My Journal

Peta Ekosistem Industri Game Development

Ekosistem adalah interaksi timbal balik antara berbagai elemen yang berada di dalam suatu wilayah. Misal kalau kita ngomong ekosistem di laut, maka ada mulai dari matahari yang menjadi source untuk fitoplankton, lalu ada zooplankton yang akan jadi makanan untuk ikan kecil, ikan kecil dimakan ikan sedang, ikan sedang dimakan ikan besar, lalu ada juga terumbu karang yang menjadi tempat berkembang biaknya ikan-ikan, dan lain sebagainya. Masing-masing organisme punya peran terhadap keseimbangan dan kesuburan di ekosistem tersebut. Ada satu saja yang hilang, maka ekosistemnya akan terganggu.

Demikian juga untuk industri game. Di Industri game ada banyak sekali organisme yang terlibat dalam value chain industrinya. Tentu ada mata rantai utama seperti ikan-ikan di laut, ada juga yang sifatnya pendukung seperti terumbu karang. Namun peran tersebut semua sama pentingnya untuk keberlangsungan hidup di dalam ekosistem.

Misal ada pertanyaan, kenapa kok di Jepang dan Amerika industri gamenya bisa maju banget? Jawabannya adalah komponen di dalam ekosistemnya lengkap dan masing-masing organisme sudah sangat mature. Itu terjadi karena industri game sudah lahir di negara tersebut jauh sebelum di Indonesia ada industri game. Di tahun 1980-an, Amerika dan Jepang sudah bikin game. Di Indonesia, mungkin sampai 2000-an awal kita masih konsumen. Ada gap 20 tahunan kan. Sampai akhirnya pelan-pelan kita mulai belajar untuk menumbuhkan industri game kita.

Lalu apakah perlu nunggu 20 tahun sampai kita bisa mengejar negara-negara tersebut? Iya memang membangun ekosistem tentu butuh waktu lama. Tapi bisa dipercepat loh. Caranya adalah dengan dukungan serius dari pemerintah. Kalau Jepang dan Amerika adalah contoh negara yang ekosistemnya tumbuh secara organik, maka Korea adalah contoh negara yang ekosistemnya dibentuk secara terencana oleh pemerintah. Mungkin hal ini mirip dengan analogi negara-negara yang hidup di padang pasir yang gersang dan melakukan modifikasi ekosistem agar bisa ditinggali dan bisa menghasilkan. Korea mengubah industri game yang mungkin state awalnya masih padang pasir gersang menjadi oase yang subur dalam waktu singkat hingga bisa sejajar dengan negara-negara maju. Dukungan-dukungan apa yang dilakukan oleh pemerintah Korea sangat banyak yah. Mungkin nanti di tulisan berbeda kita bisa bahas itu.

Tapi sekarang bagaimana dengan Indonesia? Bagaimana caranya kita menjadikan ekosistem ini bisa tumbuh dengan cepat? Kita beruntung Indonesia punya gerakan bottom up yang kuat. Dan saat ini, pemerintah pun mulai menyambut dengan baik dari sisi top down. Inilah yang harus dikombinasikan untuk akselerasi yang cepat. Tapi memang gak bisa gerak sendiri-sendiri. Harus ada hub yang menjadi gerbang komunikasi antar semua organisme di dalam ekosistem game. Untuk itulah ada Asosiasi Game Indonesia. Sebagai jembatan penghubung berbagai elemen di dalam ekosistem untuk memajukan industri game di Indonesia.

Peta Ekosistem Permainan Interaktif

So, tugas pertama kita adalah memetakan ekosistem game apa yang ada di Indonesia. Eh, ternyata sudah ada loh petanya. Ada di dalam buku Rencana Jangka Menengah Pengembangan Industri Permainan yang dibuat oleh Kemenparekraf di tahun 2015. Jadi peran kita sekarang adalah memetakan permasalahan apa yang dialami oleh masing-masing organisme, mana area yang kita masih belum matang atau belum miliki, mana organisme yang sudah ada dan butuh diakselerasi, dan menyingkirkan semua bottleneck yang ada. Ini pun juga di buku tersebut sudah ada kajiannya dan AGI baru saja melakukan survey dan riset untuk mencoba menjawab tantangan ini. Peta udah ada, permasalahan sudah ditemukan, PR berikutnya membuat rencana aksi. Balik lagi, rencana ini di buku yang saya mention juga sudah ada, tapi dengan riset AGI bersama dengan LIPI dan Kominfo ini, kita coba perkuat. Begitu rencana aksi jadi, nah ini tantangan yang paling sulit adalah eksekusi rencana tersebut dengan konsisten dan sinergis.

Minggu ini saya baru aja meeting dengan LIPI dalam rangka rapat finalisasi policy brief atau rencana aksi untuk memajukan ekosistem industri game di Indonesia. Lebih ke curhat sih. Di masing-masing elemen di peta ekosistem tersebut, mana yang menurut saya perlu ada, mana yang perlu didorong, dan mana yang menjadi bottle neck. Semoga curhatan-curhatan dari para pelaku industri yang ditampung dalam survey yang diisi oleh 65 studio game di Indonesia ini bisa menghasilkan rencana aksi yang tepat sasaran dan bisa dieksekusi oleh pemerintah. Karena balik lagi, kalau gak ada sinergi pemerintah dan pelaku, ya kita baru bisa ngejar 20 tahun lagi. Kalau mau lebih cepat kayak Korea, pemerintah harus bener-bener serius mau memecah mata rantai ini dengan program yang tepat.

So, mari kita tunggu hasil akhir dari policy briefnya keluar, kita evaluasi dan kita dampingi pemerintah untuk bisa mengeksekusi semua programnya agar dampaknya bisa segera dirasakan oleh kita semua. Kalau ada yang mau ngasih masukan mungkin usulan program, keluhan kendala yang di alami, atau apapun terkait ekosistem game di Indonesia, silahkan tinggalkan di kolom komentar yah.

About Adam Ardisasmita (1208 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Vice President Asosiasi Game Indonesia | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

3 Comments on Peta Ekosistem Industri Game Development

  1. game development memang sangat teren saat ini

    Suka

  2. game development memang sangat teren saat ini 😀

    Suka

  3. game development memang sangat teren saat ini 😀

    Suka

1 Trackback / Pingback

  1. Nominasi The Game Awards 2020 Sudah Diumumkan – Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: