Iklan
My Journal

[HandsOn] OnePlus One, Smartphone Android Spec Bintang Lima dengan Harga Kaki Lima

OnePlus One

Akhirnya saya berkesempatan untuk memegang device super langka yang sedang naik daun di dunia pergadgetan sejagat. OnePlus One, mungkin sebagian besar dari pembaca di blog saya belum pernah denger merk tersebut. *coba kita survey*

OnePlus One adalah merk Smartphone Android dari Cina, yang katanya merupakan pecahan dari OPPO (bahkan investornya sama). OnePlus One ini sedang menjadi hits di US. Banyak sekali reviewer gadget dan account teknologi yang excited dengan device ini. Mengapa? Karena OnePlus One dirancang sebagai Flagship Killer. Spesifikasi OnePlus One setara dengan berbagai device flagship seperti Samsung Galaxy S5, LG G3, HTC M8, dan lain-lain, namun harganya jauh di bawah itu. Kalau flagship device ranganya 700 dolar ke atas, OnePlus One yang paling mahal hanya 350 dolar -_- Itu mengapa device ini sedang menjadi artis di kalangan komunitas teknologi.

Kenapa OnePlus One bisa murah? Simpel. Mereka memangkas budget marketing. Misalkan biaya produksi sebuah device flagship adalah 250 dolar, maka biasanya akan ditambahkan margin untuk biaya marketing, biaya riset, biaya aftersales, dan lain-lain. Untuk OnePlus One, mereka menggunakan metode marketing via online. Untuk mendapatkan device ini pun kita harus punya invitasi. Invitasinya hanya bisa diberikan dari OnePlus sendiri atau teman kita yang telah membeli OnePlus One (akan dapat tiga invitasi lagi). Jadi device ini bisa dibilang cukup langka untuk dimiliki.

Kebetulan saya punya teman yang beruntung bisa mendapatkan OnePlus One. Ada dua seri OnePlus One, yang 16GB dan 64GB. Teman saya punya yang 64GB yang dibeli dengan harga 4,1jt rupiah saja. Itu harga yang sangat miring untuk spek yang gila-gilaan. Prosesor udah Snapdragon 801, RAM 3GB, kamera 13Mpx Sony Exmor (kamera depan 5Mpx), GPU Adreno 330, layar 5,5 inchi Full HD (1080) Gorila glass tiga, dan Batrenya super besar 3100 mAh. Ini spek sangat sadis. Lalu untuk OSnya menggunakan Cyanogen di Android Kit-Kat.

Kesan pertama saya ketika memegang device ini adalah sangat well design. Sentuhan fisiknya super oke, gak kayak HP cina yang keliatan murahnya baru dipegang doang. Apalagi yagn 64 GB pakai back case berbahan SandStone yang bikin OnePlus One unik. Saya coba test performanya, so far sangat fluid dan gak laggy. Cyanogen itu termasuk yang tidak terlalu berat kerjanya sehingga responsif di tangan kita. Kualitas kameranya juga sangat baik. Yang paling menonjol adalah kapasitas batrenya yang membuat device ini bisa bertahan sangat lama.

Namun kekurangannya adalah untuk tangan orang Indonesia, 5,5 inchi itu terlalu besar di tangan. Ukurannya setara sama Galaxy Note 3, sehingga sulit digunakan satu tangan. Kemudian masalah terbesarnya adalah aftersalesnya. Misalkan terjadi kenapa-kenapa dengan OnePlus One saya (banyak yang komplain ada titik kuning di layarnya), musti dibenerin dimana? Di Indonesia belum ada costumer servicenya sehingga agak ngeri juga kalau kenapa-kenapa. Terus masalah terbesar adalah device ini sulit didapatkan. Pertama harus ada invitasi. Ada pre-ordernya sih di web resminya di tanggal 27 nanti. Tapi masalah berikutnya adalah untuk beli itu harus pake akun paypal US dan punya alamat US. Setelah itu kirim ke Indonesianya juga PR sendiri, ada biaya kirimnya lah, bea cukainya, dan lain-lain.

So far itu sih kesan yang saya dapatkan dari mempelajari device ini dari review-review di internet serta memegang langsung barangnya. Untuk harga segitu, specnya sangatlah lebih dari cukup. Cuma masalahnya adalah dapetin device ini juga susah. Kalau udah dapetpun, kalau ada apa2 sama device ini juga repot musti kemana. Yah semoga aja OnePlus One segera hadir di Indonesia beserta costumer servicenya. Di forum saya melihat ada gosip salah satu eCommerce di Indonesia akan bekerja sama dengan OnePlus One. Mari kita lihat saja perkembangannay gimana.

Di bawah ini saya berikan video hands on dengan OnePlus One. Kalau ada yang tertarik dan butuh invitasi, bisa coba kontak twitter saya, @ardisaz,  siapa tau saya dapet invitasi lebih. Oke, jangan lupa like dan rate postingan ini yah 🙂

Iklan
About Adam Ardisasmita (1204 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

2 Comments on [HandsOn] OnePlus One, Smartphone Android Spec Bintang Lima dengan Harga Kaki Lima

  1. ribet banget kalo harus beli dan dikirim via US.. jadinya gak murah lagi deh

    Suka

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Share Gadget dan Gear di 2015 | Ardisaz
  2. [Review] OnePlus One, Smartphone Android Premium Dengan Harga Terjangkau | Ardisaz
  3. Pindah Dari Cyanogen ke Oxygen OS – Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: