Iklan
My Journal

Hati-Hati Mendengarkan User Feedback

Oke ini postingan ketiga oleh-oleh saya dari acara Google Launchpad yah. Buat yang belum baca, ini tulisan pertama, ini tulisan kedua. Di tulisan ini lebih mendalami lagi tentang proses validasi (saya sarankan baca dulu tulisan kedua yah).

Jadi proses validasi ide, masalah, atau solusi ternyata bukan hal yang mudah. Udah ketemu target market yang profilnya sesuai pun, belum tentu jawaban yang dia sampaikan akan membantu kita validasi.

Kadang orang cenderung untuk “berbohong” jika ditanya tentang masalah mereka. Entah ngakunya mengalami masalah itu atau ngakunya tidak mengalami masalah itu, tapi kenyataannya berkebalikan. Jadi ada dua cara yang bisa kita lakukan untuk memvalidasi.

Pertama adalah memilih pertanyaan. Jangan pakai pertanyaan “apakah hal ini bermasalah bagi anda?” tapi fokus ke variabel yang bisa menyimpulkan jawaban dari pertanyaan itu.

Misalkan nih, “apakah proses produksi yang anda lakukan kurang efisien?” Kita ganti jadi “berapa lama waktu produksi yang dibutuhkan?” “Berapa biaya produksi dan berapa banyak yang terlibat dalam proses produksi tersebut?” dan berbagai pertanyaan yang tidak langsung ke kesimpulannya. Mungkin di akhir baru kita tanya apakah itu menurut anda efisien atau tidak.

Yang kedua yang paling penting adalah observasi. Ini saya pakai contoh kasus saja yah. Jadi dulu Starbucks ada masalah yakni antriannya panjang. Akhirnya coba dicari solusi untuk mengatasi masalah antrian ini. Apakah harus bikin apps, apakah harus menambah kasir, dan banyak ide solusi lainnya.

Akhirnya dikirimlah empat orang researcher ke berbagai kafenya. Masing-masing orang punya tugas yang sangat spesifik. Orang pertama mengamati tangan kanan si barista, orang kedua tangan kiri barista, orang ketiga kaki kiri, dan orang keempat kaki kanan. Seharian diamati terus dan dicatat waktunya.

Kesimpulannya adalah barista Starbucks terlalu banyak menghabiskan waktu untuk berjalan dan kurang memanfaatkan tangan kirinya. Solusinya yakni mendesain ulang layout kafenya sehingga semua alat yang dibutuhkan ada dalam jangkuan dan memanfaatkan kedua tangan barista. Bahkan mereka mendesain ulang kulkas sehingga bisa dibuka dengan tangan kiri agar tangan kanannya bisa bekerja.

Solusi seperti itu mungkin tidak akan bisa ditemukan kalau hanya bertanya ke barista apa yang membuat mereka bisa lebih cepat melayani pelanggan. Karena terkadang, mereka tidak menyadari masalah mereka dan dibutuhkan pengamatan jeli untuk menemukannya.

So, proses validasi ini ternyata bukan proses yang simpel yah. Kalau kita bisa validasi ide kita dari awal dengan baik, proses berikutnya akan jauh lebih mudah. Entah itu untuk mengembangkan produk, mencari investor, partnership, hiring, dan lain-lain.

Oke paling itu sih sharing dari saya. Semoga bermanfaat yah informasinya. Kalau ada yang mau ditanyakan atau didiskusikan, bisa langsung tinggalkan komentar di bawah ini yah 🙂

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

7 Comments on Hati-Hati Mendengarkan User Feedback

  1. Nice sharing mas dan salam kenal.
    Melakukan validasi. Sesuatu yang belum pernah saya coba

    Suka

  2. Bang blh minta akun sosmed ga ? Bbm ? Line ? Keren artikelnya bang 👍

    Suka

1 Trackback / Pingback

  1. [Gamelog] Aktivasi Sosial Media Arsa Kids – Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: