Iklan
My Journal

New Macbook Dari Apple Masih Jauh Dari Sempurna

Saya sudah lama menjadi pengguna setia Apple. Yang paling berasa adalah dari sisi lini komputer dan OS-nya. Sekali saya berpindah menggunakan Macbook dengan OSX, saya merasa tidak nyaman kembali menggunakan windows. Banyak sekali hal detil dan kecil yang membuat saya nyaman mulai dari gesture, navigasi, hingga daya tahan baterainya.

Biasanya pasca Apple event, para pengguna Apple akan merasa super excited dengan berbagai inovasi baik itu inovasi kecil maupun besar yang dibuat oleh Apple. Tapi untuk yang satu ini, teman-teman sesama pengguna Apple banyak berbeda pendapat. The New Macbook dan Apple Watch tidak mendapat sambutan yang saya kira sebelumnya. Malah dua produk ini jadi ajang perang antar fanboy di dunia maya.

Saya akan coba bahas New Macbook terlebih dahulu, mungkin di tulisan lain saya akan bahas tentang Apple Watch. Ketika pertama mendengar New Macbook, saya langsung bingung ini letaknya di lini produk yang mana? Apakah akan masuk melanjutkan Macbook Air di lini komputer tipis dan mobilitas tinggi atau melanjutkan seri Macbook Pro yang lebih powerfull. Kenapa namanya New Macbook? Penamaan Apple saat ini sudah semakin sulit untuk dicernal. Sama seperti iPad kemarin yang diberi nama New iPad. Padahal sebelumnya iPad 2. Jadi dari awal saja sudah membingungkan posisinya.

Screen Shot 2015-03-14 at 12.56.08 AM

Tiga Pilihan Warna

Lalu ketika melihat barangnya di event kemarin, wow, ini laptop cantik banget. Pinggiran layarnya tipis banget, keyboardnya penuh, dan keseluruhan bentuknya amat sangat tipis. Dengan ukuran 12 inch, ini menjadi Macbook paling tipis. Jadi ini adalah keunggulan utama dari the new macbook, laptop super tipis, cantik, dan elegan. Apalagi ada pilihan warna yang cukup variatif.

Namun ketipisan yang dikejar oleh Apple ini harus dibayar mahal. Memang sih ada yang menjadi fitur menarik yakni touchpad-nya yang memiliki pressure sensor untuk mendeteksi seberapa keras kita menekannya. Tapi justru banyak fitur lain yang menurut saya menjadi menurunkan value dari the new macbook ini.

Contohnya adalah Apple harus mengorbankan backlight di logo Apple yang jadi trademark Macbook selama ini. Okelah ini sih gak major yah. Lalu yang paling kerasa adalah cuma ada satu port USB tipe C yang digunakan sebagai tempat untuk ngecharge maupun tempat untuk nyolok flash drive juga tempat untuk menghubungkan Macbook ke VGA atau HDMI dan semua kebutuhan input output lainnya. Menurut saya ini adalah deal breaker yang paling berasa. Macbook saya yang cuma dua port aja kadang membuat saya sulit karena posisinya yang berdekatan, eh ini malah cuma satu port. Jadi gak bisa tuh kita nonton film di harddisk sambil ngecharge, presentasi pake HDMI sambil colok mouse, dan lain-lain.

USB C

USB C

Selain itu, USB tipe C ini gak ada di pasar. Sekarang kabel VGA beda sendiri standarnya, HDMI beda, USB 3 beda, dan semuanya beda. Artinya apa? Kita harus beli adaptor untuk convert tiap kabel ke USB tipe C ini. Mau colok USB? Beli dulu converternya 20 dolar. Mau colok VGA? Beli dulu converternya 30 dolar. Dan seterusnya. Belum lagi klo kita lupa bawa converternya, bubar deh segala urusan dan keperluan kita. Jadi memang ini merupakan langkah yang menurut saya agak nekat sih.

Satu hal lagi yang menjadi korban desain the new macbook adalah speknya yang rendah. Prosesor Intel M dual core dan Intel HD Graphics 5300, rasanya jangan berharap macbook yang satu ini bisa dipakai untuk gaming ataupun video processing. Mungkin photoshop aja bakal sulit. Jadi anggep aja ini adalah tablet berkeyboard yang dikasih cat emas. Saya paham klo Apple itu gak bisa di head-to-head spec dengan laptop yang lain, tapi menurut saya ini prosesornya agak kelewat di bawah standar. Belum lagi kamera depannya cuma 480p.

Melihat spec dan hands on New Macbook ini, kesan saya adalah Apple ingin membuat perangkat yang cantik, harganya mahal, tapi gak penting dia pinter atau enggak. Keren dulu nomer satu. Biar klo kita di starbucks, pake new macbook warna gold, orang langsung aware kalau ini orang udah ketajiran. Gak ngerasa rugi ngeluarin 1.300 dolar untuk beli komputer dengan spec kayak gini.

Saran saya sih mending nunggu 2 generasi lagi dari the New Macbook ini ketika Apple udah mau ningkatin spec di dalamnya. Dulu juga Macbook Air generasi pertama jeroannya jelek. Liat generasi terbaru sekarang, udah pake i5 dan i7 dengan harga yang paling mahalnya aja masih lebih murah dari New Macbook (macbook air paling mahal 1.200 dolar). Jadi sabar dulu aja. Jangan tergoda dengan warna emas dan desain cantik ini kecuali emang punya banyak uang untuk dihamburkan πŸ™‚

Iklan
About Adam Ardisasmita (1204 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

8 Comments on New Macbook Dari Apple Masih Jauh Dari Sempurna

  1. Kelamahan terbesarnya adalah cuman punya 1 port USB C. Yang colokannya converternya mahal dan kalau 1 port ini rusak servisnya pasti muahal. Mending iPad di pakein keyboard kali yah dam?hehehe…

    Suka

  2. Meh, pas Apple ilanging CD/DVD drive juga pada protes, tapi terus akhirnya orang move on. Pas apple gak punya support flash, orang2 pada protes, tapi akhirnya padagak make flash lagi. Same goes with 1 port and USB-C, beberapa tahun lagi bakal jadi hal yang biasa. Apple is just being ahead of the curve.

    Buat yang Macbook ini sich gw dukung sepenuhnya. Gw suka MBA bukan gara2 spek-nya, atau OSX-nya atau apanya. Gw suka gara2 super tipis, super ringan, dan trackpad yang super pula. Macbook yang baru nge-improve hal yang gw suka dari MBA, jadi yah… ❀

    Suka

    • Klo prosesornya gimana rak?
      Itu Intel M evolusi dari Intel Y yang diproduksi untuk tablet, bukan notebook.
      USB C is a good thing (and Nokia did it first di Nokia N1 :p), tapi yang jadi masalah utama adalah cuma ada 1 port :p hahaha

      Suka

      • Kalo processor susah sich kalo belom dicoba =/
        Apalagi performa gak ngegantung sama processor semata. MBA on paper gak gitu bagus kan spek-nya, tapi begitu dipake gw gak ada masalah ama performa-nya gara2 udah pake SSD dan OSX emank cenderung lebih kenceng daripada Windows.

        Dan tergantung tujuan juga, kalo mau maen 3D atau apa yang berat2 mah emank jangan pake laptop kek gitu πŸ˜„

        Suka

        • Iya sih. iPhone aja gitu. RAM cuma 1 GB klo dibandingkan sama HP Android yg core-nya sampe 8 lah, RAM 3GB, gak berarti Android lebih oke dibandingkan dengan iPhone dari sisi performa.
          Tapi ya balik lagi sih, tradeoff-nya lumayan banyak di New Macbook ini demi bikin laptop yg super tipis dan cantik.

          Suka

  3. Donnie Orlando // 23/01/2016 pukul 1:44 am // Balas

    Saya setuju bgt emg speknya rendah untuk laptop harga segitu. Dan yg saya ga setuju dr agan adalah desain(emg opini org beda2). Desainnya dilihat dr gambar oke bgt mewah tipis elegant dan bagus deh pokoknya. Eh tapi pas liat langsung fisik aslinya ane kecewa bgt. Ringkih kaya laptop ece ece ga classy sama sekali sumpah kaya laptop maenan ga niat bgt gitu. Lebih “elegant” dan lebih “laptop” macbook air 11 inch. Ini sih pendapat pribadi ya

    Suka

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Tentang USB Port C dan Masa Depannya | Ardisaz
  2. Akhir Dari Era Port Audio 3,5mm – Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: