Iklan
My Journal

Edukasi Etika di Internet Ala Deddy Corbuzier

Sifat anonimity dari dunia internet membuat seseorang bisa menjadi karakter yang bukan dirinya di dunia maya. Interaksi yang sifatnya tidak langsung ini membuat seseorang menjadi lebih berani, ekspresif, dan bahkan terkadang melakukan aksi yang tidak bertanggung jawab. Hal ini didasari rasa aman karena orang tersebut berada di balik layar.

Kondisi ini menghasilkan situasi yang kurang kondusif di dunia maya. Entah itu masyarakat terdidik atau tidak, kadang “power” yang mereka miliki digunakan untuk membully atau menyebar fitnah atau menebar kebencian. Etika di dunia maya, hal ini yang rasanya masih sangat minim dimiliki oleh banyak netizen. Merasa bahwa di internet kita bisa melakukan apapun tanpa perlu merasa takut akan memberikan dampak nyata pada diri sendiri.

Contoh paling nyata adalah komentar para haters di internet. Kalau kamu lihat ke instagram artis Indonesia yang banyak hatersnya, kamu akan lihat banyak sekali ucapan di kolom komentar yang sangat tidak beretika. Banyak kata-kata kejam, tidak manusiawi, dan fitnah yang dengan entengnya diucapkan oleh para penghuni internet yang merasa dirinya aman selama berada di balik layar. Dan tidak mudah untuk mendidik para netizen ini agar bisa lebih bertanggung jawab atas aksi yang mereka lakukan.

baca juga : Mencoba Mencegah Cyberbullying

Lepas dari segala kontroversinya, saya perlu apresiasi cara Deddy Corbuzier mendidik netizen. Walaupun menggunakan pasal karet di UU ITE, saya rasa hal yang dia lakukan untuk seorang netizen di instagram yang melancarkan fitnah kepada salah satu artis merupakan bentuk dari shock therapy dan edukasi etika yang cukup baik. Silahkan baca berita lebih lengkapnya di link ini. Dengan melacak pelaku cyberbullying hingga menemukan tempat tinggalnya, mengadukannya ke polisi, dan memanggilnya ke Jakarta untuk meminta maaf secara publik melalui konverensi pers, hal ini mengajarkan masyarakat bahwa setiap kata yang kita tulis di dunia maya harus dapat kita pertanggungjawabkan.

Berikut caption Deddy Corbuzier di Instagram

I can tolerate haters.. Tapi saat kata kasar dan SARA kalian bawa, kemanapun kamu bersembunyi, menghilangkan jejak dan menghapus bukti.. Sampai kapanpun saya cari!!!…. U CAN RUN BUT U CAN’T HIDE FROM ME. Negara kita menjunjung tinggi Kesaktian PANCASILA.. Jangan kalian hancurkan dengan jari jari kotor kalian. Saat ini Km saya bebaskan.. Tapi ingat sampai kapanpun saya pantau kamu. Sampai kapanpun. Maaf anda saya terima, tapi itu tak pernah menjelaskan mengapa ada manusia yang bisa berkata seperti ini pada org yang bahkan tak dikenalnya……… Bagaimana seorang berusia 33 thn bekerja sebagai analis kredit di Bank bisa berkata begini? I don’t get it….. Kamu mau main main? Silahkan dgn org lain atau artis lain. U want to play game with me? I have my OWN RULES. And u’r not gonna like it. Did I Say I Gonna Find You? #thisisdeddycorbuzier #trianglefamily

Beberapa orang melihat aksi yang dilakukan oleh Deddy Corbuzier ini berlebihan. Tulisan komentar di instagram saja sampai dibawa ke ranah hukum. Tapi kalau menurut saya, ini adalah salah satu bentuk pendidikan etika di internet yang perlu dilakukan agar netizen lebih bertanggung jawab terhadap segala aktivitas di dunia maya. Hal ini juga dapat mencegah cyberbullying yang efeknya sangat destruktif kepada korbannya. Saya rasa sesekali perlu ada shock therapy seperti ini demi mencerdaskan masyarakat. Namun kita juga perlu berhati-hati agar tidak sembarang konten opini ditarik oleh pasar karet yang agak berbahaya ini.

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.
%d blogger menyukai ini: