Iklan
My Journal

Industri Kreatif Indonesia Dijajah

Bima Satria Garuda

Bima Satria Garuda

Saat ini industri kreatif kita sedang dijajah oleh asing. Mulai dari Komik, Animasi, Film, Musik, hingga Games, konten lokal masih belum bisa bersaing dengan mereka. Akibatnya, terjadi penyebaran kultur asing ke dalam Indonesia melalui media kreatif tersebut. Oleh karena itu, pelaku industri kreatif kita saat ini sedang berusaha mati-matian membangkitkan konten lokal agar bisa bersaing di negeri sendiri (ini belum ngomong go internasional loh ya). Untuk bisa juara di negeri sendiri saja kita kelabakan karena orang-orang kita (mulai dari pemerintah, investor, masyarakat, dll) lebih percaya konten asing daripada konten dalam negeri, mereka lebih yakin terhadap perusahaan asing dibanding karya dalam negeri. Tak heran, banyak talenta berbakat kita yang akhirnya pergi dari Indonesia agar bisa terus berkarya dan dihargai.

Saya pernah dengar cerita, upin-ipin yang sekarang identik dengan Malaysia itu sebenernya buatan orang Indonesia. Di Indonesia, animasi tersebut susah sekali mendapat pembiayaan, susah sekali mendapatkan jatah tayang, akhirnya dibawalah keluar negeri. Sekarang lihat, Upin-Ipin jadi film rutin di channel Disney. Saya juga pernah ditunjukan karya-karya kreatif oleh Komikus lokal yang bernama Faza. Saya sempat tidak percaya klo animasi dan komik tersebut buatan lokal, soalnya udah setara dengan film pixar dan disney. Tapi katanya, di Indonesia karya mereka gak dihargai, akhirnya mereka pergi sekalian ke pixar atau disneynya. Demikian juga di Industri games, banyak pengembang games yang akhirnya memilih untuk berkarya di perusahaan asing dibandingkan studio lokal.

Setelah isu tersebut, datang lagi sebuah fenomena baru. Kalau kemarin perusahaan kita tidak bisa membawa konten lokal bersaing dengan konten asing, saat ini konten lokal kita lah yang digarap oleh perusahaan asing. Ada salah satu tokoh pandawa kita yang dibuat film seri televisi oleh perusahaan asing, satu grup dengan satria baja hitam. Bahkan mainan2nya yang dijual diproduksi pulah oleh perusahaan asing. Artinya, sekarang konten lokal kita lah yang sedang dijajah oleh perusahaan asing. Ini lah akibat dari kurangnya support dari ekosistem di industri kreatif yang membuat perusahaan lokal kalah bersaing dengan perusahaan asing. Padahal, saya ditunjukan superhero lokal pandawa versi anak bangsa, wah, itu keren abis. Klo dibikin film pasti oke banget. Tapi ya gimana, selama masyarakat masih belum menghargai karya lokal, pemerintah belum mendukung, industri tidak percaya dengan kualitas kita, ya gak akan jadi tuh produk yang berkualitas yang bisa bersaing di negeri sendiri. Ujung2nya ya kekayaan budaya dan kreativitas kita akan terus diperah oleh perusahaan asing.

Bagi saya yang juga berkecimpung di Industri kreatif, saya tidak ingin menyalahkan pemerintah, industri, atau masyarakat. Saya ingin memulai bersama teman-teman sesama pelaku industri kreatif untuk “melawan penjajah” dengan cara kolaborasi. Ibarat dulu melawan Belanda, kita harus melupakan arogansi “daerah”, harus melupakan perut sendiri, dan harus bersatu dengan teguh. Pelan-pelan, Saya dengan Arsanesia mulai mencoba berkolaborasi dengan berbagai pelaku industri kreatif untuk membuat karya yang utuh. Harapannya, bisa semakin banyak kolaborasi yang bisa dilakukan oleh sesama pelaku industri kreatif dan bisa mengusir penjajah dari Indonesia. Karya kita, konten kita, harus berjaya di negeri sendiri, kalau perlu, berjaya di kancah dunia.

Iklan
About Adam Ardisasmita (1115 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

2 Comments on Industri Kreatif Indonesia Dijajah

  1. vote kak adam for presiden RI! hahaha

    maaf kalo komennya gak nyambung. tapi sering kepikiran, coba kak adam nih jadi presiden heheh. yah pokoknya semangat terus kak!

    Suka

  2. Wah, klo jadi presiden belum tau nih. Hehehe
    Makasih dukungannya

    Suka

1 Trackback / Pingback

  1. [Teaser] [Game] Juki the Scavenger, Kolaborasi Game Developer dan Komikus Lokal | Rumah Pikiran Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: