My Journal

Platform Webinars Streamyard Diakuisisi Hopin

Streamyard adalah salah satu tools untuk online webinars favorit saya. Selain karena produknya yang mudah digunakan dan kaya akan fitur, budaya yang dimiliki oleh perusahaannya pun sangat unik. Dua foundernya, Geige dan Dan, setiap hari Senin melakukan live streaming berjudul Town Hall untuk menyapa user-usernya dan sharing update baru di produknya. Mereka berdua rajin mendengarkan feedback dari penggunanya dan memberikan fitur terbaik yang sesuai dengan pilar Streamyard. Balance antara user feedback dengan visi perusahaan ini yang membuat Streamyard menarik. Tidak semua feedback serta merta diimplementasi. Kalau penambahan fitur itu membuat platform Streamyard jadi semakin kompleks, Geige dan Dan akan sangat hati-hati dalam menambahkan fitur baru.

Dari sisi perkembangan, Streamyard berkembang sangat pesat. Dua tahun yang lalu timnya baru berdua aja, tahun ini udah ada 20 orang. Dari sisi bisnis pun Streamyard gak pernah bakar duit dan udah punya revenue gede. Pertahun 2020 aja, udah ada Annual Recurring Revenue 20juta USD yang dibukukan oleh StreamYard. Ini akan yang sangat masif untuk startup baru yang ukurannya cukup kecil yah.

Lalu tiba-tiba, awal tahun ini saya dikagetkan bahwa Streamyard diakusisi oleh Hopin. Buat yang belum tahu, Hopin adalah platform untuk bikin event virtual atau digital. Karena pandemi, kan banyak tuh event-event yang terpaksa berubah jadi online. Nah Hopin ini bisa jadi salah satu tools untuk running event online. Hopin sendiri bisa dibilang perusahaan digital yang sudah cukup raksasa. Tahun lalu, di bulan Juni mereka fund raising seri A sebesar 40juta USD dan di bulan november seri B 125jt USD dengan valuasi perusahaan 2,125 miliar USD. Jadi keliatan yah Hopin ini sangat agresif dalam pertumbuhan dengan membeli Streamyard dengan nilai 250jt USD.

Bagi Hopin, jelas akusisi adalah cara paling cepat untuk tumbuh lebih besar. Mereka juga bisa mendapatkan teknologi dari Streamyard untuk diimplementasikan di layanan Hopin. Bagi Streamyard, tentu ini adalah peluang untuk akselerasi bisnis mereka lebih cepat lagi. Kalau yang sebelumnya Streamyard hanya punya 20 orang, kini mereka tergabung dalam tim berjumlah 300 orang. Banyak hal yang mungkin dulu ingin dilakukan oleh Streamyard, tapi terbentur resources, kini tidak lagi.

Lalu apa nasibnya Streamyard? Gak usah khawatir karena Streamyard tetap akan berdiri sebagai layanan sendiri. Semua servicenya akan masih ada dan bisa tetap dilanjutkan. Town hall setiap senin pun juga masih akan tetap ada sehingga user-user Streamyard bisa terus berinteraksi dengan Geige dan Dan. Saya pribadi sih bahagia dengan deal ini. Sebagai bisnisman, Geige dan Dan sudah berhasil exit dan mendapatkan kapital gain yang sangat besar. Secara produk, Streamyard diakuisisi oleh perusahaan yang memiliki visi yang align di ranah layanan streaming dan virtual event. Dan dari sisi user, Streamyard sendiri tetap ada dan berjalan seperti biasa, bahkan mungkin lebih cepat lagi pertumbuhan fitur-fiturnya. Jadi bagi saya, deal ini sangat win-win untuk semua pihak.

About Adam Ardisasmita (1238 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Vice President Asosiasi Game Indonesia | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

<span>%d</span> blogger menyukai ini: