My Journal

Tips Membuat Pitch Deck Untuk Lomba

Beberapa bulan ke belakang, Arsanesia kebetulan lagi sering ikut lomba. Berkat ada Dicoding, kita jadi bisa terus dapet update informasi berbagai lomba untuk para developer. Kita sempet juara dua Compfest di UI, finalis Samsung Indonesia Next App 3.0, Juara 1 Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest, dll. Biasanya para finalis akan diminta untuk melakukan presentasi di depan dewan juri. Nah, saya ingin sedikit share beberapa tips untuk mempersiapkan presetansi untuk penjurian.

Sebelum itu, saya di sini tidak membahas bagaimana membuat ide/produk yang bisa menjuarai perlombaan. Dengan asumsi kamu sudah mempersiapkan pitch deck untuk penjurian, berarti produk kamu sudah diantara yang terbaik. Tinggal gimana kamu menyajikan ide/produk yang kamu lombakan dengan presentasi di depan para juri. Saya akan coba share faktor-faktor apa saja yang sebaiknya perlu kamu perhatikan sebelum membuat pitch deck (materi presentasi) untuk nanti dipresentasikan.

baca juga : Hukum Lingkaran Emas

Yang pertama, pelajari visi, tema, dan tujuan dari lomba yang kamu ikuti. Semisal ada acaranya kompetisi bisnis, maka presentasi yang perlu kamu tonjolkan adalah dari sisi bisnisnya. Lalu beda lagi kalau kompetisinya dari sisi pemanfaatan teknologi, maka yang perlu ditonjolkan adalah inovasi teknologi yang kita gunakan. Atau ada juga yang tujuan utamanya adalah impact sosial, maka di sini kamu menunjukan bagaimana ide/produk yang kamu buat bisa berdampak sosial.

Yang kedua, coba cari tahu dan kenali para jurinya. Saya sempat beberapa kali menjadi juri di berbagai event. Metode penjurian macam-macam, ada yang kuantitatif di tiap aspek di nilai, ada yang kualitatitf tanpa ada parameter terntentu, ada yang keputusan akhirnya dirembukan bersama juri, ada yang cukup berdasarkan form, dan banyak lainnya. Nah, karena kita gak tahu bagaimana metode penilaian, yang bisa kita ketahui adalah karakter jurinya. Ketika menilai, tentu juri akan subjektif dan cukup bias dengan keahlian dan latar belakang dia. Jadi kamu bisa menonjolkan berbagai sisi dari ide/produk yang kamu lombakan yang kira-kira akan membuat juri impress. Memang kalau juri ini sudah sangat faktor manusia banget sih, kadang saya juga pernah ikut penjurian yang proses pemilihan pemenangnya ajaib :p

Ketiga, pelajari lawan kamu. Ketika menjadi grand finalis, biasanya akan menyisakan entah 3, 5, atau 10 lawan. Kalau bisa, kita cari tahu siapa lawan kita, apa ide/produk yang mereka punya, siapa yang akan presentasi, dan lain sebagainya. Dari situ, kita bisa menyiapkan unique selling point kita di presentasi kita. Kalau misalkan ada lawan kita yang membuat produk yang mirip, kita harus berikan sesuatu yang berbeda dan berkesan. Misal, saya membuat sebuah ide membuat aplikasi Virtual Reality untuk belajar. Lalu ada lawan saya yang membuat hal yang sama. Maka klo dari sisi produk fitur kita sama persis, kita harus berikan hal lain yang membedakan kita dengan produk lawan.

baca juga : Tips Membuat Presentasi yang Baik

Yang keempat, ini adalah jurus pamungkas, yakni sediakan data. Oke mungkin ide kamu tidak dianggap menarik oleh juri, mungkin produk kamu dinilai tidak mungkin sukses, dan lain sebagainya. Tapi kalau kamu punya data, pasti akan jauh lebih tinggi potensinya. Data bisa dari riset, tapi akan lebih powerfull klo data itu dari produk mu sendiri. Contoh nih, misalkan saya bawa konsep Arsa Kids dengan game edukasi ke kompetisi bisnis. Terus ada juri yang skeptis tentang potensi bisnis ke depannya. Saya bisa berikan riset dari berbagai sumber game edukasi yang sudah meraup jutaan dolar. Dan tentunya akan lebih nendang lagi klo yang meraup jutaan dolar itu ya produk kita, jadi kita sendiri yang sudah membuktikan 🙂

Lalu tips yang kelima teknis sih. Buatlah presentasi yang baik. Presentasi yang baik itu jangan kebanyakan tulisannya. Bahkan ada acuan klo mau bikin presentasi, fontnya jangan lebih kecil dari 40pt, slidenya jangan lebih banyak dari 20 slide, dan durasi presentasinya jangan lebih lama dari 10 menit. Nah klo slide gak ada tulisannya, gimana caranya kita tahu mau ngomong apa pas presentasi itu? Ya presentasi kita emang harus dihapalkan, kita latih berkali-kali sehingga yang ada di slide hanyalah angka-angka, punchline, atau poin untuk membantu mengarahkan presentasi kita. Gunakan waktu presentasi untuk menunjukan problem dan solusi, bagaimana ide/produk kita relevan dengan solusi itu, dan data yang menunjukan kalau ide kita valid. Baru sisanya gunakan untuk demo, bisa gunakan video atau demo lansung di depan dewan juri.

Itu tadi lima tips dalam membuat pitch deck atau materi presentasi untuk dilombakan. Semoga bisa bermanfaat untuk kamu yang ingin mengikuti lomba. Mungkin juga ini bisa dimanfaatkan untuk bikin pitch deck kalau mau sidang tugas akhir :p

About Adam Ardisasmita (1199 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: