Iklan
My Journal

Tata Cara Menyeduh Matcha Tradisional Yang Benar

Matcha Set

Saya sangat senang minum teh hijau, terutama matcha dari Jepang. Beberapa bulan yang lalu saya sempat minta dibawakan matcha merk Ippodo dari Jepang oleh teman saya, Saskya (baca juga review saya di sini). Dalam menyeduh teh hijau tersebut, saya menggunakan cara yang sama dengan saya menyeduh teh daun yakni menyeduhnya di tea pot atau tea cup dan diaduk dengan sendok biasa.

Pas saya mau nitip ke teman saya yang lain matcha dari Jepang, dia nanya saya punya gak tea set-nya untuk bikin matcha. Saya bilang gak punya. Terus Desca (teman saya yang mau saya titip bawain teh dari Jepang) nanya, selama ini nyeduh tehnya gimana? Saya jawab aja kayak nyeduh teh daun biasa. Dia langsung komentar “sayang tehnya, nanti malah rusak dan rasanya beda.” Wah, berarti saya selama ini salah dong?

Terus pas Desca sampai di Indonesia, saya dibelikan tea set lengkap untuk membuat matcha yang baik dan benar. Mulai dari penyaring agar bubuknya menjadi halus, cawan dari tembikar untuk meningkatkan rasa dari tehnya, hingga pengaduk teh khusus dari bambu. Saya diajarkan cara yang benar, berikut step by step nya.

Saring Matcha Powder Yang Ingin Digunakan

Saring Bubuk Green Tea

Saring Bubuk Green Tea

Jadi ada dua tempat penampungan bubuk matcha. Tempat kecil isinya bubuk matcha dan tempat besar yang kosong buat naro bubuk matcha yang sudah dihaluskan. Yang di tempat kecil ini bisa tahan cukup lama, sedangkan yang sudah dihaluskan untuk dikonsumsi dalam waktu dekat. Jadi pada tahapan ini kita menyaring bubuk matcha sebelum digunakan untuk kita seduh.

Masukan Matcha Powder Ke Dalam Cawan

Cawan Teh Dari Tembikar

Cawan Teh Dari Tembikar

Nah bentuk cawan dan bahannya ternyata mempengaruhi rasa dan juga proses pembuatannya. Awalnya saya cuma pakai gelas biasa. Ini dibawain cawan khusus yang bentuknya cocok untuk proses membuat teh hijau yang benar juga dari bahan yang tepat agar teh bisa lebih enak rasanya. Biasanya tuang setengah lebih sendok teh untuk sekali penyajian (tergantung jumlah airnya juga sih). Yang penting jangan sampe airnya penuh banget, nanti susah diaduknya.

Tuang Air Hangat, 80 Derajat Celcius & Aduk Dengan Sangat Heboh!!!

Aduk Dengan Heboh

Aduk Dengan Heboh

Ini adalah tahapan paling tricky. Di fase ini, pengaduk bambu bener-bener berperan penting. Selama ini saya pakai sendok biasa, pantesan hasilnya gak optimal. Jadi di fase ini, kita harus mengaduk campuran bubuk matcha dan air panas ini menggunakan pengaduk bambu dengan sangat cepat dan heboh. Iya harus HEBOH. Saya nonton video di Youtube memang proses ngaduk ini bener-bener harus oke. Targetnya adalah sampai seluruh permukaan matcha tertutup buih putih. Dan ini gak gampang -_-

Nikmati Tehnya Selagi Hangat

Tinggal di Nikmati. Sebenernya ini agak fail karena ngaduknya salah :p

Tinggal di Nikmati. Sebenernya ini agak fail karena ngaduknya salah :p

Begitu seluruh teh berhasil teraduk dengan baik (kebetulan yang saya foto ini first attempt yang gagal :p, kurang heboh ngaduknya katanya), bisa kita nikmati selagi tehnya hangat. Dan rasanya emang beda banget keluarnya kalau dibandingkan dengan cara saya yang salah selama ini :p Maafkan saya teh Ippodo yang sudah saya “rusak” dulu yah :p Dan makasih Desca udah dibawain tea set dan diajarin cara nyeduh teh yang bener 😀

Iklan
About Adam Ardisasmita (1204 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

3 Comments on Tata Cara Menyeduh Matcha Tradisional Yang Benar

  1. teh jepang bikin nagih memang jadi pengen ikut upacara minum teh di jepang langsung ^_^

    Suka

  2. ga pake gula ya??

    Suka

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Dapet Banyak Oleh-Oleh Dari Jepang | Ardisaz
  2. Peach Sencha Fukujuen, Teh Jepang yang Lembut di Lidah | Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: