Iklan
My Journal

Yang Berkesan dari Kampus ITB

gambar diambil dari penulisjalanan.wordpress.com

Setelah empat tahun berkuliah di ITB, lulus, dan bertemu dengan berbagai tipe orang di kehidupan nyata (walaupun masih fresh graduated banget jadi gak segitunya sih sebenernya), saya mulai menyadari beberapa hal yang saya rasakan selama berkuliah di ITB dan bermanfaat sekali di dunia luar. Lalu saya juga sempat sharing-sharing dengan beberapa kenalan dari kampus lain, ternyata tiap kampus punya budaya dan tradisi yang berbeda. Tentu ada negatif dan positifnya untuk masing-masing tradisi dan budaya di kampus, hal itu yang membuat lulusan dari tiap-tiap kampus memiliki karakternya masing-masing. Nah, kalau saya perhatikan, beberapa hal yang menurut saya positif di ITB dan sangat menarik cukup banyak, dan itulah yang mungkin menurut saya menjadi salah satu pembentuk karakter lulusan di ITB. Sekali lagi, ini menurut saya pribadi (subjektif), jadi mohon dimaklumi kalo beberapa orang tidak merasakan hal tersebut :p Jadi inilah beberapa hal yang menurut saya sangat berkesan selama berada di ITB.

Yang pertama yang membuat saya salut dengan kampus ITB adalah unit kegiatan mahasiswa yang sangat banyak, beragam, dan aktif. Aktif di sini bener-bener aktif secara kegiatan, prestasi, atau produknya. Kalau saya datang ke kampus di pagi hari, pulang dari kampus sore hari, atau lagi di kampus hingga malam hari, ITB itu tidak pernah sepi aktivitas. Selalu ada kegiatan di dalam ITB. Entah unit budaya yang sedang berlatih tari untuk pentas, unit marching, angklung, orkestra, yang juga sedang berlatih hingga larut maram, unit kajian yang sedang diskusi hingga pagi, unit olahraga yang dari pagi sudah standby dan berlatih, dan banyak sekali aktvitas di unit-unit tersebut. Yang saya salut, unit-unit ini juga diberdayakan oleh kampus. Salah satu contoh kongkritnya adalah unit Menwa dan Liga Film Mahasiswa yang berperan aktiv melaksanakan acara rektorat yaitu wisudaan. Tentu hal ini akan semakin mengasah kemampuan anggotanya dan juga melatih profesionalitas dalam menjalankan unit tersebut. Jadi unit di ITB itu benar-benar berkembang, serius dalama menjalankan unit tersebut, dan kegiatan serta prestasinya juga sangat banyak. Kalau aktif di unit, manfaat yang dirasakan di luar non akademisnya akan benar-benar sangat terasa dan sangat menyenangkan beraktivitas di unit yang kita senangi.

Hal kedua yang menurut saya cukup unik dan sangat berpengaruh membentuk karakter lulusan ITB adalah loyalitas akan almamaternya, baik itu almamater ITB, almamater himpunan, hingga almamater jurusannya masing-masing. Ini bsia jadi pedang bermata dua sih, bisa membuat kita jadi sombong tapi juga bisa menguatkan solidaritas lulusannya. Di ITB saat ini, mahasiswanya sangat bangga dengan jaket himpunan, bahkan bisa dibilang lebih bangga dengan jaket himpunan daripada jaket almamater ITBnya. Mungkin ini pengaruh dari sistem di ITB dimana kaderisasi di himpunan sangatlah seru dan berkesan sehingga rasa kekeluargaan di dalam himpunan akan sangat tinggi. Ada sih kaderisasi satu ITB, tapi tidak akan sedalam kaderisasi di himpunan. Waktu saya menjadi mahasiswa, kadang suka skeptis juga melihat arogansi himpunan, padahal sama-sama mahasiswa ITB tapi kok lebih bangga sama himpunannya. Ternyata rasa itu hilang kalau sudah lulus. Ketika sudah masuk dunia kerja, kalau ketemu alumni lain, entah angkatan berapa entah himpunan apa entah jurusan apa, pasti kita bisa langsung nyambung dan nge”klik”.

Yang ketiga, ITB itu sampai sekarang masih bisa netral dari unsur politik manapun. Kalo ngobrol-ngobrol sama rekan dari kampus lain, ada beberapa isu yang bilang klo rektornya dari partai x, pasti nanti strukturalnya dari partai x juga. Atau kampus ini “dibawah kendali partai y”, jadi klo demo-demo gitu, pasti “terarah”. Nah ini saya kurang tau pasti yah karena tidak masuk ke dunia politik dan tidak pernah turun ke jalan, jadi gak tau kondisi sebenarnya. Tapi yang saya tau, di ITB tidak ada iklim politis. Semua sifatnya profesional dan akademis. Entah jadi hal positif atau negatif sih, negatifnya anak ITB jadi banyak yang apatis dengan dunia politik, positifnya anak-anaknya bisa fokus mikirin pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Terus hal keempat yang saya rasakan di sebagian besar kuliah di ITB adalah jarang sekali ada kuliah yang menyentuh ke teknis. Dosen selalu mengajarkan konsep dan fundamental ilmunya saja, tapi praktisnya mahasiswa harus eksplor sendiri. Mungkin di beberapa kampus juga banyak yang seperti ini yah. Tapi kalau saya bandingin dengan kuliah di Stanford, itu dosen ampe turun ke hal teknis banget. Klo di jurusan saya, mata kuliah tentang pemrograman sama sekali tidak ada tuh dosen mengajarkan suatu tools pemrograman, tapi klo di stanford, si dosen ampe ada tiap minggu, satu pertemuan, dia ngajarin tools dan isinya selama 1,5 jam demo toolsnya. Negatifnya sih jam tidur mahasiswa akan sangat minim karena selain harus memahami konsep, praktikalnya harus diulik sendiri gimana cara pakainya dan gimana cara kerjanya. Tapi positifnya, itu membuat kita jadi lebih mandiri dan sangat cepat beradaptasi. Kalo di informatika, ketika lulus harus ditempatkan di perusahaan dengan suatu tools A dengan bahasa B yang dia belum pernah pelajari, tidak masalah karena sudah biasa belajar praktikal lewat google. Kecepatan adaptasi ini yang menurut saya beberapa teman saya bisa dengan mudah sudah mendapat kerja di berbagai tempat (yang toolsnya itu tidak pernah dipelajari di kuliah sebelumnya).

Yang kelima, satu tradisi yang menurut saya menarik adalah arak-arakan wisuda. Di ITB, wisudaan itu menjadi ajang untuk seluruh mahasiswanya. Kalau wisuda biasa yang berbahagia hanya wisudawannya, klo dengan tradisi arak-arakan, junior dan alumninya pun bisa ikut berbahagia di situ. Waktu saya jadi junior, senang rasanya bisa mengarak kakak2 yang kita kenal, yang kita tahu telah membantu kita selama di kampus, telah mendidik kita, memberikan pengalaman, dan kita turut merasakan haru ketika kakak tersebut harus meninggalkan kampus ini. Lalu ketika di wisuda, senang sekali rasanya bisa berbagi momen bahagia ini dengan adik-adik kita di himpunan, melihat performance mereka untuk mengatar kepergian kita, berfoto-foto dengan mereka yang telah bekerja dan berjuang bersama selama di kampus, dan lain sebagainya. Yang menarik, arak-arakan ini setiap himpunan punya tema dan tradisinya masing-masing. Kebetulan waktu saya pertama kali mengarak, temanya adalah circus dan saya sempat menjadi bunny boys untuk menghibur kakak2 wisudawan. Lalu ketika saya diarak, temanya adalah las vegas dimana ketika arak2an banyak sekali karakter2 dari las vegas yang dihidupkan oleh adik-adiknya.

Sebenernya masih banyak sih hal menarik lainnya, tapi kayaknya udah kepanjangan dan agak pegel nulisnya. Hehehe… Intinya sih, ini gak saklek loh… yang saya lihat dan saya alami ini belum tentu akan diamini oleh semua mahasiswa di ITB karena saya sendiri tidak bisa menilai secara komprehensif, penilaian ini terbatas dari ruang lingkup saya selama di ITB (mulai dari lingkup aktivitas saya di kampus hingga waktu ketika saya mengalami semua itu). Dan hal ini bukan eksklusif hanya terjadi di ITB, mungkin di kampus2 lain juga banyak yang serupa. Yah intinya segala sesuatu yang bernilai positif semoga bisa bermanfaat dan yang negatif bisa dihindari. Ujung2nya mah semua balik lagi ke diri kita sendiri kok 🙂

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

1 Comment on Yang Berkesan dari Kampus ITB

  1. Dam, tapi stanford ranking nya jauh lebih tinggi dibanding itb.
    Menurut gw justru itb terlalu kaku. Gak mau ngajarin tools apa2. Mestinya sih teori/dasar diajarkan. Tools juga.

    Anw, nice post.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: