Iklan
My Journal

Kecintaan dan Profesionalitas Dalam Pekerjaan

Dalam beraktifitas dan bekerja sehari-hari, banyak sekali faktor yang memberatkan ataupun meringankan segala kegiatan yang kita lakukan. Lingkungan kerja merupakan fondasi yang cukup serius dalam membangun motivasi dan produktifitas bekerja kita.

Ada dua kondisi yang ingin sedikit saya soroti dari atmosfir kerja yang dibangun. Pertama adalah lingkungan yang lahir dari kedekatan personal, kekeluargaan, dan kenyamanan sehingga membangun rasa cinta terhadap apapun yang seseorang lakukan di tempat tersebut. Nuansa ini cukup sulit untuk dibangun karena dibutuhkan effort yang cukup besar oleh sang pengelola lingkungan kerja untuk berhasil membawa lingkupnya ke tingkatan ini. Namun ketika lingkungan kerja sudah berada dalam tahap ini, maka seseorang akan bekerja dengan produktif dan semangat. Bahkan ia pun dengan senang hati melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya serta berinisiatif untuk berbuat lebih banyak lagi.

Kondisi berikutnya adalah lingkungan yang membangun hubungan dengan profesionalitas. Secara kontekstual adalah motivasi di balik yang ia lakukan adalah imbalan yang akan dia dapatkan. Namun saya akan menggeneralisir konteks ini menjadi suatu semangat atau motivasi seseorang untuk bekerja di lingkungan yang tidak ia cintai (entah karena tidak ada kedekatan personal, kenyamanan bekerja, maupun kekeluargaan). Alasan dibalik itu bisa karena imbalan uang, amanah yang sudah terlanjur ia pegang, komitmen untuk membantu, dan lain sebaliknya. Secara general, tidak akan jauh berbeda dengan lingkungan yang nyaman dari segi pekerjaan. Namun hal yang tidak akan didapatkan dari lingkungan ini adalah kerelaan untuk melakukan pekerjaan yang bukan miliknya. Untuk melakukan pekerjaan yang itu merupakan tanggung jawabnya pun terkadang berat karena ia bekerja bukan karena rasa cinta, apalagi jika harus menambah beban kerjanya.

Sangat mudah rasanya menilai dimanakah organisasi yang kita sedang jajaki saat ini berada. Cukup berikanlah tugas yang bukan tanggung jawabnya lalu lihatlah reaksi orang tersebut. Ketika orang tersebut berniat mengerjakannya dengan antusias dan produktifitas tinggi, berarti organisasi tersebut telah lahir dengan kenyamanan kerja dan kecintaan. Namun jika terlihat produktifitas menurun, banyak keluhan, dan sumber daya manusia kian lama kian menghilang. Maka jelaslah sudah organisasi tersebut bukanlah tempat yang nyaman untuk bekerja.

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

2 Comments on Kecintaan dan Profesionalitas Dalam Pekerjaan

  1. mau info,
    kalai mau melakukan penelitian tentang personal sacrifice (penelitian human resource), kira2 apa yah kontribusi bagi perusahaan? thanks.

    amanda

    Suka

  2. Tentu penelitian tersebut akan sangat berguna bagi perusahaan. Perilaku organisasi merupakan topik yang sangat esensial untuk diperhatikan dan dimanage dengan baik, terutama untuk organisasi yang sudah besar.
    Kalau boleh tau, penelitian seperti apa yah yang ingin dilakukan?

    Adam Ardisasmita

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: