya di kapal C, dan tempat menyajikannya di kapal A lagi. Jadi kita harus oper-operan antar kapal. Dan masih banyak variasi level di game ini yang bikin tiap level punya tantangan yang berbeda-beda.

Lalu gimana caranya kita belajar menggunakan game ini, terutama untuk anak-anak? Yang jelas kalau anaknya masih kecil banget, tujuan main game ini bukan untuk menang yah, apalagi dapat bintang tiga. Di sini kita bisa mengajarkan anak untuk bekerja sama dan berkoordinasi. Task yang paling gampang adalah cuci piring. Jadi kita bagi-bagi tugas misalkan papa yang motong-motong, mama yang masak, terus anaknya yang cuci piring. Ata yang gampang lagi adalah ngambilin bahan dari kotak bahan makanan ke tempat potong-potong makanan. Atau juga bisa menyajikan makanan yang sudah ready. Tentu dikala main sama anak kecil, orang tua harus sabar yah hahahaha karena kadang kita juga jadi gak sabaran karena terbawa imersi gamenya itu sendiri.

Terus hal kedua yang bisa jadi bahan pelajaran buat anak adalah motorik halus. Game ini butuh banget hand eye coordination yang baik. Untuk menggerakan karakter, anak itu harus menggerakan tuas analog di kontroler dengan presisi. Jadi ini melatih betul kontrol motorik halus anak kita. Lalu instruksi yang ada di tombolnya juga berbeda-beda. ada tombol untuk berlari, ada tombol untuk mengambil barang, ada tombol untuk melakukan aksi (misal nyuci, motong, atau masak). Jadi koordinasi tangan bener-bener dilatih banget selama anak proses belajar dan bermain. Berhubung game ini baru ada di PC atau console, jadi cukup menarik banget melatih jari anak dalam menekan objek yang bentuknya fisikal. Berbeda kalau lagi main di HP yang hanya menekan di layar yang tidak punya tekstur dan kedalaman.

Jadi, saya sangat merekomendasikan game ini untuk dimainkan sekeluarga. Tidak hanya dengan anak-anak yah, bahkan main dengan teman-teman kita juga seru banget. Dan jangan lupa, ketika memberikan game kepada anak, ingat tiga hal. Rating game, durasi bermain, dan aturan dalam memberikan game kepada anak. Simak kembali tulisan saya yang ini kalau lupa cara memberikan game yang baik kepada anak agar tidak memberikan efek negatif. Yuk, kita belajar memakai game yang baik πŸ™‚

baca juga : Mengenal Game Sebagai Media Untuk Belajar Pada Anak-Anak Dengan Literasi Digital #BelajarPakaiGame

Baca juga : Agar Anak Tidak Kecanduan Game #BelajarPakaiGame

Baca juga : Cara Mengenalkan Game Untuk Anak #BelajarPakaiGame

About Adam Ardisasmita (1246 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Vice President Asosiasi Game Indonesia | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: