My Journal

Kilas Balik Satu Tahun Arsa Kids

Saat ini proyek game edukasi Arsa Kids sudah berjalan lebih dari satu tahun. Inisiasi awal Arsa Kids dilakukan sekitar bulan November 2015 dan game pertama rilis sekitar Februari 2016. Banyak sekali hal menarik yang bisa dipetik pelajaran dan berkesan selama satu tahun mengawal perjalanan Arsa Kids.

Jika dibandingkan dengan apa yang sudah dicapai teman-teman yang bergerak di game edukasi seperti Educa Studio, mungkin Arsa Kids masih jauh yah. Apalagi klo dibandingkan yang sudah kelas dunia seperti Toca Boca, ABCMouse, Disney Interactive, dan lain-lain. Tapi capaian yang dirasa selama setahun ini sangatlah berharga dan knowledge yang didapatkan sangat bermanfaat untuk ke depannya. Berikut adalah beberapa tantangan, pengalaman, dan juga hal yang berkesan selama mengembangkan game-game edukasi Arsa Kids.

Merubah Mindset

Sudah 6 tahun tim kami di Arsanesia mengembangkan game untuk entertaintment. Dalam proses membuat game selama ini, elemen paling penting yang menjadi konsiderasi adalah unsur fun. Untuk itu kami selalu mengedepankan desain game yang bisa membuat pemainnya senang, ingin kembali lagi memainkan game tersebut, hingga saking puasnya dengan game yang kami buat sampai mau mengeluarkan uang untuk bermain lebih dalam lagi.

baca juga : Tentang Arsa Kids, Pendidikan dan Teknologi

Ketika mendesain game edukasi, mindset tersebut harus diubah. Metrik utama yang harus diutamakan bukan lagi fun saja, tapi harus ada ketersampaian materi. Karena harapan dari game Arsa Kids adalah bisa menjadi media belajar yang memberikan impact positif kepada anak-anak yang memainkannya. Tentu unsur fun juga harus ada karena itulah bungkus yang paling utama dari sebuah edugame. Tapi terkadang goal edukasi di dalam game sering terlewat sehingga harus diulangi terus-terusan ketika mendesain game bahwa tujuan dari game ini adalah untuk mencerdaskan pemainnya.

Market Yang Berbeda

Untuk melakukan proses testing, user feedback, hingga marketing, selama ini kami sudah memiliki flow dan insfrastruktur yang mendukung untuk pengembangan casual game. Siapa saja circle dan expert yang bisa diminta feedbacknya, kemana harus menawarkan versi beta untuk mendapatkan review, hingga ke siapa harus menyebar press release agar user kita bisa mengetahui produk yang baru kita buat.

baca juga : [Gamelog] Aktivasi Sosial Media Arsa Kids

Namun untuk Arsa Kids, user yang harus ditest berbeda. Untuk play test, kita harus mengundang target market kita yang merupakan orang tua beserta anaknya yang masih preschool. Lalu untuk mencari expert, kita harus mencari kenalan di bidang psikologi anak, expertise di bidang edukasi, dan praktisi pendidikan yang berkaitan dengan anak usia dini. Belum lagi dari sisi marketing yang juga perlu pendekatan yang berbeda. Event-event pameran yang harus kami kejar untuk buka stand dan promosi pun berbeda dengan yang selama ini kami ikuti.

Tantangan Monetize

Untuk bisa mendapatkan keuntungan dari game edukasi ini juga agak tricky. Ini merupakan proses menyeimbangkan antara idealisme dengan fakta di lapangan. Salah satu contoh mudahnya, saat ini yang paling trend di mobile gaming adalah video reward ads. Namun tentunya model monetisasi seperti ini sangatlah tidak cocok untuk anak-anak.

baca juga : Arsa Kids Menjuarai Kompetisi VR Challenge Yang Diadakan Oleh Lenovo

Untuk monetisasi yang umum pun modelnya premium atau in app purchase. Tapi untuk di Indonesia, ternyata model ini tidak bisa diterapkan. Akhirnya kami kombinasikan menggunakan iklan (yang sebenernya kami ingin sekali hindari) dengan IAP untuk menghapus iklan. Untungnya ada yang melakukan pembelian untuk menghapus iklan karena menurut kami lebih baik tidak ada iklan di dalam aplikasi.

Apresiasi Positif

Salah satu hal yang paling berkesan selama setahun ke belakang ini adalah tingginya apresiasi positif terhadap produk-produk Arsa Kids. Banyak sekali feedback yang masuk ke tim kami yang isinya sangat membuat kami bahagia. Baru kali ini kami merasa mendevelop game merupakan profesi yang sangat mulia dan memberikan dampak positif secara nyata dari sisi edukasi.

baca juga : Makna Kemenangan Arsa Kids Pada Ajang Compfest 8

Tak hanya itu, banyak sekali pengakuan yang kami dapatkan dalam bentuk penghargaan dan juga kompetisi. Jujur saja, dari sekian banyak kompetisi yang kami ikuti, awalnya hanya iseng-iseng aja. Kami merasa klo dibandingkan dengan game atau apps, edugame dari sisi kecanggihan dan fitur tentu berada di bawah. Tapi fakta bahwa banyak sekali kompetisi yang Arsa Kids menangkan menunjukan bahwa konsep yang kami bawa ini valid, dibutuhkan, dan berkualitas. Awar dan apresiasi tentulah bukan tujuan utama kami, tapi hal tersebut menjadi booster semangat tersendiri bagi tim untuk bisa terus berkarya.

Plan Ke Depan

Tentu selama setahun ini kami mendapatkan banyak sekali amunisi untuk plan di tahun 2017 ini. Mulai dari konten yang disajikan lebih baik lagi, proses pengembangan yang lebih melibatkan banyak expert, ekspansi ke market yang lebih mature, hingga merencanakan strategi marketing yang lebih baik lagi. Ada juga feedback-feedback menarik yang bisa diterapkan di pipeline produk Arsa Kids yang berikutnya.

Untuk bisa mengeksekusi berbagai plan tersebut bukanlah hal yang mudah. Tentunya resource yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Arsa Kids merupakan investasi besar kami untuk mencoba berkontribusi untuk mencerdaskan generasi muda. Jadi kami juga mohon maaf apabila ada feedback dan saran dari teman-teman sekalian yang belum dieksekusi. Yang jelas tim Arsa Kids akan terus berusaha sekuat tenaga untuk menghadirkan konten game edukasi berkualitas. Ditunggu gebrakan-gebrakan Arsa Kids berikutnya di tahun 2017 yah 🙂

Iklan
About Adam Ardisasmita (1204 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: