Iklan
My Journal

Kisah si Kecil yang Melawan Raksasa Pemonopoli Pasar

Saat ini hanya ada dua perusahaan bioskop di Indonesia, sebut saja si besar dan si kecil. Si besar sudah lama melalang buana di bidang perbioskopan. Si besar ini mendapatkan “restu” dari rezim Soeharto sehingga dapat dengan mudah menginjak sinema-sinema kecil atau mengganti plangnya menjadi si besar. Si besar menjadi satu-satunya penguasa perfilman di Indonesia dan menggunakan segala cara untuk mempertahankan tajinya.

Mall atau pusat perbelanjaan harus mempunyai anchor tenant yang gunanya untuk menarik pengunjung. Contohnya adalah Hypermarket, Metro, Fitness Centre, dll. Bioskop adalah anchor tenant yang paling bisa menarik masyarakat. Setiap anchor tenant yang masuk ke Mall harus membayar biaya sewa seperti kios atau toko-toko lainnya, namun tidak dengan si besar. Si besar karena hanya satu-satunya, dia menolak membayar sewa. Jadi si besar yang kita lihat di mall-mall itu telah menzolimi pengelola mall dengan tidak membayar sewa.

Walaupun sudah ada si besar yang “membantai” lawan-lawannya, si kecil tetap nekat untuk berdiri. Si kecil pun mencoba membuka gerbang pertamanya di ibu kota. Namun sayang sekali, tidak ada yg ingin menerima si kecil karena takut dengan si besar dan memang si kecil belum punya nama. Langkah si kecil pun tertatih-tatih. Namun sebuah keberuntungan datang. Sebuah Mall besar di Bandung baru saja berdiri. Dan pemilik mall besar tersebut dahulunya memiliki usaha bioskop yang harus “dipaksa” tutup oleh si besar. Akhirnya beliau menyambut gembira kehadiran si kecil yang ingin bergabung. Si kecil pun untuk pertama kalinya menjual tiket dan membuka pintu studionya di sana.

Tidak berhenti sampai di situ, si besar mulai “gerah” melihat gelagat si kecil. Di bandung ada 7 bioskop si besar melawan 1 bioskop si kecil. Namun pendapat si kecil mampu melebihi ketujuh bioskop si besar. Akhirnya si besar mulai melakukan cara kotor untuk mematikan si kecil, yaitu dengan memblok film yang masuk. Contohnya, pada suatu Jumat, sebuah film ternama di Indonesia akan melangsungkan premiernya di bioskop si kecil pada pukul 11 siang. Wartawan, panggung set, band, dan segala persiapan sudah ada. J-1, pukul 10, pihak si besar menelpon perusahaan si pihak film yang akan launching dan mengancam jika jadi premiere di si kecil, si besar tidak akan mau menayangkan filmnya. Diancam seperti itu, secara mendadak dan tiba-tiba premier gagal dilakukan dan pindah ke bioskop si besar. Film-film lain pun ada yang takut dengan ancaman itu dan tidak mau ditayangkan di si kecil.

Hingga akhirnya saat ini, terjadi isu “film hollywood yang tidak akan bisa masuk Indonesia” yang digelontorkan oleh si besar. Sebenarnya yang terjadi adalah si Besar tidak pernah mau membayar pajak film luar negeri ke pemerintah (karena pengaruh rezim terdahulunya). Kini pemerintah mulai mengambil langkah berani dan tegas untuk menagih hutang yang harus dibayar si besar, namun karena hutangnya yang sudah sangat besar dan takut akan ditinggal pergi penonton jika harga tiket dinaikan untuk membayar pajak, maka dihembuskan lah isu tersebut. Sampai saat ini masih belum diketahui kelanjutan dari kasus tersebut. Tapi si kecil sih senang dan tenang-tenang saja karena dari awal sudah bermain dengan sportif dan jujur.

sumber di dapat dari wawancara ekslusif dengan pihak yang terpercaya dan dari forum-forum online

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

2 Comments on Kisah si Kecil yang Melawan Raksasa Pemonopoli Pasar

  1. wah mantap nih,hehe.
    tp ati2 aja dam…agak parno dengan “demokrasi” di dunia maya yang terkadang dianggap “melebihi batas” oleh pihak2 “berkuasa”

    keep posting and play safe 🙂

    Suka

  2. Iya Dan, ini juga gak akan lama2 gw publish. ntar gw closed lagi…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: