Iklan
My Journal

Menjadi Entrepreneur

gambar diambil dari : http://www.johnpaulaguiar.com

Kalau melihat definisi entrepreneur, sebagian besar merujuk kepada seseorang yang membuat dan mengembangkan bisnis atau usahanya sendiri. Bentuknya sangat luas, bisa dengan membuka jasa, membuat produk, menjadi distributor, dan berbagai peran lainnya di dalam rantai bisnis. Intinya adalah membuat usaha sendiri. Seiring berkembangnya waktu, mulai terjadi spesialisasi atau jenis-jenis tersendiri dari entrepreneur. Beberapa istilah yang kita sering dengar ada technopreneur, sociopreneur, dan lain-lain. Istilah tersebut merupakan penanda dari paradigma pengembangan usaha mereka masing-masing saja, seperti kalau technopreneur, produk mereka pasti menggunakan teknologi untuk melakukan value added. Jadi tidak hanya menjual barang, tapi menambahkan suatu unsur teknologi tertentu di dalamnya untuk membuat barangnya menjadi lebih baik. Lalu kalau sociopreneur, paradigmanya adalah bukan untuk mencari profit sebanyak-banyaknya, tapi memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi masyarakat.

Untuk menjadi entrepreneur, seseorang tidak membutuhkan pendidikan dasar. Mereka yang tidak lulus SMA pun bisa melejit menjadi orang yang berhasil mengembangkan bisnisnya sendiri. Modal utama untuk menjadi entrepreneur adalah motivasi yang tinggi, semangat yang tidak pernah surut, kemauan untuk belajar, dan keberanian untuk mengalami kegagalan secara bertubi-tubi, cukup, tidak perlu ijazah ataupun gelar. Oleh karena itu, banyak orang yang mengalami kesulitan di bidang akademis lebih memilih untuk masuk ke jalur entrepreneur. Bahkan seorang entrepreneur pernah bercerita kepada saya, lebih baik jangan ambil gelar sarjana Anda, karena itu akan membuat Anda tidak berani All-Out mengembangkan usaha Anda dan membuat Anda kembali ke Zona Nyaman Anda. Ada benarnya juga sih, selaras dengan teori the power of kepepet. Karena tidak ada jalan lain, maka kita akan mati2an dan ngotot mengembangkan usaha kita sendiri.

Menjadi entrepreneur bukanlah profesi terbaik yang ada di muka bumi, semua profesi menurut saya sama baiknya (selama itu positif). Mengapa saya berkata demikian, karena saya kerap kali merasa sedih ketika mendengarkan kisah dari seorang entrepreneur yang menyinggung masyarakat akademisi yang menurut mereka tidak sebaik entrepreneur, hanya bisa menjadi bawahan, dan lain-lain. Mereka mengambil contoh tokoh entrepreneur yang besar, rata-rata dari mereka bukan kalangan terdidik, drop out dari sekolah, dan lain-lain sehingga membentuk paradigma bahwa orang yang pintar (secara akademis) kastanya ada di bawah entrepreneur. Saya tidak sependapat dengan aliran tersebut. Menurut saya profesi seperti Dokter, Pilot, Pegawai Kantoran, Office Boy, hingga tukang fotocopy adalah profesi yang mulia. Mereka bekerja dengan keras untuk diri mereka, untuk keluarga mereka, juga untuk masyarakat di sekitar mereka. Entrepreneur pun tidak berbeda dengan mereka.

Jadi, sekali lagi saya ingin mengingatkan bahwa profesi itu berasal dari passion kita. Ada orang yang tidak senang disuruh-suruh bos, tidak senang memiliki jam kerja yang tetap, dan lain-lain (sehingga menjadi entrepreneur), tapi ada juga orang yang justru senang dengan kehidupan yang teratur, terjadwal, ada bos yang mengawasi, dan sebagainya (sehingga memilih menjadi karyawan). Lepas dari kebutuhan Indonesia akan keberadaan Entrepreneur yang masih rendah, marilah kita sama-sama menghargai profesi apapun itu selama tidak berbuat jahat atau berdampak negatif bagi lingkungan. Lalu pesan terakhir saya, menjadi entrepreneur tidak harus berbanding terbalik dengan kemampuan akademis, bahkan mungkin tidak ada pengaruhnya sama sekali. Orang yang drop out bisa menjadi bos di perusahaannya sendiri, demikian juga buat yang cum laude. Jadi tak usah menunggu drop out atau harus cum laude untuk menjadi entrepreneur, semua orang (yang ingin) pasti bisa kok.

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: