My Journal

Pentingnya Orang Bisnis Dalam Sebuah Studio Game

Ketika planning untuk membuat Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) yang pertama, saya melakukan survey dan interview dengan banyak studio game terkait materi dan workshop apa yang diinginkan oleh teman-teman pelaku industri game di Indonesia. Hampir semuanya request materi teknikal atau post mortem. Hampir tidak ada yang ingin materi bisnis, bahkan ada game developer yang bilang “jangan materi tentang bisnis terus dong”. Dalam hati, saya bertanya-tanya, emang udah ada yah acara yang ngebahas sisi bisnis dari membangun studio game?

Pengamatan saya melihat banyak studio game yang lahir dan mati semenjak 2011, mereka yang mati ini jarang yang karena kemampuan teknikal. Mostly karena bisnisnya. Entah problem di management internal tim, problem di pengaturan resource, problem di funding, problem di marketing, dan lain sebagainya. Ini bisa jadi satu artikel yang menarik juga yah membahas penyebab kematian studio game di Indonesia. Karena kegagalan-kegagalan ini biasanya topik tabu yang jarang diangkat. Yang dibahas yang sukses-suksesnya aja. Padahal dibalik kegagalan dan kematian itu, ada banyak sekali hal yang bisa dijadikan pembelajaran untuk studio game yang lain yah.

Teman-teman yang saya lihat bisa survive lebih dari 5 tahun di industri game kita, mostly mereka punya orang bisnis yang jago di dalam timnya. Entah ada developer yang merangkap ngurus bisnis di dalam tim atau ada anggota tim nya yang memang bukan developer, pure orang bisnis. Karena membuat game dengan membuat studio game adalah dua hal yang berbeda. Kalau ditanya, untuk bikin game, butuh apa aja sih? Jawabannya ya butuh PM, programmer, artist, designer, audio, QA, dst. Tapi kalau mau bikin studio indie game sendiri, harus ada orang yang ngurus studionya. Kalau di startup, butuh at least tiga role ini. Hacker, Hustler, Hipster. Game developernya berarti hacker dan hipsternya, orang bisnisnya hustlernya. Karena bikin game bagus pun, klo gak ada yang bisa ngejualnya, gak akan bisa menghasilkan toh.

Belum lama ini saya dapet cerita yang agak cukup ngeri yah. Ini saya banyak samarkan aja yah biar gak menjatuhkan siapapun. Ada studio game namanya Mawar. Mawar ini lagi nyari funding nih untuk game yang lagi dia bikin. Gamenya di Indonesia lumayan viral dan menarik atensi. Suatu ketika, ada orang kaya yang ngeliat game itu di Youtube dan tertarik. Ngajak meeting lah si orang kaya itu dengan mawar. Meeting berjalan 30 menit, si orang kaya itu tertarik, dan udah mau ngasih duit ke Mawar dengan nilai yang fantastis. Tapi di meeting itu, entah karena takut atau gak percaya, si CEO itu melontarkan sebuah kalimat yang cukup fatal. Akhirnya, satu kalimat yang ia lontarkan membuat deal tersebut langsung lenyap. Buat aku dari kacamata developer, bisa sangat berempati dengan kenapa kalimat itu bisa keluar. Kalimat itu keluar murni karena CEOnya Mawar tidak paham model2 pendanaan, tidak mengerti cara profiling orang sebelum ketemuan untuk meeting, tidak terbiasa making quick and important decision, tidak berani bertanya jika ada keraguan, dan belum tahu cara menggali opportunity serta menjalin relasi yang baik dalam meeting yang singkat. Tapi buat aku, dari sisi kacamata bisnis, harusnya ada banyak sekali kalimat lain yang bisa dipilih sehingga bisa membuat decision yang aman dan menguntungkan.

Cara negosiasi, cara branding, cara manage company, cara grow company, cara pitching, cara networking, cara lapor pajak, cara bikin company profile, cara bikin email, cara nyebar demo ke media, dan banyak lagi cara-cara lainnya yang itu berada di luar ranah game development, yang harus dimiliki oleh semua studio game. Jadi coba cek lagi ke studio game masing-masing, apakah kita sudah punya orang bisnis? Kalau belum, apakah ada di tim kita yang mau belajar bisnis dan ngurus bisnisnya? Atau kalau gak ada, jangan ragu untuk hire orang bisnis untuk ngebantu studio game kita.

About Adam Ardisasmita (1246 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Vice President Asosiasi Game Indonesia | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

1 Trackback / Pingback

  1. CEO Itu Kerja Gak Sih? Kok Di Luar Terus – Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: