My Journal

Dari Blogger Jadi Youtuber

Aku menikmati menulis blog. Walaupun sampai saat ini, goal dari nulis blog ini masih sama, untuk sharing, bukan untuk profesional mendapatkan penghasilan. Sesekali menghasilkan sih lumayan, tapi memang fokus utamanya bukan kesitu. Tujuan awal di tahun 2008 bikin blog itu medium untuk berekspresi, yang semakin kesini ditambah tidak hanya itu tapi juga harus memberi manfaat buat yang baca. Cuma kenapa nulis di blog? Banyak temen-temen blogger ku yg sekarang nulisnya di Instagram atau sosmed lainnya. Buat ku ada dua hal yang membuat ku memilih tetap menulis di blog, pertama adalah kontennya harus jadi singkat dan snackable banget klo di sosmed lain, dan yang kedua sulit terdiscover.

Ketika orang ada masalah, pertama nyarinya tentu di Google. Kalau kita nulis konten di Instagram, tentu gak bisa muncul ketika ada orang yang nyari itu di Google. That’s why aku masih terus nulis di blog sehingga kalau ada orang yang butuh ilmu atau punya pertanyaan, bisa terjawab dengan dia googling dan main ke blog ku. Kadang pun aku ngasih anchor aja di sosmed yang lebih detilnya lagi di bahas di Google.

Aku sadar sih, semakin ke sini, minat baca orang-orang semakin rendah. Mereka jadi lebih suka baca yang singkat-singkat kayak di Instagram atau Twitter instead of baca di blog. Tapi buat ku, ada banyak sekali esensi yang hilang kalau kedalaman konten harus dikorbankan. Aku coba cari cara medium lain yang bisa tetap memberi manfaat tapi tidak dengan tulisan panjang. Tercetuslah Youtube.

Kenapa aku sekarang aktif di Youtube? At least seminggu bikin 2 konten lah di Youtube, newsletter dan review/bedah game. Karena pertama, Youtube adalah search engine terbesar nomer 2. Yup, orang klo ada masalah, nyari di google atau di Youtube. Terus lagi, klo kita search di Google, rekomendasi solusi dari Youtube juga muncul. Ini yang bikin aku tertarik memilih Youtube sebagai channel alternatif ku. Aku akan tetap menulis di blog sih karena aku emang seneng nulis. Tapi at least aku juga mau konsisten di Youtube.

Balik lagi, impian ku gak pernah untuk supaya terkenal dan banyak subrcibernya. Impian ku adalah bisa memberikan manfaat. Aku cukup terharu di video newsletter ku yang ke berapa gitu, ada yang komen, gara-gara dia ngikutin newsletter itu, sekarang dia jadi dapat kerja. :’) Hal-hal kayak gitu yang memberikan fulfilment buat aku. Terus ketika membedah game, bisa ada ilmu baru yang aku pelajari dan orang lain pelajari. Segmen itu pun jadi medium buat temen-temen gamedev bercerita proses pengembangan gamenya.

Konten apa yang mau aku buat di Youtube? Gak tahu yah. Sekarang sih bakal seputar passion aku aja. Around gaming, game development, tech, dan kerjaan iseng ngulik-ngulik yang sering kulakuin. Ngulik audio, streaming production, bahkan sampai ngulik kursi ergonomis :p

About Adam Ardisasmita (1246 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Vice President Asosiasi Game Indonesia | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

1 Trackback / Pingback

  1. Tahun ke-13 Menjadi Blogger – Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: