My Journal

Music Of My Life part 3 (The Tear Mader)

TM

TM at WARNING competition

Kelas dua SMA, di pertengahan tahun saya bersama band sekuriti kembali tampil di sebuah pentas musik, tepatnya pada perayaan tujuh belas Agustus. Itu merupakan penampilan terakhir kami bersama sekuriti, karena setelah itupun kami masing-masing sibuk dengan proyek sendiri-sendiri. Saya bersama beberapa teman di sekuriti membentuk sebuah band baru. Sebuah band yang dapat membuat kami masing-masing personil dapat meningkatkan skill kami karena memainkan lagu-lagu yang menantang. Band yang mampu memainkan lagu yang berkualitas.

Sebelum membentuk band tersebut, kami sudah merencakan karakter band kami. Kami akan memainkan lagu-lagu progresif (terinspirasi oleh star clasic dan dream theater) namun juga kami ingin tetap memainkan lagu yang dapat menghibur (terinspirasi oleh elegan, walaupun kami tidak memainkan lagu lawak). Untuk memainkan lagu dream theater, kami masih kurang personil. Baru ada saya (gitaris), Adit (bassis), dan Aad (vokalis). Masih butuh seorang keyboardis dan drummer. Untuk drummer, akhirnya kami bertemu dengan Affan, seorang drummer yang juga menyukai lagu dream theater. Keyboardis masih susah ditemukan. Namun Aad ternyata memiliki skill keyboard yang sangat mahir. Alhasil Aad beralih menjadi keyboardis. Tinggal masalah vokalis. Banyak sekali vokalis yang bagus. Tapi susah untuk mencari vokalis yang cocok dengan karakter band kami nantinya. Pencarian yang cukup lama di bagian vokal. Sembari mencari, kami pun sudah melakukan jam session. Mengulik beberapa lagu yang menarik dan memainkannya. Hingga akhirnya bertemu dengan seorang vokalis yang cocok dengan kami. Kemudian bergabunglah Ibnu sebagai vokalis band kami. Setelah itu kami merekrut dua orang manajer untuk mengurus administrasi, penjadwalan, dan berbagai macam urusan lainnya. Setelah terkumpul seluruh personil lengkap, akhirnya kami mulai mencari nama untuk band kami.Mungkin karena saat itu kami benar-benar sedang demam dream theater, nama band kamipun kami berasal dari kata tersebut. The Tear Mader. Jika disusun akan menjadi Dream Theater.

Sebagai band baru, kami mencoba untuk masuk kembali ke kompetisi musik di akhir tahun. Tampil membawakan lagu yang menantang, The Tear Mader (TM) menjadi kuda hitam di kompetisi tersebut. Dan akhirnya TM mendapat posisi juara dua di ajang musik tersebut. Tidak hanya itu, Adit mendapatkan gelar the best bassis dan Aad mendapatkan gelar the best instrument. Kompetisi tersebut pun menjadi awal dari karir TM selanjutnya. Kompetisi selanjutnya adalah salah satu ajang kompetisi yang diadakan oleh SMA 70. Bulungan Cup. Di kompetisi itu pun kami mendapat posisi 10 besar se jadebotabek. Kemudian di kompetisi yang diadakan oleh al-azhar BSD, TM mendapat posisi ke 4. Dan masih banyak prestasi-prestasi berikutnya. Hingga penampilan terakhir kami adalah ketika saya kelas 3 SMA. Di sebuah kompetisi akhir tahun, kami mendapat juara 3. Dan buat saya, ada satu penghargaan yang sangat berarti, bahwa pada kompetisi itu, saya mendapat gelar gitaris terbaik.

Setelah lulus SMA, waktu saya untuk bermusik menjadi sangat berkurang. Kesibukan kuliah membuat TM vakum untuk sementara. Tapi saya tidak berhenti untuk bermusik. Saya masih memiliki projek-projek sampingan untuk refreshing.

About Adam Ardisasmita (1189 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Vice President Asosiasi Game Indonesia | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

1 Comment on Music Of My Life part 3 (The Tear Mader)

  1. jadi kangen deh sama warning..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: