Iklan
My Journal

[Review] Streaming Film dan Serial Menggunakan Layanan iFlix

Kalau mendengar layanan streaming film, yang pertama terlintas di kepala tentu adalah Netflix. Netflix merupakan layanan streaming yang sudah sangat populer dan mainstream. Apalagi pas masuk Indonesia, Netflix penuh dengan kontroversi karena diblok oleh Telkom dan jaringannya. Untungnya, internet di rumah saya masih memungkinkan saya menggunakan Netflix.

Akan tetapi, saya tidak membahas Netflix di sini. Seperti tulisan saya sebelumnya, pada akhirnya, UX Netflix yang sudah sangat mature dan nyaman kalah akan kehadiran konten yang ada di iFlix. Di Netflix saya menikmati serial seperti Narchos, Daredevil, Breaking Bad, dan banyak lainnya. Film layar lebar juga banyak yang menarik. Akan tetapi, film di Netflix menurut saya kebanyakan yang seriusnya yang bagus. Sedangkan saya lebih senang nonton serial yang santai, cenderung ke arah komedi lah.

baca juga : [Impresi] Layanan Streaming Film Netflix Tiba di Indonesia

Di sini lah iFlix unggul. Serial seperti The Big Bang Theory, Modern Family, Friends, HIMYM, dan banyak serial ringan lainnya lengkap ada di sini. Artinya apa? Saya bisa menghapus koleksi film seri ini di harddisk saya dan memberikan ruang lebih luas untuk menyimpan foto-foto dan video Jenna :p Hahaha Untuk serial seriusnya juga ada yang ekslusif seperti Mr Robot (nanti akan saya bahas deh). Serial populer yang ada di Netflix juga ada beberapa di iFlix. Tapi balik lagi, yang saya cari adalah konten yang ringannya sih.

Screen Shot 2016-07-05 at 5.32.55 AM

Kelebihan utama iFlix dibandingkan Netflix jika dilihat dari fitur adalah bisa download film untuk ditonton online. Mungkin Netflix mindsetnya US kali ya yang koneksi datanya sudah bagus dimana-mana. Tapi iFlix yang berasal dari Malaysia tahu persis kendala negara berkembang adalah infrastruktur internetnya. Jadilah ada fitur untuk download dulu filmnya di rumah dan bisa ditonton nanti kalau pun gak ada internet. Namun kita dibatasih hanya untuk 10 film dan itupun ada expired datenya. Konon Netflix juga akan mengeluarkan fitur ini sih.

Lalu klo dilihat dari fitur yang sama dengan Netflix, mereka berdua sama-sama ada subtitlle nya, sama-sama ada rekomendasi film yang terkurasi, ada fitur streaming ke chromecast, ada fitur history dan resume, dan sebenernya mostly 11-12 lah fiturnya. Cuma yang paling membuat Netflix unggul adalah dari sisi UX. Respon time ketika tombol dipencet, penempatan konten dan layout UI, dan banyak lainnya. Ini sejujurnay saya agak keganggu dengan UX Iflix loh. Akan saya coba bahas beberapa poin UX yang mengganggu.

baca juga : [Review] Membuat TV Biasa Menjadi Pintar Dengan Google Chromecast

Pertama, ketika kita scroll konten di homepage, pas kita ngeliat ada film menarik, kita klik filmnya, pas kita klik back, kembali ke halaman utama. Jadi scroll konten sedemikian panjang yang kita sudah lakukan harus diulang dari awal lagi kalau masih ingin browsing. Ini dikarenakan kalau kita menekan ikon film, akan pindah page. Harusnya sih pop up aja info tentang konten tersebut sehingga ketika di close, akan tetap berada di kondisi semula. Jika harus pindah page dan menghilangkan history posisi kita terakhir browsing, akan menyulitkan proses navigasi konten dan menjadi kelemahan UX yang sangat mengganggu.

iflix-Telkom-2

Kedua, masalah waktu untuk narik data agak mengganggu. Entah kenapa, loading di iFlix lebih lama dari loading di netflix. Mungkin dari sisi infrastruktur dan teknologinya yang masih kurang yah. Lalu juga di homepage susunan layoutnya berantakan klo data belum selesai di tarik. Harusnya mah layout udah fix tapi konten yang ditampilkan muncul belakangan. Satu lagi terkait dengan layout, kalau di mobile, pas film (terutama serial) udah mau selesai, kan ada button rekomendasi yang muncul. Nah button itu suka nutupin teks subtitlenya karena letaknya di bawah.

baca juga : Antara Konten dan User Experience

Paling dua itu sih problem yang dari sisi UX sangat mengganggu. Tapi bagi saya, masih bearable dan worth it lah mengingat konten yang saya butuhkan adanya di iFlix. Tapi klo hal ini bisa diperbaiki, tentu akan jadi lebih baik lagi. walaupun dari sisi pricing, iFlix masih lebih murah daripada Netflix. Semoga saja UX di iFlix bisa terus diimprove dan koleksi filmnya diperbanyak yah, sebelum Netflix melengkapi koleksi filmnya dan membuat saya akhirnya harus beralih lagi ke Netflix gara-gara UX di iFlix yang masih mengganggu.

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: