My Journal

[Review] Wireless Earphone Jabra Halo Smart, Cocok Untuk Mobilitas Tinggi

Sebagian waktu saya dihabiskan di depan laptop, namun sebagian waktu lainnya dihabiskan di jalan. Dalam kondisi mobilitas yang sedang tinggi, terutama untuk travelling ke luar kota, menggunakan earphone bisa cukup membuat ribet. Sering banget belibet sama kabelnya ataupun repot gulung2 kabel tiap beres pake. Untuk itu saya mencoba hunting wireless earphone.

Sempat saya bahas beberapa wireless earphone di postingan blog saya sebelumnya. Dengan berbagai pertimbangan, saya memilih untuk menggunakan Jabra Halo Smart. Fungsionalitas utama yang saya butuhkan adalah tentu yang pertama kepraktisan dengan tanpa kabel, lalu daya tahan baterai, dan kemampuan untuk berkomunikasi (microphone) yang jernih. Lalu ada fungsi tambahan yang cukup menarik menjadi nilai tambah dari Jabra Halo Smart yakni kualitas suara yang ok, tombol kontrol yang mudah digunakan, fitur magnetik yang menurut saya sangat mempermudah penggunaan earphone ini, desain kenyamanan pemakaiannya, sampai hal simpel terkait metode charging yang tidak butuh dongle tambahan.

Saya sudah menggunakan Jabra Halo Smart ini sekitar dua bulan dan saya akan share apakah ekspetasi saya terhadap Jabra Halo Smart ini sesuai dengan kualitas di lapangannya atau tidak. Mari kita cek fitur-fitur itu satu persatu.

baca juga : Mencari Wireless Bluetooth Earphone

Wireless

Fitur pertama yang harus dijadikan konsiderasi tentunya adalah kemampuan wirelessnya. Jabra Halo Smart ini menggunakan teknologi Bluetooth 4.0 (belum 4.1). Artinya 4.0 adalah komunikasi bluetooth di dalamnya mengonsumsi baterai dalam jumlah kecil dan bisa pairing dengan device lebih dari satu perangkat. Saya pair Jabra Halo Smart ke dua smartphone dan satu macbook. Tapi sepertinya hanya bisa dua perangkat yang terhubung secara bersamaan. Dan kalau yang satu lagi aktif (misal di HP A lagi main musik), di HP B gak bisa kedengeran suaranya. Jadi First Play First Served sepertinya. Dan kadang suka agak kurang stabil klo pair langsung di dua device. Jadi saya biasanya pilih satu device yang di pair aja. So far sih koneksinya oke, mengingat Jabra emang merk yang terkenal telah lama bermain di dunia bluetooth headset.

Baterai

Di pasaran, konon Jabra Halo Smart merupakan yang memiliki daya tahan paling lama untuk earphone di kelasnya. Dari semua yang jenisnya ada neck band nya, Jabra Halo Smart di atas kertas juara. Katanya 17 jam standby dan 15 jam play time music. Saya sih gak pernah ngetest berapa jam sampai baterainya habis. Tapi dengan pemakaian normal untuk mendengarkan musik sehari-hari, sesekali nonton video, rasanya butuh waktu 2-3 hari sampai harus ngecharge lagi. Jadi untuk all-day, baterainya menjawab ekspektasi sih asalkan penggunaan wajar.

jabra-introduced-neckband-headphones-for-calls-and-music-750

Microphone

Tidak sekedar earphone untuk mendengarkan musik, fungsionalitas yang saya butuhkan juga agar bisa mengangkat telepon dan berkomunikasi dengan mudah. Kalau lagi nyetir, lagi di kereta yang padat, lagi di jalan nunggu/konfirmasi uber, lagi telepon yang butuh sambil mencatat notes di HP atau baca informasi di HP, dan banyak lagi kondisi yang menurut saya menjadi sangat terbantu jika ada earphone. Balik lagi, Jabra emang dari dulu kuatnya di bluetooth headset, jadi kualitas untuk komunikasinya sangat baik. So far suara yang diterima di sisi seberang telepon saya memiiki kualitas yang jernih.

Kualitas Suara

Saya tidak memprioritaskan kualitas suara sih. Saya sendiri tidak berekspektasi akan mendapatkan kualitas suara yang bagus dari Jabra Halo Smart. Saya pikir harga yang ditawarkan sudah worth dengan tiga fitur utama yang saya butuhkan di atas. Eh tapi ternyata suaranya not bad. Gak terlalu flat ala-ala monitor earplug, tapi juga gak terlalu ngebass ala-ala earphonenya beats. Jadi klo ini saya agak kaget sih ternyata harga segini bisa dapat kualitas suara yang gak kalah. Tapi emang sih dari sisi noise cancelation, gak segitunya. Karena emang ini device didesain untuk mobility sih. Kan kita perlu awareness terhadap lingkungan sekitar klo bicara mobility.

baca juga : [Impresi] Jaybird X3, Wireless Earphone Yang Mungil Namun Powerfull

Kontrol

Ada empat tombol kontrol yang ada di perangkat Jabra Halo Smart. Ada tombol up (untuk volume dan untuk next track), down (untuk mengecilkan volume dan rewind track), play (untuk play/pause/power bisa juga untuk angkat telepon), dan ada tombol voice command. Tombol voice command ini secara otomatis mengaktifkan Siri atau Google Now. Kepake banget nih terutama klo lagi nyetir, bisa untuk nelpon, untuk nulis notes, reminder, nyalain google maps, dll. Tapi sayangnya tombolnya agak kurang enak dipencet dan cenderung bikin jari sakit.

Magnet

jabra-halo-smart

Di pangkal earplugnya, ada magnetnya. Magnetnya bisa membuat antar earplug kiri dan kanan menempel (membentuk kalung gitu) atau bisa untuk ditempel di neck band nya sehingga tidak kemana-mana kabelnya. Fitur sederhana tapi kepakai sih. Apalagi, kalau kamu tempel earplugnya kiri-kanan, otomatis lagu yang dimainkan akan berhenti. Atau kalau lagi posisi tertempel, lalu ada telepon, ketika kamu lepas magnetnya, otomatis akan mengangkat teleponnya. Saya menggunakan fitur ini sangat sering dan sangat bermanfaat banget.

Desain

Selanjutnya kita bicara desain. Dengan bahan karet di necbandnya, tentu akan ada feel-feel tertentu yang kamu rasakan di punuk (ini kalau neck band langsung nyentuh kulit ya). Kalau pakai Jabra Halo Smart dalam waktu lama, mungkin kamu akan merasakan ada cukup rasa tidak nyaman dari benda yang menempel di leher. Tapi mostly sih gak begitu kerasa, apalagi kalau pakai kaos/jaket yang agak tebel. Kerasanya bukan karena berat loh ya, enteng kok. Tapi kerasa karena ada karet yang nempel di kulit aja. Walaupun dari pemilihan bahannya, Jabra Halo Smart cukup durable sehingga tahan debu dan percikan air. Oh ya, buat yang berencana ngegym pakai Jabra Halo Smart, neck bandnya mungkin akan cukup mengganggu mengingat fokus Jabra Halo Smart bukan untuk sport. Dan juga klo dipake untuk tiduran, neck bandnya bakal ngeganjel.

baca juga : [Review] Earpods dari Apple yang Mungil tapi Powerfull

Charging

Ini adalah hal sederhana tapi sangat penting. Untuk charge device ini, kita cukup colok mini USB aja. Standar yang sama dengan charger HP. Artinya kita kalau travelling cukup bawa satu kabel aja. Soalnya beberapa perangkat ada yang butuh dongle, ada yang butuh standing dock, dll. Dengan tipe charger mini USB, jadinya simpel tinggal colok aja dengan kabel yg selama ini kita bawa.

Kesimpulan

Dari review saya selama dua bulan, Jabra Halo Smart memenuhi, bahkan melebihi ekspektasi saya. Minus-minusnya sangat minor sekali. Banyak unsur bermanfaat yang sesuai dengan kegiatan dan mobilitas saya. Jabra Halo Smart sangat cocok buat yang sering traveling dan durasi travelingnya lama. Daya tahan baterai dan wirelessnya membuat proses mendengarkan suara/lagu menjadi lebih simpel. Kalau mau cari yang kualitas suaranya lebih bagus, ada. Kalau mau cari yang bisa untuk ngegym, ada. Tapi Jabra Halo Smart ini lebih cocok buat kamu yang mencari wireless earphone dengan harga di bawah sejuta (900rban klo gak salah) dengan daya tahan baterai yang mumpuni dan kualitas microphone yang oke.

Iklan
About Adam Ardisasmita (1204 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: