My Journal

Bersyukur Memiliki Komunitas Yang Suportif di Bandung

Saya merasa beruntung bisa mendirikan startup di Bandung. Di masa awal, yang menjadi mentor dan tempat saya bertanya adalah komunitas. Saya merasakan betul peran komunitas dalam membimbing langkah demi langkah saya berjalan di dunia yang saat itu masih sangat tidak jelas. Tidak ada role model, tidak ada best practice, yang ada hanya teman-teman seperjuangan yang berniat untuk maju bersama-sama. Jika kita bicara negara-negara penghasil startup terbaik, mereka bisa tumbuh pesat karena ekosistemnya yang sangat baik. Ibarat nancepin ranting aja bisa jadi pohon. Sedangkan di Indonesia, masih sangat gersang, yang ada hanyalah ilalang dan hama liar. Dalam kondisi tidak kondusif tersebut, dengan situasi tidak ada ekosistem yang mendukung, komunitas menjadi kunci yang dapat membuat kita tahan banting walaupun kekeringan resources.

Ada tiga komunitas yang memiliki peran vital dalam perjalanan saya sejauh ini. Yang pertama adalah komunitas IF Assoc yang merupakan kumpulan dari startup-startup lulusan informatika di kampus saya. Waktu di tahun 2012-an itu, ucuk-ucuk mahasiswa gak tahu apa-apa mau bikin perusahaan sendiri, tahu ilmu bisnis juga enggak, eh untung ada IF Assoc yang tiap bulan rutin membuka dapurnya untuk kita pelajar. Gimana cara buat bisnis model, gimana cara lapor pajak, gimana cara hiring, gimana cara menggaji, gimana cara pitching, dan berbagai elemen penting dalam membangun bisnis saya dapatkan di situ.

Komunitas yang juga turut membuat saya bisa tumbuh adalah komunitas game developer bandung. Startup aja jarang di masa itu, apalagi game developer. Tapi sama, di forum ngumpul-ngumpul komunitas gamedev bandung, saya bisa belajar trik sukses teman seperjuangan, lesson learned dari kegagalan mereka, bahkan tidak jarang komunitas menjadi safety net saya ketika sudah hampir kehabisan uang dan butuh proyek-proyek kecil untuk menyambung nafas. Karena sama-sama di industri game berjuang dari nol, rasanya perjalanan yang berat ini jadi lebih ringan.

Lalu komunitas ketiga yang sampai detik ini masih menginspirasi saya dan menjadi tempat belajar dan berbagi ilmu, bahkan tidak jarang forum untuk curhat, adalah komunitas Startup Bandung. Bener deh, startup-startup di Bandung ini super kompak, mau berbagi, dan benar-benar berperan sebagai rumah untuk bisa saling mendukung. Kegiatan-kegiatan yang fokus kepada insight market sharing dan juga forum curhat para founders menurut saya sangat bermanfaat bagi kesehatan mental para founders untuk tahu kalau mereka tidak sendiri.

Ketiga komunitas itu sangat kuat di Bandung, terutama Komunitas GameDeveloper Bandung dan komunitas Startup Bandung. Kesamaan dari ketiga komunitas tersebut adalah ketika ngumpul, semua saling percaya dan bersedia membagi data dan rahasia dapur mereka (tentu pada taraf yang tidak melanggar kontrak dan legal yah). Contohnya baru aja minggu lalu, ada sesi sharing yang membahas kejadian yang sedang hangat-hangatnya ketika ada sebuah startup yang harus tutup. Lalu kita berbagi cerita dari “dalam” mengenai apa yang terjadi dan bagaimana kita bisa menjaga agar hal tersebut tidak terjadi apda startup kita. Walaupun ketika sesi awal cerita tidak ada tanda tangan NDA, semua anggota komunitas saling percaya untuk keep informasi tersebut bagi dirinya sendiri.

Posisi saya yang di Bandung ini membuat saya bersyukur. Walaupun saat itu belum ada Asosiasi Game Indonesia, belum ada dukungan pemerintah terhadap industri game yang sebesar hari ini, belum banyak kampus yang punya jurusan game, belum banyak kompetisi maupun funding untuk studio game, bahkan belum ada game engine gratis secanggih Unity dan Unreal yang bisa dengan mudah digunakan, komunitas bisa menjawab itu semua. Untuk itu, bagi teman-teman yang mungkin berada di kota yang kurang subur ekosistemnya, manfaatkanlah komunitas. Bangun ekosistem dan support system sendiri dengan berkomunitas. Apalagi dengan era internet kayak sekarang, berkomunitas tidak lagi mengenal jarak. Meetup-meetup pun sudah berubah online. Jadi, jagalah komunitas teman-teman, bantu komunitas teman-teman, karena komunitas pulalah yang akan membantu kita ketika kita jatuh.

About Adam Ardisasmita (1173 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Vice President Asosiasi Game Indonesia | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: