My Journal

Bedanya Startup dengan Perusahaan Besar

Screen Shot 2013-08-20 at 6.08.34 PM

Belakangan saya lagi hobi dengerin podcast Entrepreneurial thought dimana Standford ngundang berbagai pelaku digital setiap beberapa periode tertentu dan menguploadnya di iTunes. Seru dengerin kisah2 menarik seperti masa ketika Mark Zuckerberg cerita tentang Facebook pas dia masih cupu dan Facebook adalah sosial media khusus untuk universitas. Ada satu juga kisah yang menarik dari mantan pegawai eBay (perusahaan yang super besar) yang kemudian membuat startup sendiri bernama Wikia. Dari cerita panjangnya, ada satu kisah yang menarik tentang kenapa dia pindah dari eBay dan membuat startup sendiri dan apa bedanya startup dengan perusahaan besar.

Gil Penchina menceritakan kisahnya. Dia telah menduduki posisi yang sangat tinggi. Ditempatkan di Perancis dengan tempat tinggal persis di samping menara eiffel. Punya ratusan pegawai di bawahnya. Pertanyaannya, hal apakah yg membuat ia memutuskan untuk resign? Gil bercerita, perbandingan antara startup dengan perusahaan besar itu ibarat skateboard dan kapal feri. Startup itu seperti skateboard, dimana kita menggerakan skateboard dengan kayuhan kaki kita sendiri, sangat mudah berbelok kesana kemari, melompat, dan sering kali harus terjatuh, terluka. Sedangkan perusahaan besar itu ibarat kapal feri dimana apa yang dia lakukan tidak akan bisa membuat kapal feri dengan mudah berbelok 90 derajat, dia bisa memberikan kontribusi untuk kapal tersebut, tapi efeknya tidak bisa langsung dirasakan. Ada atau tanpa ada Dia, kapal tersebut bergerak secara konstan. Hal itu membuat dia merasa jadi tidak berkembang dan hal yang paling dia rindukan adalah tantangan dan adrenalin seperti ketika bermain skateboard.

Buat saya yang dari (sebelum) lulus berkutat di dunia startup, saya hanya bisa mengonfirmasi bahwa startup itu benar bisa diibaratkan seperti skateboard. Kaki yang kita kayuhkan itulah impact yang kita berikan. Kita bisa melihat rintangan, belok dengan cepat, melompat, berbalik arah, bahkan seringkali harus terjatuh. Saya tidak bisa membenarkan apakah seperti itu kondisi jika bekerja di perusahaan besar? Sepertinya tergantung posisi orang tersebut di perusahaan dan kondisi perusahaan tersebut.

About Adam Ardisasmita (1232 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Vice President Asosiasi Game Indonesia | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Fokus dan Eksekusi adalah Kunci Kesuksesan Spotify | Rumah Pikiran Ardisaz
  2. Startup yang Lahir dari Kombinasi Akademis dan Industri | Rumah Pikiran Ardisaz
  3. 8 Pelajaran Tentang Startup dari Komik One Piece | Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: