Iklan
My Journal

Budaya Berbagi Untuk Memajukan Ekosistem Industri Games

gambar diambil dari widowsvoice-sslf.blogspot.com

Di dunia ini tidak ada satu orang pun yang bisa sukses seorang diri. Untuk bisa sukses, pasti butuh bantuan dari orang lain, support dari perusahaan lain, butuh pelanggan, pengatur kebijakan, dan lain sebagainya. Elemen-elemen yang mempengaruhi pertumbuhan kesuksesan seseorang atau organisasi ini biasa disebut dengan ekosistem. Kalau di dunia internasional, ada istilah triple helix, yakni pemerintah-industri-universitas, yang dipercaya elemen-elemen tersebut merupakan bagian penting dari ekosistem untuk memajukan suatu negara. Kalau dalam industri kreatif, misalnya industri games, elemen-elemen yang terkait dengannya ada pemerintah, perusahaan, distributor, publisher, developer, hingga consumer.

Saat ini, industri games di Indonesia bisa di bilang masih sangat bayi. Baru beberapa tahun ke belakang ini ada cukup banyak studio games yang resmi menjadi perusahaan dan mulai bermunculan berbagai studio indie yang juga mulai menunjukan karya-karyanya. Dari pemerintah, walaupun belum ada dukungan penuh, mereka sudah mulai aware akan adanya industri ini dan mulai menunjukan itikad baik untuk membantu. Dari segi perusahaan, ada satu-dua perusahaan besar yang menurut saya sudah memberikan supportnya kepada ekosistem industri games agar bisa tumbuh berkembang. Consumer sendiri sudah mulai terhubung dengan pasar games dan bisa mengakses games lokal dengan mudah. Nah, sekarang saya ingin menyoroti dari sisi developer games atau studio games itu sendiri.

Saya melihat sudah cukup banyak studio games yang memiliki kualitas tidak kalah dengan studio dari luar negeri. Kalo kita lihat di store, kita bisa salah menyangka ini buatan orang luar. Ini menunjukan bahwa sudah ada nih studio yang punya skill internasional. Bahkan ada studio games yang sudah menerima project2 dari perusahaan asing. Iya, mereka memilih studio games dari Indonesia untuk membangun brand mereka. Ini prestasi yang menurut saya luar biasa. Tapi kalau hanya 1,2 atau 3 studio yang memiliki kapasitas ini, impact terhadap industri games di Indonesia tidak akan begitu besar. Kita butuh puluhan, bahkan ratusan, studio games yang memiliki kualitas yang mumpuni. Karena hanya dengan cara seperti itulah industri games di Indonesia bisa maju. Lihat di India, mereka sekarang terkenal karena ITnya, itu karena di jalan, software house itu udah kayak alfamart ato indomart. Bertebaran di mana-mana dan dengan kualitas yang baik.

Gimana caranya biar ekosistem kita bisa berkembang dan maju? Satu kunci yang paling ampuh menurut saya adalah dengan cara berbagi. Studio kita itu masih kecil2, belum saatnya untuk main sikut-sikutan satu sama lain. Kita gak akan bisa maju dan bersaing klo industrinya belum jadi aja udah sikut-sikutan. Untuk itu kita harus bangun budaya berbagi. Apa itu budaya berbagi? Saya coba ambil contoh dari suatu komunitas yang menurut saya luar biasa konstruktif, yakni IF-Assoc. IF-Assoc adalah komunitas yang isinya adalah startup2 milik lulusan informatika ITB. Setiap bulan, kita mengadakan meetup. Di meetup itu, agenda pertama kita adalah sharing. Sedang mengerjakan project apa, ada produk apa yg mau di launch, ada masalah apa di perusahaannya, baru dapet prestasi apa, dan lain-lain. Itu masing-masing cerita kondisnya saat itu. Setelah itu, biasanya tiap bulan kita ada tema dan mengundang pembicara untuk membahas tema tersebut. Tidak jarang narasumbernya adalah perusahaan dari IF-Assoc yang sudah mapan dan sukses. Di forum itu, semua data, informasi, dan segala macam knowledge di buka sebuka-bukanya. Bahkan sampai angka-angka pun dishare oleh mereka kepada kita semua, karena memang niatnya untuk berbagi dan memastikan startup yang masih kecil bisa belajar dan mengambil pelajaran dari semua kisah mereka. Agar semua bisa sama-sama sukses, sama-sama besar, dan membangun industri IT yang baik di Indonesia.

Di Bandung, ada komunitas Game Developer Bandung. Saya melihat gerakan positif dari beberapa orang di sana untuk memulai budaya kumpul-kumpul dan berbagi ini. Saya kemaren sempat bertemu dengan beberapa orang dari GDB, kita ngobrol2 singkat, dan banyaaakkk sekali insight yang bisa kita dapat dan kita bagi hanya dari pertemuan kecil itu. Impact dari ngobrol2 itu apa? paling sedikit, bisa nambah semangat, motivasi, dan kepercayaan diri kita karena kita bisa melihat ada teman kita yang sama-sama berjuang seperti kita. Efek paling besarnya adalah semua yang ada di situ bisa menjadi perusahaan yang super besar dan menjadi pemegang kunci di industri games Indonesia.

Terakhir saya ingin mengutip kata-kata dari sebuah buku yang berjudul Never Eat Alone “You will experience greater success focusing on doing things for others than one could ever have only focusing on themselves”. Jadi, mari kita bangun ekosistem dengan berbagi, agar kita bisa sukses bersama-sama.

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

1 Comment on Budaya Berbagi Untuk Memajukan Ekosistem Industri Games

  1. mantap nih dam, semoga arsanesia lo semakin sukses dan bisa berbagi inspirasi terus buat semua!

    Suka

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Lahirnya Asosiasi Game Indonesia | Rumah Pikiran Ardisaz
  2. Berapa Jumlah Studio Game di Indonesia? | Ardisaz
  3. Melihat Ekosistem Game Malaysia Yang Lebih Matang – Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: