My Journal

[Film] Big Hero 6, Ketika Disney Membuat Robot yang Gemesin

Marvel punya sekian banyak karakter menarik yang bisa diangkat ke layar lebar. Semenjak berada di bawah naungan Disney, karakter-karakter komik di Marvel satu persatu hidup dan muncul di layar lebar. Tak sedekar muncul, tapi juga mendapatkan antusias yang luar biasa dari penontonnya. Hebatnya, Disney dan Marvel mampu membuat fans komiknya tetap terhibur, namun juga mereka yang baru pertama kenal karakternya tetap bisa menyukai cerita tersebut. Lalu kali ini, Disney membuat sebuah karakter dari komik Marvel dengan transformasi yang sangat luar biasa di film Big Hero 6.

Mungkin hanya gak banyak yang tau kalau Big Hero 6 itu asalnya dari komik Marvel. Mungkin yang sudah nonton juga gak akan nyangkan kalau versi Marvelnya, si Baymax (robot di film Big Hero 6) gak segemesin versi layar lebarnya. Benang merah dari cerita Big Hero 6 masih mengacu dari komik, dimana Hiro kehilangan ayahnya ketika dia kecil, lalu membuat robot bernama Baymax. Bedanya di komik Marvel Baymax isinya emosi dan ingatan dari ayahnya Hiro, kalau di film versi Disney menjadi robot yang diprogram oleh kakaknya untuk menjadi robot asisten kesehatan.

Big Hero 6 versi komik

Big Hero 6 versi komik

Ini yang saya rasa jadi kunci sukses Disney menyadur karakter-karakter dari komik Marvel, mereka tidak ragu untuk mengubah arah cerita demi menghadirkan experience film terbaik. Disney memiliki visi produk yang sangat baik. Karakter-karakter komik di Big Hero 6 dibuat sedemikian rupa sehingga cocok dengan anak-anak, jalan ceritanya dibuat agar bisa menghibur remaja, dan benang merahnya tetap membuat fans komik Marvel merasakan “nyawa” dari karakter tersebut. Dan kali ini, Disney sukses menciptakan robot paling menggemaskan dan huggable yang pernah ada di sejarah perobotan kita hingga saat ini 😀

Menurut saya film Big Hero 6 ini sangat ringan dari sisi plot dan alur cerita. Memang nonton film ini untuk dihibur oleh karakter Baymax sebagai bintang utamanya. Seisi bioskop sering banget ketawa lepas tiap kali ngeliat kelakuan Baymax yang super gemesin. Jadi memang jangan bandingkan dengan plot film Marvel lainnya seperti Guardian of Galaxy atau the Avengers, coba bandingkan Big Hero 6 sama film Frozen deh biar gak terlalu berekspektasi tinggi.

Karakter Baymax yang gemesin

Karakter Baymax yang gemesin

Sebagai pembuat dan penikmat game, saya benar-benar menikmati suguhan visual yang ada di film tersebut. Gak nyangka ternyata teknologi di dunia animasi udah bisa ngebuat efek selembut itu, terutama dari sisi pencahayaannya. Saya gak kebayang itu komputer untuk ngerendernya segede apa animasi sedetil itu. Bahkan efek pantulan cahaya dari lampu, ke kaca, ke badan Baymax, semuanya kerasa lembut. Jadi bakal puas banget deh mata kita menikmati sajian visual di film Big Hero 6.

Kemudian satu hal lagi yang saya suka adalah banyaknya unsur teknologi yang dihadirkan di film ini, terutama dari dunia robotika. Saya yakin film ini akan membuat anak-anak kecil jadi bermimpi untuk bisa membuat robot (dan itu adalah hal yang bagus). Semoga orang tuanya mau memfasilitasi cita-cita anaknya setelah nonton film ini juga. Baymax juga dibuat ulang dalam film Big Hero Six menggunakan teknologi yang sudah ada saat ini, yakni robot asisten yang dengan desain yang serupa. Di akhir kredit, ada banyak sekali universitas-universitas teknologi yang terlibat untu memastikan segala teknologi yang ada di film tersebut mendekati realita. Saya acungkan jempol untuk effort Disney dan Marvel yang tidak hanya membuat animasi berdasarkan fantasi, tapi juga mendekati ilmu teknologi yang faktual.

Robot paling huggable

Robot paling huggable

Pada akhirnya, film ini memang ditujukan bagi mereka yang ingin mencari film ringan, menghibur, dan memanjakan mata. Banyak yang memberikan respon negatif pada film ini karena mungkin mengharapkan tipikal “film Marvel” di Big Hero 6. Kalau saya dari awal memang sudah tahu bahwa ini bukan film superhero, tapi film hiburan saja sehingga tidak ada ekspektasi apa-apa. Saya memberikan film ini rating 8.5/10 karena humornya, visual yang super canggih, dan tema teknologi yang menurut saya keren. Kekurangannya adalah unsur super hero dan plot akhirnya kurang menonjol. Mungkin nanti akan dibuat sekuelnya kali yah untuk melanjutkan film ini (di after creditnya sih udah ada arah ke sana). Atau mungkin kalau ngikutin time line Marvel, Big Hero 6 bakal ngebantuin Spiderman ngelawan Dr. Oct :p *less likely sih* Yang jelas menurut saya film Big Hero 6 ini sangat patut untuk disaksikan.

Iklan
About Adam Ardisasmita (1204 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: