Iklan
My Journal

Mencoba Mencegah Cyberbullying

Dengan tergabung di berbagai jenis group atau forum di sosial media, Saya jadi lebih terbuka mengenai realita yang ada di Indonesia. Di beberapa group seperti di Facebook, anggotanya sangat heterogen dari kalangan terdidik hingga yang kurang terdidik. Hal ini membuat ada beberapa kejadian yang terkadang membuat saya mengerutkan dahi.

Sebuah fenomena yang sering terjadi di dunia maya adalah Cyberbullying. Mungkin karena tidak bertatapan langsung, banyak yang menjadi lebih berani untuk mengolok, memprovokasi, dan merendahkan orang lain. Merasa aman berada di balik layar dengan mengandalkan keyboard, seseorang bisa mengeluarkan kata-kata hinaan yang tajam tanpa rasa bersalah.

Padahal efek dari Cyberbullying ini luar biasa. Akibat sering di-bully di dunia maya, seseorang bisa mengalami depresi hingga mengakhiri nyawanya. Oleh karena itu kita harus sangat berhati-hati sekali setiap mencoba untuk menyusun kalimat karena bisa jadi ketikan tangan kita akan mengakhiri nyawa seseorang.

Saya pernah melihat langsung seseorang di-bully di Facebook. Memang objek yang di-bully ini sepertinya punya sedikit kekurangan dari sisi kemampuan komunikasi sehingga menjadi sasaran empuk anggota grup tersebut. Pernah saya coba meminta rekan-rekan di grup untuk berhenti mem-bully, tapi sulit karena jumlahnya cukup banyak dan memang si objek yang di-bully ini sangat provokatif. Akhirnya saya coba bicara secara privat dengannya. Harapan saya hal tersebut lebih efektif karena hanya perlu berusaha menasihati satu orang saja.

Setelah diskusi panjang lebar, saya beritahu kenapa dia di-bully dan apa yang sebaiknya dia lakukan agar bisa membangun diskusi yang positif. Kala itu, yang bersangkutan sudah bisa memahami letak kesalahan dia dan mencoba untuk berkomunikasi dengan lebih baik lagi. Setidaknya itu yang saya tangkap. Namun selang beberapa jam setelah saya diskusi privat dengan dia, orang tersebut kembali membuat postingan provokatif di grup yang tentunya berujung debat kusir yang memojokan dirinya kembali.

Ternyata ini merupakan pola yang sering terjadi, bahkan tidak memandang latar belakang. Kalau kasus yang saya hadapi orangnya mungkin agak sedikit kekurangan (dari sisi edukasi), ada juga dari kalangan yang menurut saya cukup terdidik. Sama-sama membuat postingan provokatif sehingga di-bully, lalu ada yang mengingatkan dan mengajaknya diskusi secara privat untuk mengingatkan (bukan saya), eh tidak lama kemudian sudah kembali membuat keributan. Seolah apa yang disampaikan kepadanya hanya masuk ke kuping kiri keluar kuping kanan.

Kalau sudah begini kasusnya, peran seorang administrator grup sangat penting untuk sigap mengontrol diskusi. Administrator harus siap memoderasi jika ada diskusi yang melenceng dan menjurus ke cyberbullying. Karena ternyata tidak bisa jika hanya diingatkan, sepertinya butuh ada semacam konseling atau edukasi khusus agar seorang korban bullying bisa mengatasi permasalahannya. Karena memang yang saya perhatikan, ada tendensi dari mereka untuk memancing terjadinya cyberbullying. Lalu juga butuh edukasi yang sangat panjang dan merata agar orang-orang bisa berhenti melakukan cyberbullying dan sadar efek dari kata-kata yang sederhana bisa melukai perasaan seseorang.

Sayangnya, tidak di semua lini dunia maya memiliki seorang administrator yang mampu untuk menjaga diskusi. Banyak forum bebas yang kita bisa berkata sesuka kita. Untuk itu, setidaknya mulai dari kita sendiri, cobalah untuk mulai lebih berhati-hati dalam berdiskusi. Sebelum tekan tombol enter, baca lagi kalimat kita apakah ada kemungkinan akan menyakiti perasaan orang lain apa tidak.

*sumber gambar

Iklan
About Adam Ardisasmita (1204 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

4 Comments on Mencoba Mencegah Cyberbullying

  1. Gw selalu penasaran sama hal ini. Sebetulnya yang dibully itu sadar gak sich kalo dia dibully? Terus kalo sadar dibully dan emank gak seneng dibully, kenapa dia ngelakuin hal yang bikin dia dibully? =/ Gw jadinya seringnya ngeliat orang yang dibully itu sebenernya emank seneng dibully (soalnya dikasih perhatian)

    Suka

    • Nah ini jg waktu itu gw pernah diskusi dan kayaknya emang itu cara mereka eksis. Yg jelas sih lebih mending krn gak sampe sakit hati orangnya. Cuma jadinya bikin debat kusir gak produktif aja

      Suka

  2. Jaman kebebasan ya begitulah. Tapi yang dibuli kadang juga masa bodoh.

    Suka

1 Trackback / Pingback

  1. Edukasi Etika di Internet Ala Deddy Corbuzier – Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: