My Journal

Setup Lamaran Hybrid (Offline-Online Event) Untuk Virtual Production

Selama pandemi ini saya punya hobi baru yakni ngulik streaming dan broadcasting. Awalnya sih hanya untuk personal use dan sesekali untuk ngebuat konten aja. Tapi kemarin disuruh sama adik ipar ku untuk bantuin virtual production acara lamaran di masa pandemi. Karena kan gak mungkin lagi pandemi-pandemi gini dua keluar besar ketemuan secara fisik. Jadilah yang datang ke lokasi hanya keluarga inti, kemudian keluarga besar lainnya bisa standby via Zoom.

Beberapa tantangan yang harus dipersiapkan dalam konteks produksi event virtual yang hybrid ini pertama adalah memastikan gambar dan suara bisa ditonton dengan kualitas yang baik oleh yang hadir secara virtual. Lalu tantangan berikutnya adalah bisa terjadi interaksi yang smooth antara yang berada di lokasi dengan yang virtual secara real time. Kemudian transisi dari satu scene ke scene lain harus diatur dengan baik karena pada prosesi lamaran, akan sering back and forth antara menyapa audience di zoom dengan menampilkan slide. Dan tentunya adalah produksi ini dilakukan sendiri, jadi gak ada kru atau asisten yang bisa ngebantu hahaha. Jadi mulai dari switch kamera, ngatur audio, ganti scene, manage zoom room, dan semua hal tersebut harus bisa dilakukan sendirian :p

Hardware Topology

Oke sekarang saya akan mulai dari hardware yang saya gunakan dulu yah. Pertama saya gunakan tiga webcam/kamera dimana satu untuk main stage, satu untuk keluarga laki-laki, dan satu untuk keluarga perempuannya. Balik lagi karena single operator, jadi ya kameranya statis, hanya nanti komposisinya aja yang berubah-ubah. Ketiga kamera webcam tersebut diletakan di tripod dan dikoneksikan ke sebuah USB hub agar kabelnya cukup dekat dengan stage dari panel admin. Kalau kurang panjang, bisa pakai USB Extender.

Lalu yang berikutnya adalah audio. Audio saya pakai wireless mic dua buah, agar masing-masing keluarga ada mic sendiri dan tidak saling bertukar mic (karena pandemi). Lalu dari mic tersebut, saya koneksikan ke Audio Interface, dan dihubungkan ke komputer.

Kemudian untuk kontrol saya gunakan dua perangkat. Satu Korg Nanokontrol untuk mengatur audio seperti volume input dan output dari mic dan juga zoom. Saya juga mengaktifkan mic di webcam untuk beberapa kondisi dimana tidak ada yang sedang bicara tapi ada ambience sound yang perlu dibroadcast misal suara tepuk tangan atau obrolan santai.

Masih ngomongin input, saya juga gunakan komputer kedua untuk konten. Konten ini bisa digunakan untuk layouting zoom yang ditampilkan di offline atau untuk menampilkan ppt. Awalnya saya rancang gini agar tidak memberatkan laptop control yang digunakan juga untuk streaming. Tapi setelah saya coba testing, ternyata laptop saya kuat :p jadi hari H saya gak pakai content computer.

Selanjutnya output. Outputnya tentu secara virtual dibroadcast ke zoom yah. Tapi di lokasi, ditampilkan juga di layar TV agar bisa terjadi interaksi dua arah. Topologi yang berbeda ada di sound bar. Tadinya audionya saya lempar dari TV. Tapi ternyata delaynya cukup bikin feedback, terutama dari mic di lokasi yah. Akhirnya audio dari mic di lokasi dan dari zoom meeting saya routing outputnya ke Audio Interface yang punya fitur direct monitor. Fitur direct monitor ini membuat tidak ada delay antara mic di stage dengan sound bar sehingga tidak feedback.

Routing Software

Sekarang kita ngomongin softwarenya yah. Yang jelas, software utama yang mengolah semua konten ini adalah OBS. Gila sih software sebagus ini gratis hahaha. Di OBS, saya membuat scene yang di dalamnya ada yang hanya title untuk ketika lagi standby, lalu ada scene yang isinya main stage, scene keluarga laki-laki, scene keluarga perempuan, scene tiga kamera, scene zoom, scene stage dan zoom, scene stage dan slide presentasi, dan lain-lain. Scene-scene ini dibuat agar videonya jadi dinamis dan bisa fokus ke konten yang tepat.

Dari OBS ini ada fitur virtual camera. Jadi scene yang udah rapih dan ada frame nya itu, bisa langsung ditembak ke zoom sebagai virtual camera. Atau kalau mau di share screen juga boleh sih. Kelemahan virtual kamera ini mungkin resolusinya akan turun drastis dan jadi agak burem. Tapi terpaksa saya pilih ini daripada share screen agar layar di zoom bisa tetap dalam format galery sehingga mudah interaksinya. Lalu layar OBS ini juga lah yang ditembak ke TV sehingga yang di lokasi juga bisa melihat layar ketika perkenalan keluarga.

Kemudian terkait dengan audio, ini agak tricky karena harus routing cukup banyak. Untungnya bisa pakai aplikasi gratis yang namanya Sound Meeter Banana. Tutorialnya udah ku tulis yah di blog ku tentang aplikasi tersebut. Tapi intinya sound dari zoom di routing ke lokasi, sound dari lokasi di routing ke zoom. Dan ini perlu dikontrol kapan sound dari zoom kita masukan ke lokasi kapan kita tutup agar tidak berisik dan mengganggu jalannya prosesi di lokasi. Dan routing sound meeter saya ini agak kompleks karena ada yang di routing ke audio interface, ada yang di routing ke headphone saya untuk monitor, ada yang di routing ke zoom.

Terkait audio, saya gak jadi lempar ke TV karena delay, jadinya saya lempar ke audio interface yang saya koneksikan ke sound bar. Hal ini membuat interaksi jadi lebih enak karena less delay dan bisa lebih tektokan.

Alhamdulillah acara berjalan lancar dari start hingga finish. Hasilnya juga cukup nice walaupun dari monitor saya di zoom, kualitas visualnya sangat tidak baik yah. Tapi itu memang keterbatasan di budget. Karena kalau mau HD, harus pakai yang zoom enterprise :p Atau ada opsi software lain, tapi mungkin tidak semudah zoom dalam konteks kontrol dan navigasinya. So aku pribadi cukup puas dengan pengalaman ini šŸ™‚

About Adam Ardisasmita (1241 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Vice President Asosiasi Game Indonesia | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

1 Trackback / Pingback

  1. Kesan Pertama Berinteraksi Dengan GPU Intel IRIS Xe Max – Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

<span>%d</span> blogger menyukai ini: