Iklan
My Journal

[Business Connect] Natali Ardianto, CTO Tiket.com

gambar diambil dari teknojurnal.com

Oke, saya akan coba membagikan insight-insight dari acara Business Connect yang diadakan kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif yang sudah saya tulis di postingan sebelum ini (link di sini). Saya akan coba bahasa perpembicara, urut berdasarkan waktunya yah biar lebih terstruktur. Mohon maaf juga kalau tidak semua bisa saya share di sini, paling hanya poin-poin penting dan paling berkesan bagi saya saja yang akan saya bahas. Kalau harus bahas semua hasil sharingnya, mungkin saya harus nulis buku yang cukup tebal :p

Saya mulai saja dengan sharing pertama dari CTO Tiket.com, Natali Ardianto. Pertama kali saya mengenala sosok Natali adalah ketika saya datang ke acara ulang tahun startup lokal yang pertama (saya pernah nulis tentang itu di sini). Kala itu, Arsanesia baru berumur kurang dari 10 hari dan saya nekat datang ke meetup tersebut. Natali adalah salah satu founder dari startup lokal. Pertemuan berikutnya dengan Natali adalah dalam event project eden. Sehingga ketika melihat list pembicara yang hadir, saya sudah yakin dengan kapabilitas dari Natali yang telah arang-melintang mengarungi dunia perstartup-an.

Natali dulu ikut membangun urbanesia.com, lalu membangun golfnesia.com, dan kini ia membangun tiket.com. Satu poin menarik adalah, waktu yang dibutuhkan untuk membangun dari satu startup ke startup lain lebih singkat. Ketika membangun urbanesia membutuhkan waktu development 8 bulan (saya lupa angka pastinya), membangun golfnesia 5 bulan (ini juga tolong koreksi kalau salah ingat), dan membangun tiket.com hanya 3,5 bulan. Banyak banget faktor yang membuat tiket.com yang kini sudah sangat besar dikembangkan dengan cepat. Pertama adalah pengalaman, urbanesia dan golfnesia bukanlah produk yang gagal, malah menurut saya urbanesia masih sangat baik, tapi mungkin memang tidak sebesar tiket.com. Tiket.com dibangun dari pengalaman berkali-kali membangun startup sehingga sudah tau daerah mana yang harus dihindari dan kondisi apa yang harus dilewati. Satu pelajaran penting yang Natali lemparkan adalah release early, release often. Ketika membangun urbanesia, banyak sekali fitur yang ingin  diluncurkan di awal sehingga proses development menjadi sangat lama (yang artinya bootstraping akan makin lama). Bahkan golfnesia pun sempet berkali-kali ganti desain interface sebelum direlease. Untuk itu, tiket.com release dalam waktu singkat dan melakukan perbaikan dan penambahan fitur sesering mungkin. Apa untungnya release early dan often? Pertama, kita gak akan terlambat untuk jump to the market. Bisa saja kalau tidak kita rilis hari ini, dua bulan kemudian, atau bahkan besok, muncul produk serupa. Kedua, kita bisa lebih cepat mendapat tanggapan dari pengguna. Fitur yang kita sudah masukan baik atau tidak, kalau kurang, kita bisa fokus memperbaiki itu (atau membuang fitur itu), lalu kita bisa mencoba menambah fitur baru lagi dalam waktu dekat. Dan yang terakhir, kalau dari saya pribadi sebagai pengguna, saya selalu suka dengan hal baru. Update itu menurut saya adalah salah satu gesture yang menggambarkan bahwa perusahaan tersebut care dan mendengarkan permintaan penggunanya.

Lalu ada insight lain terkait dengan building value dan building cash. Dalam membuat startup, ada perusahaan yang mengutamakan value dari startup tersebut terlebih dahulu ada yang mengedepankan cash. Contohnya mungkin twitter, sampai saat ini mereka mengutamakan value mereka sebagai microblog social media tanpa mengedepankan bagaimana monetisasinya. Kehidupan mereka berasal dari cash investor yang masuk. Sedangkan kalau yang mengedepankan cash bisa dilihat kayak tiket.com ini, dari awal sudah terlihat jelas bagaimana monetisasinya. Yang mana yang benar? Jawabannya tidak ada yang salah tergantung dengan situasi dan kondisi. Kalau memiliki kondisi cash yang kuat, lebih baik mengedepankan value. Tapi kalau memang cashflow masih berat, carilah cara untuk mendapatkan cash dengan suatu model bisnis tertentu (untuk cashcow).

Dari sesi Natali ini, banyak insight2 lainnya terkait dunia startup. Tapi yang menurut saya unik adalah Natali banyak sekali ngomong “jorok”. “Jorok” di sini adalah membahas jeroan sistem, hal teknis, dan codingan dalam bahasa tingkat tinggi. Jarang-jarang saya melihat ada meetup yang pembicaranya membuka jeroan perusahaannya dan membagikan ilmu rahasianya kepada sesama developer. Pesan beliau, Strategi bisnis boleh lah menjadi rahasia perusahaan, tapi klo hal teknis, kita sesama developer ada baiknya share dan saling membantu. Untuk itu dia mengajak para developer untuk bergabung dengan @CTOclub, tempat para CTO bisa ngomong “jorok” dan berbagi 🙂

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

1 Trackback / Pingback

  1. [Business Connect] Batista Harahap, CTO Urbanesia « Rumah Pikiran Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: