Iklan
My Journal

Tanggung Jawab Seorang Penulis

Dulu, tidak semudah ini seseorang bisa mendistribusikan tulisannya. Agar tulisannya bisa dibaca oleh orang banyak, ia harus dicetak dan disebarkan oleh perusahaan besar di bidang percetakan, entah itu koran, majalah, atau penerbit buku. Dengan proses yang panjang itu, makanya tidak semua orang bisa memasukan tulisannya. Ada proses editorial panjang untuk menjamin informasi, validitas, dan kualitas dari tulisannya sebelum ia sampai di tangan para pembaca.

Namun dengan adanya teknologi informasi saat ini, kita bisa dengan mudah mempublikasi dan mendistribusikan tulisan kita tanpa perlu filter sama sekali. Hal ini menjadikan apa yang kita tulis, bisa dengan mudah sampai ke mata para pembaca di seluruh dunia tanpa adanya proses seleksi dan koreksi terhadap konten yang kita tulis. Tentu ini menjadi kekuatan yang sangat besar bagi dunia jurnalistik era baru. Hal ini bisa digunakan untuk kebaikan seperti menyebarkan inspirasi, ajakan kebaikan, motivasi, hiburan, dan lain-lain, tapi juga bisa digunakan untuk kejahatan seperti fitnah, menjatuhkan nama baik, bahkan memicu terjadinya revolusi dan perang saudara.

Untuk itu, penulis di era digital ini, baik itu menulis status di sosial media hingga menulis artikel di blog, memiliki tanggung jawab moral yang sagat besar atas setiap konten yang ia terbitkan. Saya selalu berhati-hati sekali kalau menulis dunia maya, apalagi kalau itu terkait isu yang sensitif, karena sekali ia sudah diterbitkan, maka tidak akan bisa dihapus atau dibatalkan begitu saja. Saya selalu memastikan validitas informasi yang saya gunakan agar tidak menjadi fitnah, makanya saya lebih senang menulis dengan rangka fakta dan opini pribadi dibandingkan harus menggunakan sumber lain yang tidak jelas. Apalagi kalau itu isu sensitif, saya langsung mencari narasumber directly agar bisa cover the both side (walaupun saya jarang menulis hasil investigasi terkait isu sensitif di blog ini).

Ketika tulisan kita menyebabkan seseorang merasa tersinggung, menimbulkan fitnah, merugikan orang lain, maka setiap orang yang membaca tulisan saya ini akan menambahkan beban tanggung jawab kepada saya di akhirat. Huruf-huruf yang saya tulis ini akan menjadi saksi terhadap akibat dari tulisan yang saya buat. Tentu kebalikannya, jika dari tulisan ini bisa menginspirasi terhadap kebaikan, memotivasi seseorang untuk berkembang, atau sekedar menghibur, huruf-huruf di tulisan saya pun akan menjadi penolong saya kelak. Dan, ketika kita nanti tutup usia pun, tulisan-tulisan ini akan tetap di dunia maya.

Oleh karena itu, pastikan setiap tulisan yang kita buat ini memiliki manfaat dan tidak merugikan orang lain. Jangan dibiasakan untuk mencela, menghujat, memfitnah, merendahkan, atau menjelek-jelekan orang lain mau itu di blog, facebook, twitter, bahkan path yang (katanya) privat sekalipun. Kalaupun ingin mengkritik, perhatikan tata bahasanya, gunakan kata-kata yang sopan dan berikan kritik yang konstruktif. Soalnya saat ini saya melihat banyak sekali fitnah bertaburan, berita-berita yang tidak penting dan cenderung banyak sisi negatifnya diangkat oleh media online besar, dan kalimat-kalimat cacian yang kasar dipost di berbagai sosial media. Ingatlah bahwa di setiap huruf yang kita buat, terdapat tanggung jawab yang besar pula. Pastikan tulisan kita memiliki manfaat bagi pembacanya dan pastikan ekspresi yang kita salurkan di media online ini tidak menyinggung orang lain maupun bertentangan dengan etika.

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

4 Comments on Tanggung Jawab Seorang Penulis

  1. Setuju dengan peneraoan etika menulis di dunia maya.mau nambahin juga untuk mengutip atau merefer blog referensi šŸ˜‰

    Suka

  2. Muhammad Adam Hussein, S.Pd // 29/04/2016 pukul 5:44 am // Balas

    Betul mas, mudah-mudahan mereka yang menulis bisa mempertanggungjawabkannya. Alhamdulillah saya menulis dg sumber yang jelas dan selalu beri IMS (Inspirasi, Motivasi dan Solusi) dari apa yang ditulis.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: