Iklan
My Journal

Menghormati Keberadaan Zebra Cross

gambar diambil dari 1951club.files.wordpress.com

Sebelum saya melanjutkan, kita samakan persepsi kita yah bahwa Zebra Cross adalah lintasan yang digunakan untuk orang menyebrang, bukan Zebra yang menyebrang atau Zebra yang disilang. Hehe.. Terakhir saya ke Singapore untuk jalan-jalan, saya agak merasakan culture shock ketika saya sedang dalam perjalanan menuju Singapore Science Center, dari stasion MRT harus berjalan beberapa ratus meter. Di perjalanan, ada sebuah perempatan yang harus saya sebrangi. Di perempatan itu terdapat lajur agar yang ke kiri bisa langsung jalan tanpa harus menunggu lampu hijau. Kalau di Indonesia, jalur itu cukup sakral buat penyebrang. Mobil atau motor apalagi bus, kalau ngeliat jalan seperti itu akan langsung dikebut sehingga kalau kita mau nyebrang, harus bener-bener sepi dulu jalannya baru bisa nyebrang di situ. Nah, ini saya masih sekitar 3-4 meter dari ujung jalan, ada bis melaju dengan kencang dan sudah memasang sen kiri, saya rasa dengan jarak sekitar 5-6 langkah itu saya berjalan normal saja juga bis tersebut akan lewat dan saya bisa menyebrang. Eh kok ini bisnya melihat saya sudah dekat (tapi masih cukup untuk bis itu lewat) zebra cross, dia melambatkan bisnya dan berhenti. Saya kan bingung, ini apa saya yang salah, ato bis ini mau ngangkut saya di jalan (kayak di Indonesia), ato apa. Namun sang supir memberikan kode agar kita menyebrang. Wow :’) Rasanya hal tersebut tidak akan bisa saya temukan di Indonesia.

Kebanyakan dari kita tidak tahu kalau misalkan ada orang nyebrang di Zebra Cross dan ketabrak kendaraan, maka secara hukum yang salah adalah penabrak. Untuk itu, harusnya ketika kita melihat Zebra Cross, hal pertama yang harus kita lakukan adalah melepas gas dan menurunkan kecepatan, memastikan ada atau tidak orang mau nyebrang, baru lanjut lagi jalan kalau sudah tidak ada orang menyebrang. Kasian para penyebrang kalau harus nunggu berpuluh-puluh menit untuk menyebrang dan harus berpacu dengan maut agar bisa menyebrang. Tapi, saya juga memperhatikan ada yang salah dengan pemasangan Zebra Cross itu sendiri. Di jalan warung buncit sampai mampang, saya melihat ada Zebra Cross yang hanya berjarak kurang dari 10 meter dengan Zebra Cross berikutnya. Ini kan tidak benar. Masa orang semales itu jalan 10 meter menuju Zebra Cross sehingga setiap 10 meter ada Zebra Cross. Belum lagi kalau ada orang nyebrang, masa tiap 10 meter kita berhenti, maju 10 meter, berhenti lagi, dan seterusnya. Hal-hal ini mungkin yang mempengaruhi psikis pengendara untuk tidak menghormati keberadaan Zebra Cross.

Saran dari saya, dengan mental pengendara yang masih seperti ini, lebih baik cari jembatan penyebrangan. Tapi, sayangnya untuk jalan ke jembatan penyebrangan, trotoar pun tidak ada di Indonesia -_-a Atau buat pemerintah, berikan lampu lalu lintas di Zebra Cross yang kalau dipencet, akan menunjukan lampu merah kepada pengendara agar memperlambat kendaraannya. Tapi, sayangnya sudah ada beberapa lampu lalu lintas untuk zebra cross yang tidak terawat dan hilang tombolnya (atau dipencet tapi tidak ada efeknya). Hmm kalau mental pengendara maupun pejalankakinya masih kayak gini, peran pemerintah dan polisi menjadi sangat vital untuk memperbaikinya.

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

2 Comments on Menghormati Keberadaan Zebra Cross

  1. bener2 beda, ya, mas don, dengan fungsi zebra cross di negeri kita. itu artinya, peradaban australia sdh jauh lebih baik. pejalan kaki di zebra cross tak jarang malah diumpat dan dicaci. doh!

    Suka

  2. Di Indonesia zebra cross emang udah ga berguna sih. Zebra cross di lampu merah aja sekarang udah ga bisa dilewatin penyebrang jalan secara nyaman soalnya kalo lagi lampu merah mobil sama motor yang berhenti udah menguasai daerah zebra cross tersebut.

    Suka

1 Trackback / Pingback

  1. Mendidik Pengendara di Jalan | Rumah Pikiran Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: