Iklan
My Journal

Yang Dibutuhkan Milenial dan Generasi Z Untuk Bisa Sukses di Abad 21

Belakangan saya lagi sering denger jargon tentang revolusi industri 4.0 dan tantangan yang akan dihadapi oleh milenial dan generasi z. Katanya, dengan kemajuan teknologi, akan banyak sekali orang yang pekerjaannya akan hilang tergantikan oleh teknologi. Jargon-jargon kayak AI, big data, blockchain, IoT, otomatisasi, dan lain-lain akan jadi momok yang menakutkan. Katanya nanti milenial dan gen z akan susah dapet kerja karena tergantikan oleh teknologi itu.

Kalau menurut saya, jika ada masalah sehingga nanti milenial dan gen z gak bisa survive di masa depan, salah satu faktor (dari sekian banyak variabel) adalah karena sistem pendidikan kita gak menyiapkan kita untuk era tersebut. Sebenernya, banyak pekerjaan yang hilang, tapi akan muncul juga banyak lapangan pekerjaan baru yang gak terduga sebelumnya. Sudah mulai keliatan milenial dan gen z yang mampu memanfaatkan peluang baru ini. Masalahnya, peluang ini sama sekali gak masuk jarak pandang para orang tua, para guru, sistem edukasi, dan sosiologi di lingkungan kita sehari-hari.

Karena tadi itu, akan ada lapangan baru yang muncul. Maka skill set yang dibutuhkan oleh para milenial dan gen z ini juga nanti berbeda. Cara belajar mereka berbeda, media belajar mereka berbeda juga. Sedangkan, sistem edukasi kita kan masih sama dengan yang kita pakai 100 tahun yang lalu. Parahnya lagi, udah sistem edukasi kita lambat berkembang, era teknologi membuat perubahan ini menjadi jauh lebih cepat daripada di jaman dulu. Banyak generasi tua yang gak siap dengan perubahan dan selalu lambat merespond. Sangat berbeda dengan generasi baru ini yang lebih cepat adaptasi, lebih lincah membaca peluang, dan lebih berani mencoba hal baru.

Jaman dahulu kala, kalau kita ingin bisa survive, kategorinya mungkin sandang, pangan, papan yah, tidak banyak pilihan jalur menuju ke sana. Jalur sukses udah ada pakemnya. Kamu TK, SD, SMP, SMA, kuliah di univ negeri favorit, ambil jurusan favorit yang prospek kerjanya bagus kayak dokter, insinyur, pilot, pengacara, dan lain-lain, maka nanti akan sukses. Kalau sekarang, jalur untuk bisa survive, itu sudah amat sangat luas. Kamu bisa lakukan apapun yang kamu suka, asalkan kamu kreatif dan gigih, pasti bisa survive. Contoh pekerjaan yang orang jaman dulu gak akan ngerti adalah streamer game. Gimana bisa ada orang kerjanya cuma main game tiap hari, tapi sambil main game itu sambil direkam dan diupload ke internet,tapi umur 21 tahun sudah bisa beli mobil Ferrari. Atau gimana caranya bisa ada orang, kerjaannya update status di Instagram, foto-foto makanan, tapi bisa punya pekerjaan dimana dia dibayar oleh restoran untuk makan di situ.

Jadi kuncinya untuk anak jaman now adalah sedini mungkin kenali bakat dan minatnya, lalu kombinasikan kreativitas dan kegigihan untuk bisa membuat minat dan bakat kita jadi profesi. Rasanya opportunity untuk bisa survive asal memiliki ketiga hal itu akan semakin besar. Saya ada contoh case menarik. Waktu saya memberi sambutan dalam proses serah terima lulusan SMA saya dulu (karena kebetulan saya ketua ikatan alumni nya), ada satu mata acara hiburan yakni hadrah. Bagi yang belum tahu, hadrah itu main rebana-rebana gitu deh. Waktu saya dengar rundownya, agak males juga sih nonton begituan. Gak seru. Tapi ternyata anak-anak ini sangat kreatif. Mereka bikin koregorafi main rebana yang sangat lucu dan unik. Mereka juga pasti latihan habis-habisan karena gerakannya sangat kompak dan terkonsep banget. Dan begitu mereka selesai tampil, seluruh audience memberikan standing ovation. Grup hadrah ini memadukan minat dan bakat mereka di musik, terutama seni musik tabuh rebana, dengan kreativitas seperti koreografi yang unik, plus tentu mereka latihan ini gila-gilaan karena ada koreografi yang menurut saya agak sulit. Asal kreatif dan gigih, jika mereka merasa hadrah adalah jalan hidupnya, mereka akan bisa sukses. Mereka bisa bikin channel youtube, bisa manggung dari kafe ke kafe, dan lain sebagainya.

Jadi buat anak milenial dan gen z, rumus sukses harus jadi dokter dan insinyur itu hari ini sudah tidak berlaku lagi. Rumus sukses masa kini adalah kenali diri kamu apa minat dan bakatnya, kombinasikan itu dengan kreativitas, dan gigih berlatih. Gak bisa bersantai-santai, cuma upload di IG doang seadanya, bisa tiba-tiba jadi selebgram. Semua harus dengan usaha dan perjuangan, dipadukan dengan kreativitas dan originalitas. Tapi bukan berarti jadi dokter atau insinyur gak akan sukses, tapi lebih ke sekarang cara untuk bisa sukses sudah lebih banyak pilihannya. Gak harus selalu ikutin pakem yang ada saat ini di masyarakat, kamu bisa jadi diri sendiri tapi tetap sukses juga 🙂

Iklan
About Adam Ardisasmita (1147 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: