Iklan
My Journal

Satu Jam Mengelilingi Sejarah Indonesia di Museum Sejarah Nasional Monas

Saat ini di Indonesia kondisi museum cukup memprihatinkan. Museum ada yang tidak terawat dengan baik atau kurang menarik minat pengunjung untuk berwisata ke museum. Wajar sih, di era teknologi seperti sekarang, berbagai informasi bisa di dapat dengan mudah di internet sehingga mungkin orang jadi malas ke museum.

Padahal kalau dikelola dengan baik, museum bisa jadi wahana dan tempat rekreasi sekaligus belajar yang baik. Kalau dibandingkan dengan museum di negara maju, museum kita jauh tertinggal. Di luar negeri, museum dirancang dengan sangat baik sehingga pengunjung bisa bersenang-senang dan mendapatkan pengalaman yang menarik ketika berkunjung ke museum. Di Indonesia pun sebenarnya bisa.

Hal ini lah yang Intel Indonesia beserta pemerintah kota Jakarta coba lakukan. Salah satunya dengan mengundang para developer lokal untuk datang ke museum di Monas, berkeliling, dan mencari inspirasi kira-kira hal apa yang bisa kita, developer lokal, kontribusikan. Dalam hal ini, kita akan memanfaatkan teknologi real sense dari Intel untuk menambah experience pengunjung museum di Monas.

baca juga : Kompetisi Teknologi RealSense dari Intel

Selama kurang lebih satu jam, saya dan teman-teman developer yang terpilih oleh Intel dipandu untuk berkeliling diorama di museum sejarah nasional. Satu hal yang saya tangkap, experience pemandu yang mengajak kami berkeliling wisata sejarah ini tidak tergantikan. Beliau sangat passionate dengan sejarah, sangat memahami berbagai peristiwa sejarah, bahkan sempat mengunjungi langsung titik-titik bersejarah sebagai bagian dari pencarian fakta dan data (yang katanya budget tersebut sudah di-cut oleh ahok :p). Sebagai orang yang dulu paling gak suka sejarah, saya menikmati betul perjalanan ini.

Lalu kami juga diajak ke ruang proklamasi untuk melihat (salinan) teks proklamasi dan sesi tanya jawab dengan pemandunya. Beliau juga banyak curhat tentang apa yang dibutuhkan oleh Monas (berhubung bapaknya sudah 30tahun menjadi pemandu monas). Dari sini kita juga dapat banyak inspirasi mengenai apa yang bisa kita berikan untuk monas agar lebih menarik lagi. Karena ternyata, ketika saya datang ke monas tanpa pemandu dan dengan pemandu, pengalamannya amat jauh berbeda. Dan kalau kita bisa menciptakan experience yang sama menariknya dengan menggunakan real sense dari Intel, pasti akan wow. Jadi, let’s see apa yang bisa kita coba kembangkan yah 🙂

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

1 Trackback / Pingback

  1. Meeting Super Singkat dan Lama Di Jalan – Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: