My Journal

Trust Your Gut

Menjalankan perusahaan sendiri cukup menarik karena terkadang tidak ada rumusan baku apa yang harus kita lakukan dalam menghadapi sebuah tantangan atau pilihan. Bisa kita coba bertanya atau diskusi dengan mentor bisnis, dengan sesama pelaku bisnis, dengan co-founder, dan juga dengan seluruh anggota tim kita. Tapi terkadang, tetap ada pilihan yang mana opini dan angka-angka saja tidak bisa menjadi patokan untuk mengambil pilihan tersebut. Untuk itu, saya pribadi selalu mengapresiasi setiap pilihan bisnis yang diambil oleh teman-teman saya sesama co-founder yang terkadang mengambil pilihan besar yang cukup ekstrim.

Salah satu sesi IWIC bootcamp yang cukup berkesan bagi saya kemarin adalah sharing dari Pak Calvin Kizana, co-founder dan CEO Picmix. Saya kebetulan sudah kenal beliau dari tahun 2011 ketika saya ikut Project Eden dan beliau menjai salah satu mentor di sana. Kala itu, Picmix belum ada. Yang ada perusahaan bernama Elasitas yang menurut saya punya portofolio produk dan network yang sangat strong. Ketika tiba-tiba memilih untuk exit dan mendirikan Picmix, kala itu saya menganggap itu sebuah perubahaan yang sangat ekstrim. Tapi buktinya beliau berhasil membuat Picmix menjadi satu-satunya aplikasi buatan Indonesia yang bisa punya 50jt users worldwide.

baca juga : Modal Terbesar Sebuah Startup

Yang paling saya suka dari presentasi Pak Calvin adalah beliau selalu sharing dengan topik “kisah gagal.” Yup, bukan kisah sukses, bukan rangkaian keberhasilannya, tapi justru rentetan kegagalannya selama menjadi serial enterpreneur. Menurut saya ini adalah sisi enterpreneur yang jarang sekali diungkap, padahal merupakan topik yang sangat penting. Kenapa penting? Karena pada dasarnya menjalankan perusahaan dan menuju kesukesan itu jalannya adalah satu kegagalan demi kegagalan yang lain. Mereka yang sukses adalah yang berhasil bangkit dan belajar tiap kali kegagalan. Dan Pak Calvin secara explisit menceritakan berbagai kegagalan dia, berbagai kesalahan dalam memilih keputusan, dan lain sebagainya.

Jadi dari situ, saya selalu percaya bahwa menjadi enterpreneur, defaultnya adalah gagal. Membuat sebuah keputusan, lalu gagal, belajar, bangkit lagi. Yang salah adalah kalau kita tidak berani mengambil keputusan dan memilih untuk mundur dan diam. Jadi terkadang, kalau kita sedang berada dalam kondisi harus memutuskan hal yang sulit dan mungkin angka-angka bertentangan dengan keyakinan kita, ada kalanya kita harus percaya dengan kata hati kita. Trust your gut. Kalau pun ternyata kata hati kita salah, ya gak masalah, at least kita udah coba. Yang penting gimana kita recover dari kegagalan itu dan keep improving sampai pada akhirnya “jatah gagal” kita sudah habis 🙂 Seperti Pak Calvin yang merasa bahwa harusnya proses exit dari Elasitas bisa lebih tinggi lagi impactnya untuk beliau, atau ketika PicMix sempat butuh dana besar untuk pivot sehingga nekat untuk pinjam uang dengan jumlah besar padahal belum tahu bisa balikin dari mana, dan lain sebagainya.

baca juga : Project Management Tools Untuk Startup

Pesannya, buat para enterpreneur di luar sana, jangan sedih kalau gagal atau membuat keputusan yang salah. Boleh deng sedih, tapi ya jangan lama-lama. Coba pelajari salahnya dimana dan dijadikan bahan pelajaran agar tidak terulang lagi di kemudian hari. Lalu besok pagi, ketika matahari terbit, kita harus sudah siap dengan semangat baru untuk melangkah lagi 🙂

*btw tulisan ini dibuat di Maxx Coffee Gedung Berita Satu sebelah Balai Kartini dalam rangka datang ke TechinAsia kepagian, pintu belum dibuka, jadilah nongkrong di sini dulu buat numpang kerja

Iklan
About Adam Ardisasmita (1204 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

1 Comment on Trust Your Gut

  1. Wah iya, barusan denger podcast yg pembicaranya Yansen Kamto dia juga bilang pelaku startup kalo jadi pembicara ngomongnya yg gak bagus-bagus aja biar tau susahnya bangun startup. Haha

    Kayaknya saya harus banyak baca post blog ini ttg startup, soalnya saya juga sedang coba membangun .☺

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: