My Journal

Perbedaan Pola Pikir Antara Venture Capital Dengan Studio Game

Ketika melihat ekosistem startup di Indonesia, banyak berita investasi dengan jumlah yang sangat besar terjadi. Memang investasi bukanlah faktor penentu kesuksesan, tapi tentu setiap startup butuh bahan bakar untuk bisa melaju kencang dan jauh. Tapi kalau diperhatikan, rasanya sedikit sekali kita mendengar berita investasi yang disuntikan oleh VC kepada studio game.

Yang berhasil meyakinkan VC untuk invest ke studio game mereka salah satunya adalah Touchten. Bahkan mereka sudah mendapatkan series A dari VC Jepang. East Venture juga terakhir sempat menyuntikan dana ke studio game di Surabaya yakni Alkemis Studio. Sebelumnya Tinker Games dan juga Nightspade Studio juga telah mendapatkan pendaan sekitar 4-5 tahun yang lalu.

baca juga: Investment Night, Bagaimana Investor Memandang Startup

Anton yang merupakan CEO dari Touchten Studio menjelaskan bahwa alasan investor di Indonesia masih sulit untuk mendukung studio game adalah perbedaan pola pikir. Jika kita bicara eCommerce, jelas dengan biasa akuisisi sekian, bisa mendapatkan user sekian, dan convertion rate sekian, sehingga forecastnya clear. Para VC juga bisa memutar uang mereka dengan tenang.

Kalau di game, mostly adalah hit and miss. Jarang ada yang bisa membuat game yang sukses terus-terusan. Lihat saja Angry Bird, saat ini game-gamenya sudah tidak sepopuler yang dulu. Bahkan Sampai memulangkan banyak sekali pegawai mereka. Itu pun Angry Bird sukses setelah game ke 52 kan. Jadi memang bisa dibilang game itu mirip kayak film, tidak ada jaminan atau formula itu bakal sukses. Tapi tentu sama kayak film, dengan budget yang lebih besar, kemungkinan suksesnya semakin besar juga.

baca juga: Perlukah Startup Mencari Investor?

Jadi itulah alasan mengapa di Indonesia termasuk bukan hal yang mudah untuk mendapatkan funding dari VC. Faktor paling penting untuk mendapatkan investasi adalah tim. Investor harus diyakinkan bahwa kita punya tim yang solid dan punya skill yang baik untuk melahirkan game-game berkualitas. Karena jika game pertama, kedua, ketiga, belum berhasil, chance untuk berhasil di game berikutnya akan semakin besar. Dengan tim yang bagus, peluang itu pun akan semakin besar. Dan yang tidak kalah penting adalah jangan hanya membawa ide tapi juga bawa prototype dan data validasi ide kita. Dengan dua modal itu, kesempatan untuk mendapatkan investasi akan semakin besar juga.

Iklan
About Adam Ardisasmita (1204 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

2 Comments on Perbedaan Pola Pikir Antara Venture Capital Dengan Studio Game

  1. Kenapa cuma startup dibidang teknologi informasi yang banyak mendapat funding investor kakap? Kalo industri kreatif lainnya jarang yang mendapat pembiayaan dari investor kakap. Bahkan startup tumbuh dulu secara signifikan baru kadang mendapat bantuan.

    Suka

    • Mungkin ada banyak usaha lain yang dapet investor besar, seperti properti. Tapi untuk sektor IT sendiri, bisa dibilang menarik untuk media karena pertumbuhannya sangat cepat dan bsia memberikan impact besar bagi banyak orang. Contohnya Facebook, Google, Gojek, Uber, dll. Itu mungkin alasan media sangat tertarik berita tentang startup di bidang IT

      Suka

1 Trackback / Pingback

  1. Perlukah Startup Game Mencari Pendanaan Dari Venture Capital? | Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: