Iklan
My Journal

Tips Membuat Presentasi yang Baik

Pitching Arsanesia di Projcet Eden, 2011

Pitching Arsanesia di Projcet Eden, 2011

Produk, ide, atau gagasan yang baik jika tidak disampaikan dengan baik, tidak ada yang akan menerimanya. Lalu sebaliknya, gagasan yang buruk bisa menjadi bagus jika disampaikan dengan amat sangat baik. Komunikasi itu adalah bagian penting dari kehidupan. Komunikasi adalah media atau jembatan antara gagasan yang ada di otak kita dengan persepsi otak orang lain. Salah satu bentuk komunikasi adalah presentasi. Berbeda dengan ngobrol biasa, presentasi ini biasanya lebih satu arah. Contoh presentasi misalkan seorang murid mempresentasikan karya ilmiahnya di depan kelas, seorang dosen mempresentasikan materi kuliah di depan mahasiswanya, seorang sales mempresentasikan produk yang ia jual, seorang calon presiden mempresentasikan visi misi yang ingin ia bawa, dan masih banyak contoh lainnya. Jika sang murid tidak bisa mempresentasikan karyanya dengan baik, nilainya akan buruk, jika sang dosen tidak bisa mempresentasikan materi kuliahnya dengan baik, mahasiswanya tidak akan ada yang mengerti, jika seorang sales tidak bisa mempresentasikan produknya, maka tidak ada yang ingin membeli produknya, dan jika calon presiden tidak bisa mempresentasikan visi misinya, maka dia tidak akan di pilih. Oleh karena itu, presentasi merupakan teknik yang sangat penting untuk kita pelajari dan kita latih.

Dengan ritual saya menonton video TED minimal sehari sekali, saya menemukan sebuah video menarik tentang tips presentasi dari David S. Rose yg membahas tentang pitching kepada Venture Capital. Saya mungkin tidak akan mengulas bagian tentang venture capitalnya, tapi saya akan mengangkat teknik presentasi yang ia sampaikan. Sebelum masuk ke tips presentasinya, dalam presentasi salah satu ruh utamanya adalah integritas dan passion. Dua hal ini merupakan kunci utama agar presentasi kita bisa mempengaruhi dan menginspirasi pendengar kita. Contoh integritas dan passion misalkan kita undang pembicara hebat sekelas Mario Teguh, yang dari teknik presentasi sudah sangat hebat sekali, tapi dia diminta untuk mempresentasikan teori aerodinamika pada sayap pesawat yang menggunakan rumus-rumus fisika, tentu dia tidak akan bisa membawakannya sebaik jika dia membawakan tema tentang bisnis. Berbeda jika yang menyampaikannya adalah Pak Habibie yang secara integritas memang terbukti hebat di bidang itu dan secara passion memiliki kecintaan tentang dunia engineering. Oleh karena itu, ketika kita tidak memiliki dua hal itu, rasanya sulit untuk bisa presenting materi kita ke orang lain.

Lalu tips berikutnya adalah dari sisi teknik alat penyampaiannya. Biasanya kalau presentasi, kita menggunakan alat bantu seperti infocus, laptop, dan menggunakan perangkat lunak seperti microsoft power point atau keynote. David S. Rose memberikan tips bagaimana baiknya menuliskan materi kita di dalam layar presentasi kita. Dia memberikan contoh bagaimana Bill Gates membuat slide presentasinya dan bagaimana Steve Jobs membuat slide presentasinya. Bisa kita lihat betapa fenomenalnya setiap presentasi keynote dari Steve Jobs (apalagi ketika launching iPhone 1) yang langsung membuat produk itu laku besar-besaran di pasar. Bahkan ketika tidak ada inovasi yang tinggi, Steve Jobs masih mampu membawakan keynote dengan sangat baik lagi. Apa rahasia slide Steve Jobs? Coba perhatikan gambar di bawah ini.

Contoh 1

Contoh 1

Contoh 2

Contoh 2

Steve Jobs tidak menggunakan bullet-bullet di dalam slidenya, dia tidak memasukan kalimat panjang, apalagi paragraf di dalam slidenya, yang ada hanya gambar atau grafik atau kalimat atau video atau demo. Mengapa dia melakukan ini? Steve Jobs ingin penonton fokus kepada dirinya, fokus kepada apa yang ia katakan, fokus kepada kalimat-kalimat mutakhir yang ingin dia keluarkan, bukan malah membaca butiran-butiran slide yang ada di panggung, bukan sibuk mencatat paragraf yang ada di panggung, tapi sibuk mendengarkan kalimatnya. Materi yang ada di power point (slide presentation) berbeda dengan materi yang dibagikan ke pendengar (hands out). Ketika presentasi, buat lah orang fokus pada kita. Short, short bullet points, GOOD. Just the headline, BETTER. Only image, BEST.

setelah itu, David memberikan tips-tips terkait teknik dan detail ketika kita ingin membawakan presentasi. Berikut adalah beberapa tipsnya:

  1. Always use presenter mode. Di power point atau keynote terdapat mode presenter yang memberikan kita tampilan yang berbeda dengan di layar, di sana kita bisa melihat slide berikutnya apa, notes2 terkait slide tersebut, dan waktu kita sudah berapa lama.
  2. Always use a clicker. Clicker adalah alat yang membantu kita memindahkan slide ke slide berikutnya tanpa harus berada dekat dengan komputer atau mengucapkan “next” kepada operator. Kita bisa leluasa melakukan gesture tubuh jika menggunakan clicker.
  3. Hands out are not your presentation. Seperti yang tadi di bahas, slide presentasi bukanlah handout, haruslah sesimple dan seminim mungkin informasi yang ada di sana.
  4. Dont read your speech. Jangan membaca. Latihlah materi presentasi kita berulang-ulang sehingga kita tidak perlu menghafal. Slide pada presentasi bisa membantu kita meretrieve informasi terkait apa yang ingin kita sampaikan.
  5. Never, ever look at screen. Ketika presentasi, pandanglah pendengar kita. Jangan sibuk melihat layar apalagi cuma membaca apa yang ada dilayar.

Yak berikut tadi adalah tips-tips dari David. S Rose yang saya dapat di video TED. Kalau dari saya sendiri, saya akan coba menambahkan beberapa tips berdasarkan pengalaman saya yang penting juga untuk melakukan presentasi.

  1. Sebelum membuat slide, ketahui audience kita siapa. Saya selalu meminta term of reference dimana saya bisa memastikan ada berapa orang yang datang, siapa saja yang hadir, siapa pembicara sebelum dan sesudah saya, dan sebagainya.
  2. Pastikan segala kebutuhan teknis. Saya selalu bertanya apa saja yang disiapkan oleh panitia, terutama mengenai ketersediaan internet atau kabel sound. Ini penting ketika saya ada slide untuk demo yang menggunakan internet atau video.
  3. Bikin berbagai versi dan siapkan flashdisk. Saya pernah beberapa kali melihat orang yang ketika baru mau mulai persentasi, sudah ada banyak kendala teknis seperti filenya tidak bisa dibaca, laptopnya tidak mau konek, dan lain sebagainya. Saya selalu sediakan berbagai versi presentasi (ppt, pptx, dan pdf) yang itu juga saya sudah copy ke flashdisk. Incase yang bermasalah laptop saya, saya bisa segera change ke laptop lain yang ada.
  4. Jadi diri sendiri. Gaya orang dalam mempresent sesuatu berbeda-beda, ada yang berapi-api, ada yang serius, ada yang membawakannya berbiwaba, ada yang lucu, dan lain-lain. Jadilah diri kita apa adanya dan gak usah ikut-ikut style orang lain.
  5. Yang terakhir, banyak berlatih. Berlatih ini penting sekali karena semakin sering kita tampil dan presentasi, maka cara kita membawakan presentasi akan semakin baik. Ini memang butuh jam terbang dan tidak bisa instan.

Saya ingat dulu ketika saya presentasi, diberi waktu satu jam, slide saya bisa di atas 40 slide dengan banyak bullet-bullet points. Saat ini saya bisa presentasi 1 jam hanya dengan 10 slide saja (itupun udah termasuk judul, pengenalan, dan kata terima kasih). Kalau mau lihat dan membandingkan, ini slide presentasi saya di tahun 2011 dan ini slide presentasi saya di tahun 2013 😀 Jadi memang semua itu butuh proses dan belajar. Semakin banyak jam terbang kita, presentasi kita pun akan semakin baik. Selamat terbang 🙂

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

5 Comments on Tips Membuat Presentasi yang Baik

  1. Pas gw masih muda dulu kayaknya mengalami yg 5 halaman slide dalam 2 jam. Di slide ada gambar tulang ikan, yg diomongin mulai dari longsor sampe airport :))

    Suka

  2. Haha, ketika slide gw minim performa presentasi gw emank lebih bagus daripada pas slide-nya banyak XD

    That said dam, kalo misalnya presentasi ke dosen soal akademis (sebutlah TA), pake model Steve Jobs yang slide-nya minim tapi omongnya banyak gitu bagus gak sich? (dan gw koq ngerasa lebih gampang bikin audience non-dosen ter-engage ketimbang nge-engage dosennya sendiri ya -.-a)

    Suka

  3. Setuju, Dam, tapi powepoint/slide/keynote itu hanya alat bantu. Kalau mengutip dari steve jobs: “People who know what they’re talking about don’t need Power-Point.”

    @LegAcy: dikritik dosen pembimbing waktu gw liatin slide TA cuman gambar2 besar. Diperlukan penjelasan dalam bentuk point. 🙂

    Suka

  4. tips lo ini super banget dam! gw sebenernya udah berusaha banget ngurangin kata-kata dalam slide dan lebih fokus ke gambar2, tapi tetep aja pada akhirnya jumlah slide gw banyak :))

    Suka

  5. Presentasi lebih baik menggunakan trik komuniksi dua arah.
    agar audience tidak merasa “tidak dianggap”.

    juga gunakan joke-joke di sela-sela presentasi,agar tidak terlalu kaku.

    Suka

1 Trackback / Pingback

  1. Tips Membuat Pitch Deck Untuk Lomba – Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: