My Journal

Skill Yang Dibutuhkan Seorang Manager

Dalam jenjang karir seseorang, akan ada posisi dimana dia tidak lagi dilihat dari kemampuan teknis individunya, tapi juga dari kemampuan managerial. Entah itu kamu seorang proejct manager, product manager, program manager, atau apapun yang title nya manager, ekspektasi dari title itu adalah kemampuan management. Itu mengapa ada aja orang yang di sebuah perusahaan skillnya sudah sangat jago, pengalamannya sudah sangat banyak, tapi tidak bisa (atau mungkin tidak mau) naik menjadi level manager.

Secara umum, semakin ke atas jabatan kamu dalam konteks managerial, akan semakin sedikit ilmu teknikal yang terpakai dan akan lebih banyak ilmu konspetual. Misal kerja di studio game, ketika sudah di level manager, bukan lagi dilihat kemampuan programming, kemampuan menggambar, atau kemampuan mendesain. Apa sih skill yang dibutuhkan seorang manager? Sebenernya ada banyak yah. Saya coba highlight beberapa skill yang harus dimiliki oleh seorang manager. Nanti kalau menurut kamu ada skill yang perlu ditambahkan, let me know di kolom komentar yah.

Yang pertama adalah skill komunikasi. Ketika jadi manager, pekerjaan kita bukan lagi menyelesaikan tugas yang ada di depan kita saja. Pekerjaan kita juga memastikan tugas-tugas yang dikerjakan oleh orang lain juga bisa terselesaikan dengan baik. Kita perlu bisa menyampaikan pekerjaan yang ingin diselesaikan dengan kalimat yang mudah dimengerti dan memotivasi. Jika kita tidak bisa menyampaikan goal dari project dengan baik, maka tim yang mengerjakan juga menjadi tidak semangat. Atau ketika kita menyampaikan brief dengan tidak jelas, maka pekerjaan akan jadi berantakan. Oleh karena itu, penting bagi seorang manager untuk bisa berkomunikasi dengan baik. Akan lebih bagus lagi jika diimbangi dengan people skill yang juga mumpuni. Salah satu buku yang mengajarkan komunikasi yang saya suka adalah karya Dale Carnegie “How to Win Friends, and Influence People”

Skill yang kedua adalah kemampuan untuk mengelola waktu. Kunci dari project management adalah resource, time, and budget. Dari ketiga elemen itu, time adalah hal yang paling bisa kita kendalikan. Bagaimana kita bisa mengelola waktu kita sendiri mulai dari kapan harus menyelam ke tataran teknis, kapan harus berada di level yang lebih horizontal untuk memastikan semuanya sync dan sesuai target, kapan saatnya meeting, dan lain sebagainya. Disiplin mengatur waktu diri sendiri menjadi kunci sebelum kita bisa mengatur waktu tim yang ada di bawah kita. Time management juga di dalamnya termasuk ke dalam belajar prioritizing. Hal apa yang harus diselesaikan lebih dulu apabila banyak task yang masuk. Dan yang tidak kalah penting, bagaimana melakukan delegasi. Kalau mindset kita sebagai manager semua harus dikerjakan sendiri, pasti kita akan tenggelam dalam pekerjaan itu dan tidak bisa menjalankan fungsi managerial dengan baik. Buku Improve Your Time Management ini menurut saya sangat praktikal untuk kita belajar mengelola waktu.

Dan yang ketiga adalah kemampuan untuk membuat rencana, mengontrol, dan evaluasi. Ketika belum menjadi manager, mungkin fokus pekerjaan kita adalah bagaimana kita bisa menyelesaikan pekerjaan yang diberikan kepada kita. Goalnya adalah problem solving. Eksekusi. Tapi jika sudah di tataran manager, kita juga harus belajar cara merencanakan sebuah project atau program, bagaimana mengontrol agar eksekusinya berjalan dengan baik, dan yang gak kalah penting adalah melakukan evaluasi. Tanpa planning yang baik, project kita sudah pasti akan fail. If you fail to plan, you are planning to fail. Tanpa kontrol yang baik, balik lagi ke point nomer satu yah, tim kita tidak akan bekerja optimal dan project tidak akan berjalan dengan baik. Dan evaluasi itu penting. Sebagai manager, bukan berarti kita, atau tim kita, atau project yang kita jalankan, tidak boleh memiliki kesalahan. Pasti akan ada yang tidak sempurna. Tapi yang penting adalah bagaimana kita memanfaatkan kesalahan-kesalahan itu agar menjadi pembelajaran untuk project berikutnya.

Nah, buat yang keempat, kelima, keenam, dan seterusnya, silahkan kalau dari teman-teman yang saat ini sudah berada di posisi manager untuk bisa menambahkan yah.

About Adam Ardisasmita (1207 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Vice President Asosiasi Game Indonesia | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

3 Comments on Skill Yang Dibutuhkan Seorang Manager

  1. Clear, praktis, dan kontekstual, merasa related sekali dengan tulisannya dan langsung cari referensi bacaannya, thanks! Anyw, adakah saran untuk deal dengan staff yang terindikasi struggling karena ‘gap generation’? Terutama dari segi komunikasi dan kelancaran penggunaan teknologi, it’s so frustande tbh

    Suka

    • *frustated

      Suka

    • Kemampuan adaptasi emang skill abad 21 sih. wajar banget klo jaman dulu generasai era industrial gak dibekali dengan kemampuan tersebut dan memang sulit untuk mengajarkan seseorang skill baru, terutama yang sangat fundamental, di usia yang sudah cukup lanjut. Saya juga tidak punya tips nya sih karena belum pernah punya pengalaman deal dengan staf yang beda generasi ke atas, tapi kalau beda generasi ke bawah, lebih mudah untuk yang milenial beradaptasi dengan generasi Z.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: