My Journal

Cara Publish Game Ke PlayStation Untuk Developer Indie di Indonesia

Seperti janji saya, saya akan menjawab berbagai pertanyaan yang temen-temen ingin tahu tentang industri game di Indonesia. Bahkan untuk beberapa pertanyaan, akan saya hadirkan juga narasumber yang memang expert di bidangnya untuk membantu menjawabnya. Dan kali ini, saya coba menjawab pertanyaan di kolom Youtube saya. Dari Freeloh bertanya tentang cara publish game di Play Station untuk Indie.

pertanyaan di channel Youtube Ardisaz

Saya akan coba jawab dengan dua versi. Yang pertama adalah versi yang tertulis di petunjuk resmi dari Sony dan yang kedua adalah versi di lapangan yang dialami oleh teman-teman game developer Indonesia.

Cara Resmi

Menurut petunjuk yang ada di website playstation cara untuk bisa publish di platform mereka hanya tiga langkah. Pertama submit aplikasi kita secara online untuk mendaftarkan perusahaan kita. Kedua submit agreement untuk menjadi PlayStation Partner. Dan yang ketiga mulai mengembangkan game untuk PS. Dengan masuk ke link Registrasi PlayStation Partner, kita bisa langsung mencobanya.

Dimulai dari tahap memasukan company based kita yakni Indonesia dan tipe partnershipnya (game developer/publisher).

Lalu tahap berikutnya yang agak pelik karena kita perlu mempersiapkan beberapa item yakni

  • Nomer perusahaan
  • Legal proof company kita (dokumen legal, finansial statement, pendaftaran perusahaan kita di Indonesia)
  • Static IP Adress (IPv4 format), gak bisa pakai private IP addresses
  • Non public domain email addresses (gak bisa pakai gmail, hotmail, dll)
  • Product pitch

Abis itu semua siap, kita bisa klik “Apply Now” di web tersebut dan mengisi semua informasi dalam bentuk form.

Setelah nanti kita diapprove menjadi PlayStation partner, tahap berikutnya yang paling krusial adalah mendapatkan developer kit. Bagi yang belum tahu, tidak bisa kita testing game kita ke PS yang kita beli secara bebas. Kita harus pakai perangkat khusus yang disebut dengan developer kit untuk bisa testing dan publish game kita di platform Playstation. Device ini pun gak bisa didapatkan dengan bebas. Kenapa tadi kita perlu ngasih static IP? Karena nanti ketika kita order Devkit, benda itu udah teregistrasi dengan IP yg kita daftarkan. Jadi emang benda Devkit ini dirakit secara khusus ketika ada yang partner developer/publisher yang order. Dan Sony sangat ketat menjaga kerahasiaan dari Devkit ini sehingga sangat tidak mungkin teman-teman bisa melihat wujud devkit seperti apa di pasaran bebas. Ada dokumen NDA yang kita isi terkait kerahasiaan devkit. Dan dari informasi yang ada di internet, harga devkit ini cukup mahal, bisa sampai 2500an USD.

Artikel dari Xsolla tentang Devkit PS

Kondisi Di Lapangan

Secara di atas kertas, tidak sulit yah mendaftarkan diri menjadi PlayStation Partner dan memesan devkit. Tapi di lapangan, kenyataannya tidak semulus itu. Walaupun kita bisa memilih negara Indonesia sebagai partner, ternyata Indonesia belum masuk sebagai negara yang bisa menjadi penerima developer kit. Kalau ingat di atas, satu-satunya cara untuk membuat game di PS adalah melalui devkit, berarti kalau Indonesia gak termasuk negara yang bisa menerima devkit, artinya belum bisa dong kita bikin game untuk PS.

Cara paling mudah untuk bisa publish game di PS untuk saat ini adalah bekerja sama dengan Publisher. Artinya, publisher yang punya akun partner PS, punya devkit, dan kita back and forth ngirimin game kita ke publisher. Tapi tentu ini bukan cara yang ideal yah. Banyak juga case dimana company lokal kita harus bikin legal entitiy di luar negeri yang sudah disupport oleh Sony, mendaftarkan sebagai partner di negara tersebut, dan dikirimkan devkit ke negara tersebut. Baru nanti habis itu di handcarry ke Indonesia.

Handcarry devkit ke Indonesia pun masih memiliki banyak kelemahan. Salah satu kelemahannya adalah klasifikasi Devkit di Bea Cukai masih belum clear. Pernah ada kasus dimana developer lokal kita bawa devkit handcarry ke Indonesia dan ditahan Bea Cukai. Perangkat devkitnya pun disita. Untungnya dari Pemerintah, Bekraf saat itu, sangat memperjuangkan devkit itu sehingga akhirnya bisa diloloskan ke developer di Indonesia. Saya sendiri sudah meeting dengan teman-teman di Bea Cukai untuk diskusi mengenai cara paling baik untuk membawa masuk devkit ke Indonesia dan sudah ada beberapa solusi yang bisa diambil. Kuncinya adalah sebelum membawa atau mengirim devkit, konsultasi dulu ke Bea Cukai terkait agar memastikan hal-hal yang dibutuhkan agar pengirimannya lancar. Kalau bingung, nanti bisa konsultasi ke saya juga untuk dihubungkan dengan pihak-pihak terkait. Bahkan kalau dapat rekomendasi, bisa jadi tidak ada bea masuk sama sekali loh.

Tapi memang permasalahan paling besar yang dihadapi saat ini adalah belum bisanya devkit dikirimkan secara langsung ke Indonesia dari pihak Sony nya. Ini bukan hanya Indonesia yah, negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dll juga masih belum diterima. Alasannya apa masih kurang jelas. Saya sudah coba meeting beberapa kali dengan pihak Sony bersama dengan Kominfo ataupu Bekraf. Bahkan saya pernah datang ke Thailand bersama Bekraf untuk ke acara PlayStation untuk diskusi, tapi memang belum bisa. Cuma analisis saya sih hal ini dikarenakan belum ada kejelasan perizinan terkait klasifikasi devkit baik dari sisi perizinan peredaran elektroniknya maupun bea masuknya dan juga karena market game developer kita belum sebesar itu untuk memanfaatkan keberadaan devkit. Berapa banyak gamedev kita yang akan order devkit ketika sudah diberi akses? Rasanya jumlahnya masih di kecil sekali walaupun trennya semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Yang jelas permasalahan devkit ini bukan yang stuck tidak bisa kemana-mana dan hopeless gak ada harapan yah. AGI, parekraf, kominfo, bea cukai, dan game developer di Indonesia terus melakukan advokasi. Pihak Sony pun selalu suportif dan memberikan berbagai jalan keluar yang bisa dilakukan. Contohnya kalau di Malaysia, devkit bisa diberikan kepada MDEC dan LevelUp Inc untuk digunakan gamedev di sana. Jadi ibaratnya “pemerintah” malaysia adalah publisher yang menaungi developer-developer di Malaysia. Dengan semakin majunya game dev industry di Indonesia, kita juga menunjukan kapasitas Indonesia yang patut diperhitungkan sebagai partner yang worth untuk mendapatkan akses devkit.

About Adam Ardisasmita (1209 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Vice President Asosiasi Game Indonesia | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: