My Journal

Menggunakan Korg Nanokontrol 2 Untuk Mixing Digital Audio Ketika Live Streaming

Masih dalam rangkaian tulisan ngulik-ngulik live streaming, kali ini saya mau cerita tentang satu tools yang berguna untuk mengontrol audio source digital kita. Untuk routing audio digital, saya udah pernah bahas di postingan sebelumnya yakni menggunakan aplikasi bernama Loopback. Aplikasi tersebut membuat saya dapat mengatur suara dari setiap aplikasi yang memunculkan suara di komputer dengan mudah. Saya bisa mengatur zoom meeting saya dimana ada suara saya dari mic dan suara backsound dari spotify. Saya bisa mengatur agar di google meet, saya bisa share suara dari power point saya ketika presentasi. Dan banyak hal lainnya yang bisa dilakukan oleh loopback.

Nah kita akan dig deeper dari itu yakni untuk mengontrol source suara yang ada. Jadi ketika kita presentasi dan memainkan video, kita bisa mengatur besar kecil suara video tersebut. Atau ketika demo aplikasi di iphone kita melalui zoom, volume iphone kita bisa dengan mudah dibesar kecilkan. Atau sesimpel kita ingin mute suara kita tanpa perlu bolak balik pencet tombol mute dan unmute itu juga bisa jadi mudah.

Ada solusi praktis dan mahalnya yakni menggunakan hardware namanya GoXLR dimana kita bisa mengontrol volume tiap aplikasi menggunakan fader. Harga GoXLR ini harganya 498 USD dan yang mininya 349 USD. Tapi udah harganya mahal, harus impor, hanya bisa untuk windows. Jadilah saya cari solusi lain yang lebih murah yakni dengan beli Midi Controller yang dikombinasikan dengan DAW lalu dikombinasikan dengan Loopback.

Oke oke, banyak kalimat asing nih hahaha Satu satu yah. Pertama kita mulai dari Midi Controller dulu yah. Apa sih itu Midi Controller? Pernah liat acara konser gitu gak? Ada satu board gede yang isinya ada slider-slider buat naik turunin volume mic. Nah mirip kayak gitu. Atau mungkin pernah denger istilah audio mixer, ya Midi Controller fungsinya itu. Mixing berbagai audio source yang ada agar seimbang. Klo di konser kan berarti ada yang ngatur suara gitar, mic vocal, bas, keyboard, drum, dan lain-lain tuh. Jadi niat saya adalah bikin si midi controller ini buat naik turunin volume aplikasi-aplikasi yang ada di komputer saya.

Cuma entah kenapa, nyari Midi Controller di era pandemi ini susahnya setengah mati. Saya pilih Korg Nanokontrol 2 karena itu Midi Controller yang fokusnya di fader-nya aja (yang bentuknya kayak slider untuk naik turunin volume). Karena banyak Midi Controller lain yang memang fungsinya untuk mainin sound di software audio. Ada yang bentuk Midi Controllernya literaly kayak piano. Ini dipake buat orang-orang yang suka bikin lagu. Dari Midi Controller, bisa langsung jadi nada di komputernya dan direcord. Tapi bukan yang tipe ini yang saya butuhkan. Korg Nanokontrol 2 Harganya pun cuma sejuta, jauh lebih murah dibandingkan klo harus beli GoXLR kan 🙂 Lalu saya ngincer ini karena form factornya yang sangat slim jadi gak menuh2in meja kerja.

Saya sampai empat kali order di berbagai online shop dan ecommerce loh Korg Nanokontrol 2 ini yang pas dichat katanya ready stock, udah diorder, eh gak dikirim2. Sekalinya nemu yang punya stock, tinggal satu, di Nganjuk Jawa Timur. Setelah berminggu-minggu nyari, ketemu sama toko itu karena udah desperate gonta-ganti keyword sampai nyangkut di keyword “Nanokontrol2” angka duanya digabung, eh ADA!!! Tokonya verified pula. Gak pakai pikir panjang langsung buy! hahaha.

Nah terus sekarang gimana nyambungin dari Midi Controller ke aplikasi Loopback-nya nih. Saya udah pernah email ke developernya Loopback buat request fitur untuk bisa kontrol volume pakai Midi Controller tapi belum ada update apa-apa terkait itu. Akhirnya saya bridging pakai software audio atau istilahnya Digital Audio Workstation (DAW). Ini software-software kayak garageband, fruity loops, audacity, dan kawan-kawan. Nah, saya pakai Ableton Live karena dapet voucher gratis dari pembelian Audio Interface Focusrite. Ableton Live ini udah native support dengan Korg Nanokontrol 2 tanpa perlu driver atau setup apa-apa. Colok Korg Nanokontrol 2 via USB ke komputer, jalanin Ableton Live, dan otomatis semua fader di Korg Nanokontrol 2 langsung bisa ngontrol volume di Ableton Live.

Jadi yang saya lakukan adalah saya saya bikin satu virtual audio mixer yang isinya semua aplikasi yang biasa saya gunakan untuk workflow streaming saya. Ada Mic 1, mic 2, Spotify, Farrago, Google Chrome, Power Point, Quicktime Player, sampai ke USB Capture Card. Lalu saya mapping tuh dari masing-masing channel di Mixer Virtual saya ke Ableton Live. Jadi deh Coco Crunch 🙂 Saya bisa mixing audio dengan mudah, bisa mute dan unmute suara dari tiap aplikasi dengan sentuhan jadi, dan live streaming saya jadi lebih smooothhh. Ato klo pun recorded video, workflow saya jadi lebih ringkas karena gak perlu mixing-mixing audio lagi di software video editornya.

Begitulah ceritanya teman-teman cara untuk punya audio mixing virtual untuk komputer kamu. Semoga bermanfaat yah sharing ilmunya 🙂

About Adam Ardisasmita (1209 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Vice President Asosiasi Game Indonesia | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: