Iklan
My Journal

Program Jumat Keliling Emil dan Oded, Mendengar Keluhan Rakyat

Oded di Jumat Keliling

Oke, jadi RUU tentang Pilkada yang dipilih oleh DPRD sudah disahkan. Ini artinya Gubernur atau Walikota akan dipilih oleh anggota DPRD, bukan lagi melalui pemilihan umum. Kalau kita lihat, dari hitung-hitungan kursi di legislatif, Kang Emil (Ridwan Kamil) dan Mang Oded gak akan bisa menang. Jadi mumpung sekarang orang-orang baik dan hebat seperti Ridwan Kamil, Risma, Ahok, Ganjar, dan kawan-kawan yang terpilih dari produk pilkada langsung masih menjabat, mari kita syukuri dan nikmati momen ini yang mungkin tidak akan terjadi lagi lima tahun mendatang.

Saya ingin memuji dan mengapresiasi sebuah program sederhana, hemat anggaran, tapi penuh makna dari pemkot Bandung yakni Jumat Keliling. Jumat keliling ini hanyalah satu dari sekian banyak program jenius dan inovatif yang dilakukan oleh pemkot Bandung, masih banyak program keren lainnya kayak Unit Reaksi Cepat, progres report dinas pemkot Bandung via twitter, rebo nyunda, kampanye Bandung Ramah, dan lain-lain. Banyak yang sentimen negatif Ridwan Kamil cuma mikirin taman doang, padahal di bawah dan di belakang layar, ada banyak banget program keren yang gak diliput media.

Balik lagi ke program Jumat keliling, jadi tiap hari Jumat, Pak Walkot dan Wakil Walkot keliling mesjid di tiap kecamatan di Bandung (1 kecamatan 1 mesjid). Kebetulan Jumat kemarin Mang Oded main ke mesjid di deket kantor saya, jadi baru kerasa makna dari program ini. Mang Oded memberikan kutbah jumat, menjadi imam sholat, lalu selesai sholat, ada forum kecil yang diisi oleh warga, pengurus daerah (kayak RT RW), dengan pemkot Bandung. Karena saya kepo, jadi saya ikutan aja ngeliat di situ.

Satu hal positif yang paling saya rasakan impactnya adalah ini bentuk perhatian pemerintah terhadap rakyatnya. Tidak ada jeda antar mereka, semua uneg-uneg bisa disampaikan. Ada warga yang mengeluh itu kok taman udah dibikin bagus-bagus, tapi terlihat tidak terawat. Lalu ada juga yang curhat di pasar suka ada preman yang malakin, keamanan tidak terjamin. Banyak banget keluhan yang dicurhatin oleh masyarakat. Hal paling dasar yang saya rasakan adalah rakyat punya tempat mengadu, punya tempat curhat terkait kota yang mereka cintai, dan suaranya bisa didengar saja itu sudah merupakan kebahagiaan tersendiri.

Sambutan di Mesjid

Sambutan di Mesjid

Namun hebatnya, tak sampai hanya didengar, semua keluhan itu langsung ditindak lanjuti. Seperti tentang taman, biasanya dinas pertamanan ikut keliling tapi kebetulan hari ini tidak ikut. Biasanya kalau ada keluhan, langsung dicatat dan difollow up. Takut mereka cuma ngedengerin masuk kuping kiri keluar kuping kanan? Jangan khawatir, unit reaksi cepat itu klo kita lapor ada jalan bolong, bakal langsung ditambel sama mereka 2-3 hari. Kalau untuk pekerjaan besar, biasanya agak lama. Itu jalan di deket kantor ada yang kayak kena hujan meteor, bolong-bolong gede banget, dari dulu gak pernah diurus, eh sekarang dibeton. Yang saya alami sendiri, lampu lalu lintas di jalan cipaganti ada yang mati, saya ngetweet kang emil, sorenya udah nyala lagi. Jadi ini pemerintah kota Bandung yang sekarang bener-bener serius kerja dan cinta mati sama kota Bandung. Jangan takut atau ragu untuk curhat apapun ke mereka.

Media untuk curhatnya banyak, apel pagi ke sekolah-sekolah ketemu, di mimbar jumat ketemu, bahkan via twitter pun aspirasi kita didengar. Melihat ada pemerintah, pejabat, dan pemimpin yang seperti ini di Indonesia tentu membuat saya optimis tentang masa depan Indonesia. Namun melihat kita sudah tidak punya kendali agar pemimpin seperti ini bisa menang, bukan pemimpin yang memiliki antena yang remote controlnya dipegang oleh para parpol yang bakal menang, ngebuat saya jadi ragu lagi tentang masa depan Indonesia. Jujur saja, saya sih gak yakin sama anggota DPRD dari beberapa partai tertentu bisa memberikan pendapat objektif. Wong kader-kadernya aja sering nyebar fitnah dan berita tendensius. Ujungnya-ujungnya yang jadi ya mereka yang dapet restu dari parpol, bukan dari rakyat. Huft, ya sudah lah. Nasi sudah jadi Bubur, mending kita pindah restoran aja #eh

Iklan
About Adam Ardisasmita (1204 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

2 Comments on Program Jumat Keliling Emil dan Oded, Mendengar Keluhan Rakyat

  1. “Kalau kita lihat, dari hitung-hitungan kursi di legislatif, Kang Emil (Ridwan Kamil) dan Mang Oded gak akan bisa menang”

    Bang, bukannya Gerindra + PKS jumlah kursinya cukup banyak ya?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: