Iklan
My Journal

Membuat Virtual Reality Menjadi Mainstream di Masyarakat

Di tahun 2007, kita mengalami sebuah revolusi besar dalam dunia digital yakni kehadiran touch screen oleh Apple. Teknologinya sih udah ada dari lama, tapi tidak semua perusahaan sanggup menjadi game changer. Yang dilakukan Apple adalah membuat teknologi yang mungkin bagi sebagian orang dulunya kayak “ngapain sih mencet layar, lebih akurat pakai keyboard” jadi semua beralih ke touch screen.

Kalau menurut prediksi banyak orang, dalam waktu dekat kita akan masuk lagi ke satu revolusi besar dalam dunia IT. Virtual Reality (VR) akan menjadi the next big thing. VR merupakan sebuah lingkungan digital yang memungkinkan pancar indra kita berinteraksi dengan lebih imersif. Salah satu pelopor VR di dunia IT adalah Oculus Rift. Perusahaan ini mengembangkan sebuah kacamata yang ketika kita mengenakannya, akan menampilkan dunia yang berbeda. Tak hanya itu, pergerakan kepala kita akan mempengaruhi apa yang kita lihat di layar sehingga seolah-olah terasa kita sedang masuk ke dalam dunia tersebut.

Oculus Touch

Oculus Touch

Saat ini, Virtual Reality masih menjadi hal yang hanya diminati oleh para early adopter dan techie, terutama para gamer. Bendanya sendiri masih bisa dibilang belum beredar luas. Oculus Rift sendiri masih pre-order dari minggu lalu (dan sold out 13 menit kemudian) dengan harga 699 dolar. Harga semahal itu membuat banyak kalangan mainstream mundur dan menjadikan VR masih sulit untuk diadaptasi. Tapi ini masih langkah pertama, masih ada banyak lagi langkah lainnya untuk membuat VR jadi mainstream.

baca juga : Facebook Membeli Oculus Rift dan Membawanya ke Skala yang Lebih Luas

Facebook untungnya membeli Oculus Rift. Perlahan, Facebook mengedukasi masyarakat dengan konsep VR. Yang termudah adalah dengan adanya video 360. Sudut 360 ini merupakan salah satu bagian dari konsep imersif yang ingin dibawa oleh Oculus Rift. Dengan edukasi yang Facebook lakukan, adaptasi tentang VR akan semakin tinggi. Lalu dibarengi juga dengan Google yang meluncurkan Google Cardboard. Cardboard memberikan pengalaman Virtual Reality menggunakan smartphone milik kita. Dua perusahaan ini pasti akan menjadi motor di area VR agar bisa segera diadaptasi oleh masyarakat.

Jadi bagi para pelaku teknologi, ada baiknya mulai menginvestasikan waktunya untuk sedikit banyak mempelajari VR. Mungkin tidak untuk hari ini atau tahun ini, mungkin dua tiga tahun ke depan, VR akan menjadi sebuah teknologi yang lekat dengan kehidupan kita sehari-hari.

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

1 Trackback / Pingback

  1. Teknologi Hologram Sudah Semakin Dekat Dengan Hadirnya HoloLens – Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: