My Journal

[Review] Hotel Ibis Pasteur, Minimalis Tapi Tetap Nyaman

Sebenarnya sudah dari bulan Februari lalu saya menginap di Hotel Ibis Pasteur tapi saya memang belum sempat membuat reviewnya. Saya juga sudah dua kali menginap di hotel ini untuk singgah sementara jika sedang ada keperluan ke Bandung bersama keluarga/istri.

Alasannya sederhana, di Agoda, Ibis Pasteur ini lagi sering promo. Harganya setara dengan Amaris atau Fave hotel tapi dengan kualitas hotel yang lebih baik. Seenggaknya kamarnya gak sumpek dan nuansa hotelnya berasa banget 🙂 Jadi worth banget antara harga dan kualitas (saat itu, gak tau sekarang harganya udah naik atau belum).

Pertama dari sisi lokasi. Sebenernya gak bisa dibilang strategis sih soalnya letaknya di jalan searah. Kalau dari pasteur, sebelum jembatan pasopati, ambil kiri jalan (jangan naik jembatan layang). Nanti Ibis-nya gak jauh di kiri jalan, sebelum perempatan Sukajadi.

cek juga: Hotel Villa Damar di Setia Budi

Positifnya, kalau mau ke Sukajadi atau Pasir Kaliki deket, tinggal belok dikit. Negatifnya, pas mau pulang ribet, harus puter balik dulu di Pasteur yang super famous dengan kemacetannya yang luar biasa. Jadi kalau kamu bakal sering bolak-balik ke hotel, hindari lokasi ini. Kalau cuma buat numpang tidur aja, masih oke lah 🙂

Kemudian dari sisi kamar, menurut saya sih desain kamarnya juara. Begitu masuk, di sebelah langsung keliatan ada kamar mandi berbentuk seperempat lingkaran, berasa kapsul pesawat antariksa gitu. Nothing fancy sih di kamar mandinya, tapi unik aja bentuknya. Jadi first impression yang oke. Oh ya, sama di dalem kamar mandinya lengkap, anduk banyak, peralatan mandi ada, bahkan sampai ada hair dryer juga.

Kamarnya juga lega, terlihat lapang. Ini yang penting. Budget hotel biasanya kamarnya sumpek banget. Nah si Ibis Pasteur ini sukses ngebuat ruang kecil terlihat besar. Desain lemarinya aja dibuat sedemikan rupa sehingga tidak terlalu makan tempat. Interior di hotel ini padahal lengkap loh, ada water heater, ada brankas gede, ada kursi kerja, dan lain-lain. Namun semuanya dibuat compact.

Satu hal yang tidak bisa saya review adalah kualitas makanannya. Berhubung ke Bandung biasanya dipake buat kuliner, jadi sarapannya di luar. Oh ya, sama harga hotelnya murah karena juga gak termasuk breakfast. Jadi ya gak sempet nyobain deh. Hehehe next time klo nginep di Ibis lagi bakal dishare juga deh kualitas makanan di sini gimana. Kemaren dua kali ke sana emang cuma buat tempat tidur aja sih :p sisanya jalan-jalan.

cek juga: Sarapan deket Pasteur, makan Roti Gempol khas Bandung

Okay paling itu aja sekilas reviewnya. Kalau ada yang mau ditanyain terkait Ibis Pasteur, langsung ada ditulis di kolom komentar. Bakal dijawab kok secara cuma-cuma. Misalkan penasaran dengan besar lahan parkirnya kah, atau gimana kualitas internet wifi di dalam kamar, boleh ditanyain yah 🙂 Fun fact, saya juga baru tahu kalo Ibis itu bukan dibiaca i-bis, tapi ai-bis. Hahaha :p

Iklan
About Adam Ardisasmita (1204 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

2 Comments on [Review] Hotel Ibis Pasteur, Minimalis Tapi Tetap Nyaman

  1. Internet gimana, Kak? Di Ibis yang saya nginepin di Jakarta Pusat busuk banget. Hahaha…

    Suka

    • Mungkin karena hotel baru dan masih sepi, so far internet di kamar sih bagus yah. Kadang klo lagi naik mobil, pas lagi macet di perempatan deket hotel Ibis ini, HP masih suka autoconnect ke Wifi Ibis :p hehehe

      Suka

1 Trackback / Pingback

  1. [Review] Zest Hotel Bogor: Hotel Baru yang Fresh | Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: