My Journal

[1CDPerMonth Juli] Say Hi to HiVi

HiVi – say Hi

Hmm ini agak ngutang sih, sebenernya harusnya ditulis buat Juli, tapi karena kesibukan, baru sempet ngebahas sekarang. Oke oke, jadi, pertama kali kenal dengan HiVi adalah ketika teman saya Naldi merekomendasikan CD ini kepada saya. Kebetulan selera musik saya dan Naldi tidak jauh beda dan kita sama-sama punya hobi beli CD lokal minimal sebulan sekali. Katanya ini mirip sama ecoute dan soulvibe, recommended kalo kata Naldi. Oke, saya coba cari, tapi sayangnya, agak sulit mencarinya di Bandung waktu itu. Di 3-4 toko musik yang saya cari tidak ada dan akhirnya saya baru dapat albumnya HiVi di Depok.

Pas ngeliat covernya, oh, mereka berempat. Ini band ato gimana yah? soalnya gak pernah liat video klipnya juga jadi gak tau peran masing-masing apa. Pas denger track 1, isinya opening berupa akustikan gitar ala depapepe banget. Biasanya track 1 menunjukan warna musik dari suatu album, jadi saya langsung menggambarkan bahwa akan banyak musik ala depapepe di album ini. Lanjut ke track 2, judulnya “Lihatlah Dunia”, wew, beda euy warnanya. Lebih ngebeat, pop banget, dan super ceria. Lagunya sangat anak muda dan bersemangat. Wah, asyik nih lagunya. Klo track 1 cuma instrumen, di sini saya baru melihat bahwa ternyata mereka pake dua vokalis, cewe dan cowo, karakternya jadi mirip the groove tapi dengan musik lebih muda. Ehhh bener, di track terakhir (ke 9 klo gak salah), mereka ngecover lagu the groove yang khayalan. Berarti emang bener-bener terinspirasi dengan the groove yah. Dari satu album ini, lagu favorite saya adalah “Lihatlah Dunia” dan “Dear Friend”, single yang “Orang Ketiga” juga enak.

Penilaian saya terhadap album ini adalah 8/10, saya suka karakter musik yang semangat dan anak muda banget, tapi sayang itu cuma kerasa kentel di lagu yang “Lihatlah Dunia”, di lagi lain agak kurang nendang (walopun tetep enak2 semua lagunya). Terus juga di track ketiga agak sedikit fail ketika suara vokalisnya diawal ketelen sama suara instrumen yang agak rame (karena terlalu banyak instrumen dan kurang balance). Sama saya agak kurang menangkap karakter unik dari mereka, soalnya klo dengan paduan vokal seperti itu, yang kebayang dibenak saya adalah the groove. Mungkin aransemennya aja yang lebih modern. Justru mungkin menurut saya akan lebih nampol klo mereka membawa format akustik seperti endah and rhesa. Soalnya pas liat lagu mereka dibawa akustik, jadi lebih asyik aja (tapi ini selera sih). hehe.. Tapi overall, HiVi merupakan oase ditengah menurunnya kualitas musik lokal kita. Good job!

About Adam Ardisasmita (1163 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: