My Journal

Korean House, Masakan Khas Korea di Sukajadi, Bandung

Interior Korean House

Interior Korean House

Bosan dengan makanan yang itu-itu aja, alhasil membuat saya dan istri mencoba restoran yang belum pernah kami kunjungi sebelumnya. Kebetulan beberapa kali lewat daerah Sukajadi, ada restoran korea yang menarik rasanya untuk dikunjungi tapi belum kesampean. Kami lalu mencoba untuk makan malam di Korean House jalan Sukajadi, posisinya dekat dengan perempatan yang ada bank mandirinya, dekat jalan cemara. Kebetulan di jam makan malam selama bulan ramadhan ini, restoran dan mall sepi sehingga mudah bagi kami untuk parkir dan makan di sana tanpa reservasi2an. Kalaupun penuh pun, sepertinya di sana juga disediakan valet service (ngeliat di pos satpamnya ada tempat gantung kunci cukup banyak).

Ketika masuk, kami langsung di antar oleh staf yang sedang berjaga ke meja. Awalnya sayaΒ kira restorannya indoor, ternyata begitu ke dalam bentuknya semi outdoor. Ada juga ruangan2 kecil buat yang ingin menikmati santapan lebih private lagi. Seperti restoran korea di negara asalnya, di sini kita juga diberikan minuman secara cuma-cuma yakni teh korea (kalau gak salah sih bahan dasarnya dari jagung CMIIW). Ketika kami melihat menunya, so far makanan2 terkenal khas korea ada di situ seperti bulgogi, ramyon, bibimbab, topoki, samgyetang, dan lain-lain. Range harganya bisa dibilang cukup tinggi dimana perporsi berada di kisaran 60.000-80.000 rupiah. Di tiap meja juga disediakan alat panggang untuk makanan yang dipanggang langsung. Di sini juga disediakan daging babi bagi yang non muslim, tapi tidak bisa dipanggang di meja, harus dipanggang di belakang untuk menjaga agar yang non muslim tidak memakan kandungan babi di panggangan.

Makanan Pembuka + Kimchi gratis

Makanan Pembuka + Kimchi gratis

Sebelum makanan kami keluar, seperti restoran korea pada umumnya, kami diberikan berbagai jenis makanan pembuka khas korea. Saya sendiri tidak hapal namanya masing-masing piring apa, tapi terlihat ada banyak sayur-sayuran, ada singkong goreng, ada brokoli wortel, dan lain-lain. Yang menarik adalah brokoli wortel yang mirip dengan capcay di Indonesia, tapi tastenya sangat korea. Bukannya gurih, tapi lebih ke asam pedas. Oh ya, sama pastinya disediakan kimchi juga secara cuma-cuma.

Dolsot Bimbibap

Dolsot Bimbibap

Campong

Campong

red paste

red paste

Saya memesan makanan favorit saya, Bibimbap (nasi yang disajikan di pot panas dengan campuran berbagai sayuran) dan istri memesan Campong (mie dengan campuran seafood dan bumbunya pedas). Untuk bibimbap, yang paling penting untuk rasanya adalah red paste khas korea yang menjadi bumbu utamanya. Untuk lidah saya, red paste korea di sini lumayan pedas, tapi overall rasanya enak dan sayurnya segar. Telur yang dimasukan pun hanya kuningnya dan masih mentah, persis seperti bagaimana Bibimbap harusnya disajikan. Nanti tinggal dicampur di dalam pot panas untuk memasak telurnya (bagi yang tidak suka mentah). Untuk Campongnya sendiri, rasanya sangat pedas. Berhubung istri saya sangat suka pedas, jadi menurutnya pas di lidah. Isinya pun sangat banyak, ada jamur, cumi, udang, dan lain-lain.

Semangka (tinggal sedikit, tadinya ada sekitar 6 slice) :p

Semangka (tinggal sedikit, tadinya ada sekitar 6 slice) :p

Satu gesture menarik yang menurut saya cukup meningkatkan experience makan di sini adalah ketika kami meminta bill, tidak hanya tagihan yang datang tapi juga beberapa potong kecil semangka. Mungkin dari sisi harga tidak seberapa, tapi saya tidak memiliki ekspektasi akan diberikan buah secara cuma-cuma dan semangka itu tepat sekali untuk menjadi pencuci mulut setelah makan di sini. Hehehe. Sebuah sajian sederhana tapi bisa membuat kita senang dengan pelayanan di sini. Secara umum, saya menikmati makanan yang ada di sini dari sisi rasa dan juga porsinya. Pelayanannya juga cukup baik, stafnya ramah, dan cepat. Cuma mungkin memang harganya agak mahal sehingga tidak bisa sering-sering makan di sini. Silahkan mencoba πŸ˜‰

About Adam Ardisasmita (1243 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Vice President Asosiasi Game Indonesia | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

1 Trackback / Pingback

  1. Jemanee Spa, Merawat Tubuh dengan Suasana yang Elegan-Tradisional di Bandung | Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: