Iklan
My Journal

Kursi Emas, Sisi Gelap Pendidikan Menengah di Depok

Sesungguhnya program pendidikan yang sekarang bisa dilihat berpihak kepada masyarakat. Alokasi anggaran pendidikan yang lebih besar membuat masyarakat bisa bersekolah di sekolah negeri tanpa biaya sepersen pun. Ini artinya hak pendidikan bisa dipenuhi oleh mereka yang ingin belajar.

Sayangnya kondisi yang ada sekarang masih penuh dengan praktik kecurangan. Mirisnya lagi nih, oknum pelakunya adalah orang-orang yang bekerja diranah pendidikan itu sendiri. Entah oknum sekolah atau dinas pendidikan setempat. Sebuah area di tengah-tengah rantai komando pendidikan yang saat ini masih sering “dimainkan” untuk memenuhi perutnya sendiri.

Jadi ceritanya begini. Saya punya adik yang bersekolah di sebuah sekolah negeri di Depok. Saya tidak sebutkan nama sekolahnya agar tidak mencemarkan nama baik sekolahnya. Tapi saya sebut kota Depok agar pemerintahnya sadar akan situasi ini, dan lagi walikota Depok kebetulan tinggalnya sekomplek dengan saya, mungkin aja baca tulisan ini :p

Jalur Masuk SMA Saat Ini

Screen Shot 2015-08-24 at 6.47.09 PM

Sebelum dimulai, saya ingin share dulu sekarang gimana prosesnya kalau mau daftar ke SMA negeri. Total ada tiga jalur yang bisa kita gunakan. Metode seleksinya menggunakan NEM yang disubmit ke sistem secara online sehingga transparan.

  1. Jalur pertama adalah jalur lintas zona dimana siapapun bisa daftar ke sekolah tersebut. Misalkan dari Depok mau ke Jakarta atau dari Depok Barat ke Depok Timur. Tapi kuota lintas zona ini hanya sedikit sekali jadi emang yang nilai NEM-nya bagus yang bisa masuk.
  2. Jalur kedua adalah jalur dalam zona. Kita bisa mendaftarkan diri lagi, secara online juga, ke sekolah yang masuk di dalam zona kita. Biasanya kuota di sini lebih besar.
  3. Jalur ketiga adalah jika masih ada yg belum keterima, kita bisa ditempatkan di sekolah dimana saja di dalam area tersebut (misalkan Jakarta). Atau menunggu ada yang tarik berkas.

Catatan pentingnya adalah semua proses tersebut dilakukan secara online sehingga transparan, proses tersebut menggunakan NEM sebagai satu-satunya persyaratan (selain aturan zona yang berarti menggunakan alamat tinggalnya), dan yang terpenting adalah bebas pungutan biaya satu persen pun.

Praktik Jual Beli Kursi Emas

Screen Shot 2015-08-24 at 6.49.12 PM

Nah balik lagi ke cerita sekolah adik saya. Jadi melalui tiga jalur tersebut, sudah keterimalah sekitar 300an siswa baru dimana terdapat 9 kelas dengan kapasitas 34-an orang. Menurut saya agak penuh sih satu kelas 30an orang itu. Waktu SMA lalu, satu kelas hanya berisi 24 orang agar bisa efektif. Apalagi sekarang pakai kurikulum 2013 yang bakal banyak interaksi guru dengan murid. Tapi yasudah, mau gimana lagi, memang masih belum ideal tapi terus diperbaiki saja.

Lalu setelah kurang lebih 4 minggu kegiatan belajar mengajar berjalan, terdapat satu kejadian yang cukup membuat sekolah tersebut heboh. Jadi di hari Senin, tiba-tiba sekolah tersebut ketambahan ratusan siswa baru. Satu kelas jadi harus menampung 45-an orang. Dan gosipnya bakal ada gelombang baru lagi yang masuk. Pertanyaannya, ini mereka masuk dari jalur mana?

Ternyata terkuak juga bahwa di Depok ada jalur ke empat, yakni jalur belakang. Dari pengakuan beberapa temen adik saya, memang ketika mendaftarkan, ada “tawaran” jalur keempat ini. Dengan biaya 5-40jt rupiah, mereka bisa mendapatkan kursi emas di sekolah tersebut tanpa melalui persaingan NEM yang transparan.

Cerdiknya, metode ini disamarkan dengan sebutan program afiliasi. Saya tidak tahu definisi afiliasi yang digunakan oleh oknum2 ini, tapi klo di SMA saya dulu, memang ada afiliasi dengan SMA lain untuk mengkopi kurikulum dan sistem belajar di SMA saya. Ya tapi itu beda SMA dan statusnya mereka swasta juga. Nah ini afiliasi judulnya, tapi prakteknya yah jalur kursi emas.

Jadi ada dua pelanggaran besar yang terjadi di sini. Satu mereka memasukan siswa dengan jalur yang gak resmi dan gak transparan dan dua mereka memungut biaya dari siswa.

Penolakan Dari Guru dan Murid

Screen Shot 2015-08-24 at 6.48.39 PM

Di SMA adik saya, kepala sekolahnya menolak dengan tegas adanya kursi emas ini. Itu mengapa empat minggu pertama pembelajaran di sekolahnya tidak ada siswa2 kursi emas yang masuk. Eh, tau-tau kepala sekolahnya dicopot dan diganti. Baru deh ratusan siswa itu masuk.

Untungnya gelombang penolakan terjadi sangat keras. Empat wakasek di sekolah tersebut mengundurkan diri. Bahkan para siswa yang sekolah di sana juga tidak terima dengan adanya siswa-siswa yang masuk menggunakan jalur tidak resmi ini. Orang tua pun banyak yang protes dengan kasus ini.

Kejadian ini menunjukan bahwa praktek gelap kursi emas masih terjadi dimana-mana, terutama di kota Depok. Bahkan untuk status sekolah unggulan pun ternyata masih ada kursi emas yang diperjualbelikan seperti ini.


Kasian loh. Bukan hanya kasihan ke gurunya yang beban mengajarnya meningkat atau kasihan ke siswa lainnya yang belajarnya jadi tidak kondusif. Tapi kasihan ke ratusan anak2 yang masuk lewat jalur kursi emas ini. Semenjak dini, mereka sudah tertanamkan mindset gelap seperti ini. Kita harus menjaga mereka juga supaya moral mereka tetap terjaga. Masyarakat harus tetap bisa berperan sebagai moral compass agar generasi masa depan kita tetap bersih dan berintegritas.

Saya sendiri belum tahu kelanjutan dari kasus kursi emas ini di Depok seperti apa sekarang. Yang jelas katanya orang tua siswa mau melakukan pertemuan, OSIS di sekolahnya membuat semacam kampanye, dan saya tidak tahu usaha apa yang sedang ditempuh pula oleh para guru. Yang bisa saya lakukan hanyalah membagi kabar dan tulisan ini kepada teman-teman semua agar bisa punya pandangan tentang kondisi pendidikan Indonesia saat ini. Syukur-syukur dari teman-teman ada yang bisa mempunyai solusi dari permasalahan ini. Kita doakan yang terbaik saja yah 🙂

Iklan
About Adam Ardisasmita (1204 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

2 Comments on Kursi Emas, Sisi Gelap Pendidikan Menengah di Depok

  1. Kang, itu buat watetmark di foto pake software apa ya?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: