Iklan
My Journal

[Gamelog] Panduan Mendapatkan Uang Dari Iklan Mobile

Banyak developer pemula yang baru mau bikin app atau game bingung, nanti bisa dapat uang dari mana yah? Sebenernya cara untuk monetisasi aplikasi ada banyak banget yah, mulai dari paid app, in app purchases, iklan, dan lain-lain. Nah pertanyaannya, berapa banyak sih uang yang akan didapatkan? Harus berapa banyak download yang dicapai untuk bisa dapat sekian rupiah?

Untuk menjawab hal itu, saya coba diskusi dengan beberapa game dev juga selain dari pengalaman pribadi. Biar fokus, saya akan coba merancang panduan untuk monetize per-metode yang dipakai. Karena pada faktanya, tiap aplikasi atau game punya pilihan model monetisasinya sendiri-sendiri.

Untuk kali ini, saya akan mulai coba ulas tentang panduan untuk mendapatkan uang menggunakan iklan di dalam aplikasi mobile, terutama game. Ada beberapa gamedev yang saya ajak diskusi untuk merangkai postingan ini yakni Andi Taru dari Educa Studio, Ube dari Agate Jogja, Irwanto dari TebakGambar, dan beberapa rekan-rekan developer lainnya. Mungkin gak akan semuanya representatif dan bisa digeneralisir, tapi semoga bisa menjadi bayangan aja gimana caranya sukses dengan iklan di dalam aplikasinya.

Jenis-Jenis Iklan

Mobile ad networks

Mobile ad networks

Iklan dalam aplikasi kian hari kian variatif. Ada yang modelnya layaknya iklan di koran berupa penempatan logo/gambar di sisi layar (banner ad), ada juga yang modelnya satu layar penuh yang muncul di antara transisi layar (interstitial), ada juga yang modelnya disematkan di antara konten-konten aplikasi, dan banyak model lainnya. Media iklan yang dimainkan juga beragam, ada yang gambar, video, atau aktivitas yang harus dilakukan (misal klik link, like, follow, dll).

Jadi dari tiap jenis iklan tersebut yang akan ditampilkan di dalam aplikasi kita, kita akan mendapatkan bayaran. Biasanya urutan yang bayarannya paling rendah ke paling tinggi adalah:

  1. User melihat iklan (impresi)
  2. User membuka iklan (klik)
  3. User menonton video
  4. User menginstall aplikasi
  5. User membuka/memainkan aplikasi

Nah untuk memanfaatkan iklan-iklan tersebut, ada banyak sekali layanan iklan yang bisa dipilih. Misalkan untuk impresi atau klik bisa pakai AdMob dari Google, untuk menonton video bisa menggunakan UnityAd atau Chartboost, dan lain sebagainya. Jadi memilih jenis iklan yang mau dipakai serta layanannya juga harus dipertimbangkan dengan matang. Tapi pada tulisan kali ini saya belum akan membahas memilih jenis iklan atau layanan mana yang tepat karena butuh pembahasan lebih panjang lagi. Yang jelas, tidak semua jenis iklan cocok dengan semua jenis aplikasi/gameplay/demografi/faktor penentu lainnya 🙂

Rumus Baku Pendapatan dari Iklan

Contoh penggunaan iklan banner pada aplikasi milik Educa Studio

Contoh penggunaan iklan banner pada aplikasi milik Educa Studio

Di antara kelima hal tersebut, jenis iklan yang paling mudah diimplementasikan adalah iklan berbasis impresi. Ibaratnya tanpa perlu desain user experience dan flow aplikasi yang bagus, penggunaan iklan berbasis impresi saja sudah bisa menghasilkan. Ini juga metode yang disarankan untuk developer pemula.

Nah pertanyaannya, kira-kira berapa sih besar uang yang akan kita dapatkan kalau menggunakan iklan dengan model impresi? Saya coba share rumus dari Andi Taru, pemilik Educa Studio yang memiliki ratusan aplikasi. Sebagian besar aplikasinya menggunakan iklan berbasis impresi miliki layanan Google, Admob. Berikut adalah rumus penyederhanaan (ini rumus kasar yah) untuk memperkirakan pendapatan.

Rumusnya: Revenue = Daily Active User x Session x Harga Iklan / 1.000

Daily Active User (DAU) adalah berapa banyak orang yang memainkan/membuka aplikasi kita dalam sehari. Session berapa kali pemain itu membuka aplikasi dalam sehari. Dan harga iklan adalah biaya yang dibayarkan kepada kita dari aktivitas iklan di aplikasi kita.

Contohnya nih: 1.000 DAU x 2 Session x $1 / 1000 = $ 2,00 (artinya dalam sehari, kalau ada 1000 user aktif, maka kita bisa dapat 2 dolar perhari.)

baca juga: [Gamelog] galau menentukan layanan iklan

Untuk DAU kita bisa terus tingkatkan dengan melakukan promosi sehingga jumlah downloadnya besar. Untuk jumlah sesi juga bisa kita tingkatkan dengan desain dan kualitas aplikasi yang baik sehingga pemain mau datang lagi dan membuka aplikasi kita. Yang menarik adalah harga iklan, kalau kata Andi, $1 itu angka optimis. Realitanya paling $0.01 harganya, jadinya dalam sehari cuma dapet $0.02. Miris kan? Tapi Educa Studio dan studio game lainnya kok bisa mendapat penghasilan puluhan juta rupiah perbulan?

Meningkatkan Pendapatan Melalui Iklan

Di sini baru tantangan sebenernya dari monetisasi aplikasi atau game. Diskusi ini juga yang kami para developer game sering bertukar informasi dan bertukar angka agar bisa sama-sama belajar dan tumbuh. Kali ini saya akan share insight dari Frida atau lebih dikenal Ube dari Agate Jogja.

Kuis Galau Karya Agate Jogja

Kuis Galau Karya Agate Jogja

Untuk meningkatkan DAU, kalau kita punya uang banyak, kita bisa habiskan untuk marketing besar-besaran. Tapi rasanya indie gamedev mana ada budget marketing. Klo Educa pakai teknik rilis aplikasi yang banyak. Saat ini udah ada ratusan aplikasi. Jadi misalkan DAU 1.000 dikali 100 aplikasi, kotornya DAU-nya 100.000 dan potensi pendapatannya bisa 200 dolar perhari.

Teknik lain yang bisa kita lakukan adalah meningkatkan session. Session itu sebenernya di dalemnya masih dipecah lagi jadi impresi per session. Salah satu teknik optimasi adalah dengan memperbanyak spot kemunculan iklan agar jumlah impresi persessionnya tinggi. Tapi jangan lupa, kita tidak boleh merusak experience aplikasi dengan kebanyakan iklan. Nanti malah jumlah user yang kembali lagi (retensi) akan jadi rendah.

 baca juga: [GameLog] 5 Tips Memasarkan Game Mobile Pasca Rilis

Lalu yang menarik adalah optimasi harga iklan. Jadi harga iklan dipengaruhi oleh banyak hal dan cenderung lebih kompleks. Misal nih, ketika ekonomi di Indonesia lagi buruk, maka pengiklan lokal akan semakin sedikit dan hemat budget sehingga yang muncul ke kita adalah iklan yang murah. Lalu bisa jadi juga kalau layanan iklan yang kita pilih tidak sesuai dengan demografi usernya, iklan kita akan jarang dipencet karena user tidak tertarik dengan iklan yang tidak relevan dengan dirinya.

Optimasi Spot Iklan

Jadi untuk mendapatkan harga iklan yang bagus, kita harus meningkatkan kualitas dari spot iklan kita. Spot iklan yang berkualitas adalah yang banyak dilihat user dan sering diklik user. Saran dari Ube, kita bisa lakukan AB Testing untuk mencari spot iklan yang optimal dan timing yang paling pas. Misalkan, user lebih suka mencet iklan interstitial kalau munculnya pas balik ke home daripada pas naik level. Atau user lebih suka mencet iklan yang muncul 10 detik setelah membuka halaman dibandingkan yang dari awal sudah muncul. Dengan desain iklan yang baik, maka impresi dan klik yang kita dapatkan akan semakin besar.

A/B testing (sometimes called split testing) is comparing two versions of a web page to see which one performs better. You compare two web pages by showing the two variants (let’s call them A and B) to similar visitors at the same time. The one that gives a better conversion rate, wins!

Cara lain yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan harga iklan kita adalah dengan memanfaatkan admediation. Admediation adalah sebuah hub yang akan memilihkan layanan iklan mana yang akan kita gunakan, lalu bisa juga melakukan bid iklan sesuai dengan batas harga yang kita inginkan. Misal, iklan AdMob bagus di Indonesia tapi jelek di Uganda, di Uganda yang bagus Chartboost. Jadi kita bisa atur di negara mana mau pakai iklan apa. Kita bisa masukan banyak jenis layanan iklan dalam satu AdMediation dan mengatur yang mana yang ingin dipakai dengan berbagai kondisi dan variabel yang kita tentukan.

Learning by Doing

Tidak ada metode yang paling baik daripada belajar dari melakukannya. Coba pasang iklan, analisis, evaluasi, dan update aplikasi kamu dengan model baru. Tidak ada rumus pastinya gimana biar sukses karena tiap case bisa beda-beda.

Beda aplikasi, beda target user. Beda negara, beda behaviour. Beda genre game/aplikasi, beda juga model iklan yang tepat digunakan. Paling yang bisa kita lakukan adalah belajar dari aplikasi yang kira-kira satu jenis dengan yang kita kembangkan dan lihat bagaimana dia mengoptimasi penggunaan iklan di dalam aplikasinya.

Kuis Tebak Gambar

Kuis Tebak Gambar

Intinya prinsipnya simpel. Pastikan aplikasi kita berkualitas. Karena kuncinya, ketika retensi tinggi, maka tanpa klik, hanya impresi saja, sudah cukup memberikan pendapatan yang besar. Contoh dari aplikasi Tebak Gambar, jumlah DAU-nya game tersebut adalah 500.000-an user perhari. Nah masukin aja ke rumus kasar yang di atas dan kira-kira aja berapa pendapatannya :p

Jadi selamat mencoba dan semoga informasi ini bermanfaat. Kalau mau diskusi dan tanya-tanya, boleh langsung ditanyakan. Kalau saya tidak bisa jawab, nanti saya lempar ke rekan-rekan gamedev di atas ini yang udah bersedia sharing tips and trick mereka meraup untung menggunakan iklan.

baca juga: [GameLog] Memilih Keyword untuk Meningkatkan App Store Optimization

Dan perlu diperhatikan, artikel sepanjang ini aja baru bahas iklan model impresi dan klik, belum kita bahas optimasi yang video, instal, atau aktivasi. Belum bahas model monetisasi lainnya seperti virtual goods, subscription, free-trial, dan lain-lain. Jadi memang masih banyak yang perlu kita pelajari selain membuat aplikasi yang berkualitas 🙂 Mari belajar bareng2 supaya industri kita cepat tumbuh.

*special thanks to Andi Taru, Ube, dan Irwanto. 

Support mereka dengan unduh game2nya, klik Educa Studio, Agate Jogja, dan Tebak Gambar.

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

6 Comments on [Gamelog] Panduan Mendapatkan Uang Dari Iklan Mobile

  1. Terima kasih, infonya sangat berguna. Salam blogging 🙂

    Suka

  2. lewat iklan hp bisa dapat kan dolar enak semoga saya juga bisa seperti anda yg sudah mahir, salam.

    Suka

  3. ok maksih atas infonya mas… i like it..!!!!

    Suka

  4. Owh ini tutor buat yang punya aplikasi ya gan?

    Suka

1 Trackback / Pingback

  1. [Gamelog] Memilih Platform Game: Web, PC, atau Mobile. | Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: