Iklan
My Journal

Frekuensi 700 Mhz, TV Digital, dan 4G LTE di Indonesia

coverage-lte-graph

Sebenernya saya kurang begitu mengerti tentang dunia pertelekomunikasian yang spesifik membahas gelombang dan frekuensi, tapi kebetulan Saya diajak untuk mengikuti forum di kemenkominfo. Hari itu, yang hadir ada mantan mentri IT dari Finland yang menjadi utusan dari International Telecommunication Union, GSM Association, perwakilan mentri ekonomi, bapenas, masyarakat telekomunikasi (ada telkom dan xl klo saya tidak salah ingat), dan banyak entitas lainnya yang berhubungan dengan dunia telco. Forum tersebut sengaja diadakan untuk membahas frekuensi 700 Mhz.

Apa itu frekuensi 700 Mhz? Sepenangkapan saya itu merupakan frekuensi yang paling ideal untuk diterapkan teknologi jangka panjang 4G LTE. Teman saya yang dari Jepang bercerita kalau kita pake 4G LTE, di handphone buka youtube itu yang resolusinya 720 dan tanpa buffering. Wow! Sedangkan kita di desktop saja dengan resolusi terendah masih bisa buffering -_- Nah kalau gitu kenapa tidak segera dipakai saja frekuensi tersebut untuk pengembangan 4G LTE? Ini yang jawabannya agak susah, sampai-sampai mantan mentri IT dari finland dan GSM Association datang ke Indonesia, membawa data dari Boston Consulting Group, yang menyarankan Indonesia untuk segera mengimplementasikan frekuensi tersebut dalam waktu dekat.

Kondisinya saat ini, frekuensi 700 Mhz itu sedang disinggahi oleh TV Analog, TV yang mengandalkan antena kayak yang selama ini ada. Agar frekuensi tersebut bisa dipakai, TV2 analog harus dikonversi ke TV digital yang memakan space jauh lebih kecil dari TV Analog sehingga akan ada tempat bagi 4G LTE untuk masuk. Kampanye ini bisa kita lihat di jalan dimana ada baliho super besar yang isinya setengahnya adalah muka pak mentri plus tulisan “mari beralih ke TV digital.” *ini mau ngiklan TV Digital atau ngiklanin si pak mentri sih -_-. Kalau pakai TV digital, semua pengguna televisi harus menggunakan sebuah box tambahan. Konon, ada pihak yang bersedia membelikan box tersebut untuk seluruh pengguna televisi. Jadi, apa yang masih menjadi hambatan? Ternyata katanya ada satu grup broadcaster yang menentang percepatan TV digital ini. Si grup ini gak mau TV digital dipercepat ke 2015, saya gak tau alasan dibaliknya apa, tapi pasti ada unsur politis juga. Padahal, katanya si BCG, klo gak segera beralih, Indonesia akan rugi 200 Triliun, tak hanya itu, Indonesia juga bakal ngeganggu pertumbuhan negara tetangga (malaysia dan singapore).

Semoga si grup itu bisa segera menyetujui program percepatan peralihan TV analog ke TV digital biar kita orang Indonesia bisa segera ngerasain enaknya punya koneksi 4G LTE.

Iklan
About Adam Ardisasmita (1115 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

1 Comment on Frekuensi 700 Mhz, TV Digital, dan 4G LTE di Indonesia

  1. beginilah ketika perencanaan pengkanalisasi-an tidak diperhitungkan secara matang, sekarang malah bingung mau dipindahin kemana tv analog.. hehe. :p

    Suka

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. [Review] Vine, Social Media untuk Berbagi Video | Rumah Pikiran Ardisaz
  2. Review Bolt, Layanan Internet 4G | Ardisaz
  3. Sekilas Tentang Frekuensi 4G LTE di Indonesia | Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: