My Journal

Menghadiri Wisuda Google Indie Game Accelerator dan Meetup dengan Indie Game Group

Minggu lalu saya diundang untuk hadir ke acara graduation ceremony dari program Google Indie Game Accelerator (IGA). Program ini sudah berjalan cukup lama dan memiliki beberapa batch. Dari dulu saya coba apply tapi gak pernah lolos karena emang seketat dan seselektif itu proses pendaftarannya. Dan tahun ini saya datang ke sana bukan sebagai peserta program, tapi mewakili AGI untuk menyaksikan tiga studio game lokal yang lulus dari program tersebut.

Program IGA ini merupakan proses mentorship 10 minggu dan juga ada beberapa masterclass di sela-sela mentorhsipnya. Goalnya adalah agar produk dari studio game yang ikut akselerator ini bisa jadi lebih baik lagi. Kebetulan dua studio dari Indonesia yang hadir ke sana saya cukup kenal dekat. Ada Eternal Dream studio asal lampung yang tahun ini menjadi mentee saya di program IGDX Academy. Ada juga Gambir Studio, salah satu studio lokal yang sudah berdiri cukup lama dan kita sering gosip-gosip bareng lah. Jadi saya cukup tahu program IGA nya kayak apa karena sering denger cerita dari Lucky (CEO Eternal Dream) dan Shafiq (CEO Gambir Studio).

Sebenernya minggu lalu saya udah di Singapore dari hari Senin tanggal 12 dan dapet undangan juga untuk dinner bareng temen-temen Google dan peserta IGA, tapi senin itu saya udah ada agenda meeting sampai malam. Jadinya saya baru bisa datang di tanggal 13 nya pas dengan acara graduation IGA nya. Saya ke kantor Google sekitar jam 14.00 dan lagi ada sesi sharing materi gitu buat para peserta IGA. Karena acara graduationnya sebenernya masih sore, jam 17an gitu, akhirnya saya diajak untuk melihat sesi lain bersama dengan Marcus (developer relation Google yang dengan baik hati memberikan saya undangan untuk dateng) dan Indie Game Group (IGG) lead.

Proses pindah ruangannya cukup unik karena kantor google gede banget, sampai ada tiga tower, jadi ruang graduation IGA dengan tempat IGG Lead meeting ini beda tower. Kita kayak nyebrang kantor Google yang super gede menuju ke ruang meeting satu lagi. Pas dateng, Marcus lagi ngisi sesi introduction gitu. Pas sampe sana saya duduk di belakang dan berusaha memahami ini lagi ngapain. Terus saya liat ada dua orang dari Indonesia, Julio bersaudara asal Batam, yang merupakan salah satu IGG Lead dari Indonesia. MC kemudian menjelaskan sesi berikutnya adalah sesi diskusi dan sharing untuk mempresentasikan tantangan dan goal IGG masing-masing negara untuk 2023. Di sini saya baru ngeh klo ada IGG lead dari dua negara lain yakni Turki dan Vietnam. Pas sesi break out ini, saya sekalian melipir ke tempatnya IGG Indonesia ngobrol.

Bareng Julio bersaudara, saya ngikutin diskusi mereka. Sesekali ikut nimbrung ngasih ide dan masukan aja buat IGG. Mundur bentar, IGG itu adalah inisiatif dari Google untuk empowering community of game developer. Akhir tahun lalu, saya ngobrol dengan Marcus untuk setup IGG chapter Indonesia. Di situ dari AGI mengusulkan beberapa calon lead, ada Fadhil, Ibnu, Wafi, dkk, hingga akhirnya IGG bisa jadi chapter yang super solid dengan program-program yang keren. AGI di sini bukan part of Lead (walaupun ada Ibnu sebagai Lead), tapi secara organisasi kita lebih ke supporting aja klo IGGI butuh apa-apa. Nah sepanjang satu tahun ini, IGG udah bikin program banyaaak banget dan bagus-bagus. Ada program dev story, ada program road to kampus, dan yang saya paling kagum adalah program GameJam+ yang sukses menarik minat 800 orang. GameJam+ ini padahal saya baru ketemu pertama sama salah satu organizernya di Gamescom Singapore bulan Oktober akhir. Terus saya ngobrol sama Ibnu, AGI bisa gak execute ini? Kayaknya susah mengingat program-program AGI yang masih banyak. Akhirnya kita tawarkan ke IGGI dan mereka mau menjalankan program ini. Dalam waktu yang singkat, IGGI sukses memecahkan rekor global sebagai salah satu host paling banyak pesertanya. Jadi pas Julio bersaudara bikin plan buat 2023, saya pribadi sangat antusias dan bersemangat untuk support semua inisiatif mereka lebih besar lagi.

Nah satu hal yang menarik dari sesi presentasi ini, saya mungkin agak bias yah :p, tapi saya melihat IGG dari Indonesia yang memiliki program paling matang, discord channel paling aktif, dan plan ke depan yang paling clear. Bahkan beberapa kali tim dari Google mengarahkan IGG lain untuk menanyakan ke IGG Indonesia bagaimana tips and trip untuk masalah yang dihadapi IGG lain. Artinya kalau IGG di Indonesia bisa sukses, hopefully bisa jadi rolemodel juga untuk IGG di negara lain agar bisa semakin sukses.

Setelah sesi presentasi tiap IGG selesai, baru kita bareng-bareng ke ruangnya IGA untuk menyaksikan proses ceremony nya. Dan untuk lulus dari program ini tidak sembarangan loh. Salah satunya ada syarat harus lengkap absennya 70% mengikuti mentoring dan masterclass yang ada. Satu persatu studio dipanggil ke depan untuk menerima penghargaan. Saya agak kaget ternyata IGA kali ini pesertanya dari seluruh dunia. Ada dari Amerika, ada dari Swedia, ada dari Korea Selatan, dan lain-lain. Dulu kan IGA itu regional hanya untuk SEA. Ternyata sekarang sudah global. Persaingan untuk daftar ke program ini juga makin sengit deh.

Selesai dari acara itu, ada bis yang mengantarkan dari kantor Google ke lokasi untuk networking dinner. Tapi karena saya malemnya ada meeting lagi, jadi saya gak ikut dinner nya. Cuma habis dari acara ini, kita akan nyiapin plan untuk IGGI yang lebih keren lagi ke depannya supaya industri game di Indonesia makin maju. Gak cuma itu, AGI bareng dengan tim Google Play dan Unity akan ngebuat program pelatihan dan sertifikasi Unity supaya talent-talent gamedev Indonesia ke depan makin naik level. Pantengin terus sosmed AGI dan IGGI yah biar gak ketinggalan program-program keren buat gamedev di Indonesia.

About Adam Ardisasmita (1309 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Vice President Asosiasi Game Indonesia | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: